KEBUDAYAAN DESA BOJONGKONENG: RELASI EKOLOGI DAN SENI

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Pepep Didin Wahyudin M.Sn.

Abstract

perkembangannya, dari sekian banyak ekspresi seni, yang
melekat dengan masyarakat Desa Bojongkoneng, kesenian Wayang
merupakan salah satu bentuk kesenian yang cukup kuat. Kesenian ini
seperti kesenian hiburan kolektif bagi masyarakat Desa Bojongkoneng
yang memiliki kecenderungan agraris.
Secara umum, kesenian wayang banyak ditemui di sekitar wilayah
Bandung Barat dan menjadi kekhasan tersendiri. Dalam konteks
kebutuhan kolektif, hingga hari ini, sebagaimana disampaikan Cahya
(2016) wayang memiliki fungsi hiburan yang kental bagi masyarakaat
(Cahya, 2016). Oleh karena itu, terdapat banyak kelompok-kelompok
Wayang di Desa Bojongkoneng maupun kawasan Bandung Barat pada
umumnya.
Menurut data dari Masyarakat Desa Bojongkoneng, terdapat 7
kelompok seni tradisional di Desa Bojongkoneng yaitu; Wayang, Seni
Calung, Pencak Silat, Tarawangsa, Sisingaan, Kiliningan, Jaipongan dan
Ketuk Tilu.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##