PEMAJUAN KEBUDAYAAN DI DESA CITATAH KECAMATAN CIPATAT KABUPATEN BANDUNG BARAT
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Potensi seni dan budaya Desa Citatah cukup beragam. Dimulai dari
RW 09 yang terkenal dengan calung dan kesenian Lais, lalu di RW 12,
RW 16 dan (RW 08 terdapat sanggar yang menaungi olah raga pencak
silat. RW 09 dan 13 terdapat dua sanggar jaipongan, di RW 04 terdapat
anak-anak yang berpotensi di bidang seni tari tradisional dan modern,
kesenian degung di RW 13, seni terbangan dan qasidah di RW 07, seni
Rahengan di RW 19, dan masih banyak lagi yang lainnya. Berikut ini
adalah hasil inventarisasi terhadap objek pemajuan kebudayaan di
Desa Citatah.
Kesenian Calung di Desa Citatah ini sudah mulai jarang
dipertontonkan, bahkan nyaris hilang. Selain disebabkan oleh
keterbatasan instrumennya, yakni sudah rusak dan tidak dapat lagi
dipergunakan, disebabkan pula oleh keberadaan seniman pemainnya
yang sudah mulai jarang dijumpai. Berdasarkan keterangan Bapak
Agus (Kadus 04), “kesenian tersebut sudah mulai menghilang,
dikarenakan senimanya pun sudah beralih mata pencaharian, ada
pula yang sudah meninggal, selain itu alat musiknya pun sudah tidak
ada. Bila suatu waktu memerlukan alat musik tersebut, maka biasanya
harus menyewa ke daerah lain.” Bedasarkan keterangan tersebut,
maka dapat dikatakan bahwa masalah lain yang menjadi alasan tidak
berkembangnya kesenian ini adalah faktor rengenerasi. Tidak adanya
upaya regenerasi membuat keberlangsungan kesenian ini tergantung
pada beberapa orang saja, dan ketika salah satu atau beberapa di
antaranya fakum, maka kesenian terebut pun akan meredup.