METODE CANTRIK SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN SENI RUPA DI SENTRA SENI TRADISI JAWA BARAT

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Asep Miftahul Falah

Abstract

Metode cantrik tidak hanya menekankan penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pada penyerapan nilai, etika, dan filosofi hidup masyarakat yang khas (Linnaja & El Syam, 2025). Pembelajaran dilakukan dalam konteks kehidupan sehari-hari, sehingga cantrik tidak hanya memperoleh ilmu seni, tetapi juga menginternalisasi cara hidup, nilai-nilai sosial, dan kedalaman spiritual yang menjadi bagian integral dari praktik seni tradisi (Prabowo & Subiyantoro, 2002). Meskipun metode ini masih dapat ditemukan di beberapa sentra seni tradisi, sistem ini belum terdokumentasikan dengan baik dan belum dioptimalkan sebagai model pendidikan yang dapat dikembangkan secara sistematis. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam pengembangan pendidikan seni berbasis kearifan lokal yang dapat menjawab tantangan zaman.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##