DIMENSI SOSIAL SAKRALITAS PADA PRAKTIK RITUAL SITUS MAKAM EYANG BUYUT MALANDANG DI KABUPATEN SUMEDANG
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Ritual berkaitan erat dengan identitas, melalui ritual maka kelompok-kelompok pelaksana ritual dapat mengkomunikasikan dan merefleksikan eksistentensinya melalui berbagai simbol, yang sarat makna dan sekaligus menjadi penanda identitasnya. Salah satu praktik ritual yang ada di Indonesia yang hingga saat ini masih dilakukan pada situs makam Eyang Buyut Malandang di Kabupaten Sumedang. Bagi masyarakat setempat, situs budaya ini memiliki nilai sakral tinggi sebagai tempat pemakaman leluhur yang dihormati. Konsep sakralitas memiliki dasar teoretis yang kuat, sebagaimana dijelaskan Durkheim (1912: 422) dalam bukunya berjudul “The Elementary Forms of Religious Life” bahwa yang sakral bukanlah sekadar bagian dari realitas sehari-hari, melainkan representasi nilai-nilai bersama masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk material. Pandangan ini menjadi landasan penting untuk memahami bahwa situs makam Eyang Buyut Malandang merupakan salah satu warisan budaya dan spiritual dalam kehidupan sosial masyarakat setempat yang berfungsi sebagai lokasi ziarah sekaligus pusat aktivitas ritual yang mencerminkan integrasi antara kepercayaan Islam, tradisi lokal Sunda, dan nilai-nilai kearifan masyarakat Sumedang.