INOVASI MOTIF TENUN GARUT BERBASIS WARISAN BUDAYA BATIK: PROSES KREATIF DAN ADAPTASI ESTETIKA LOKAL
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Tenun Garut merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang menggambarkan keindahan dan keragaman seni tekstil Nusantara. Keunikan tenun Garut terletak pada penggunaan motif tradisional yang penuh filosofi dan makna budaya. Tenun Garut dikenal menggunakan teknik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), yang memungkinkan pengerjaan dengan detail tinggi dan kontrol artistik yang lebih bebas dibandingkan teknik produksi kain modern. Namun, seperti halnya seni tradisional lainnya, tenun Garut menghadapi tantangan di era modern, di mana inovasi dalam desain motif menjadi penting untuk menjaga relevansinya di pasar yang semakin kompetitif (Soemarsono, 2016).
Adaptasi dan inovasi pada motif tenun Garut diharapkan mampu memperluas pasar dan mempertahankan eksistensi produk lokal. Salah satu langkah inovatif adalah mengadopsi motif-motif batik Garut ke dalam desain tenun. Motif batik Garut seperti "Merak Ngibing," "Bilik," dan "Dadu" membawa simbol-simbol budaya yang mencerminkan nilai kehidupan masyarakat Garut. Dengan menanamkan elemen-elemen tradisional ini ke dalam tenun, identitas budaya tetap terjaga, sekaligus menciptakan produk yang inovatif (Makki et al., 2017).