TATA RIAS WAJAH PENARI BALI PERIODE TAHUN 1920-1940-AN (Perspektif Maestro Tari Bali Ni Ketut Arini)

Authors

  • Ni Nyoman Ayu Kunti Aryani Program Studi Teater, Program Studi Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Bali
  • Anak Agung Ayu Mayun Artati Program Studi Teater, Program Studi Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Bali

Keywords:

Tata Rias, Penari Bali, Periode 1920-1940-An, Perspektif Ni Ketut Arini.

Abstract

Tata rias merupakan elemen penting dalam seni pertunjukan, termasuk dalam tari Bali, karena tidak hanya mempercantik penampilan tetapi juga memperkuat karakter dan ekspresi penari. Penelitian ini mengungkap tata rias penari Bali pada periode 1920–1940-an berdasarkan keterangan dari maestro tari Bali Ni Ketut Arini (82 tahun), berdasarkan pada ingatannya sewaktu masih kecil saat memperhatikan para penari berhias, dan mengacu pada foto seniman I Wayan Rindi yang merupakan paman sekaligus guru tari dari Ibu Arini. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, studi dokumen, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata rias pada masa tersebut menggunakan bahan-bahan alami seperti jelaga, buah pinang, tangkai sirih, daun dlungdung (dadap berduri), minyak kelapa, perlengkapan nginang, kapas, bedak dari bahan alami, dan pamor (kapur sirih). Peralatan sederhana yang digunakan dalam proses menata rias seperti lampu sentir, lidi, pisau, dan cermin. Proses merias didahului dengan persembahyangan untuk memohon restu-Nya agar proses merias berjalan dengan lancar. Kajian ini memperkaya pemahaman terhadap praktik tata rias tradisional dan kearifan lokal dalam seni pertunjukan Bali.

                                                                                                                            

 

References

Dibia, I. Wayan. 2013. Puspasari Seni Tari Bali. Denpasar: UPT. Penerbitan ISI Denpasar.

Harymawan, R. M. A. 1988. Dramaturgi. Bandung: CV. Rosda.

Mardin, Erlanda Ian Prathiwi, Hayari, dan Sarman. 2019. “Eksistensi Tari Mondotambe Pada Masyarakat Tolaki di Kecamatan Unaaha.Kabupaten Konawe Abad XVIII-XX.” Journal Idea Of History, Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo 2(2): 50–63.

Moleong, Lexy J. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. 17 ed. Bandung: Alfabeta.

Swastika, I. Ketut Pasek. 2018. Arti dan Makna Sarana Upacara Puja Tri Sandhya. Denpasar: CV. Kayumas Agung.

Wulaningsih, Dwi Ari. 2021. “Biografi Seni Ni Ketut Arini, Seorang Penari dan Guru Tari Bali 1943-2020: Pendekatan Struktural Fungsional". Journal Idea Of History, Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo 4(1): 75–90.

Downloads

Published

2025-06-30 — Updated on 2025-06-30

Versions

How to Cite

Ni Nyoman Ayu Kunti Aryani, & Anak Agung Ayu Mayun Artati. (2025). TATA RIAS WAJAH PENARI BALI PERIODE TAHUN 1920-1940-AN (Perspektif Maestro Tari Bali Ni Ketut Arini). Jurnal Seni Makalangan, 12(1), 1–10. Retrieved from https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/makalangan/article/view/4258

Most read articles by the same author(s)