ENVIRONMENTAL ART

Penulis

  • Subayono Prodi Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISBI Bandung
  • Tyoba Armey AP Prodi Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISBI Bandung

Kata Kunci:

Dance Film, Environmental Art, Ekologi, Seni Lingkungan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan karya tari dalam medium dance film berjudul Environmental Art Riksasato yang mengangkat isu ekologis mengenai kerusakan hutan, keterpurukan satwa, dan konflik dengan manusia. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi, eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Melalui tahapan tersebut, lahir sebuah karya tari berbasis film yang memadukan eksplorasi gerak hewan, stilisasi tubuh penari, rias fantasi, busana karakter, elemen musik, serta kekuatan sinematografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dance film efektif menjadi sarana ekspresi kreatif sekaligus media kritik sosial-ekologis. Environmental Art Riksasato menampilkan narasi dramatik mulai dari deforestasi, kelaparan satwa, konflik antar hewan, hingga pertarungan dengan manusia, yang berpuncak pada hadirnya figur mafia hutan sebagai simbol kapitalis perusak alam. Karya ini menegaskan bahwa seni, melalui medium film tari, dapat menghadirkan pengalaman estetis yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya menjaga keberlangsungan lingkungan.

 

ABSTRACT

ENVIRONMENTAL ART, DECEMBER 2025. This research aims to create a dance work in the medium of a dance film entitled "Environmental Art Riksasato," which raises ecological issues concerning forest destruction, animal suffering, and conflict with humans. The research methods used include literature study, observation, exploration, improvisation, and composition. Through these stages, a film-based dance work was created that combines the exploration of animal movement, stylization of the dancer's body, fantasy makeup, character costumes, musical elements, and the power of cinematography. The results show that the dance film is effective as a means of creative expression as well as a medium for socio-ecological criticism. "Environmental Art Riksasato" presents a dramatic narrative ranging from deforestation, animal starvation, inter-animal conflict, to battles with humans, culminating in the appearance of the forest mafia figure as a symbol of capitalist nature destroyers. This work affirms that art, through the medium of dance film, can provide an aesthetic experience that is not only entertaining but also raising awareness about the importance of maintaining environmental sustainability.

 

Keywords: Dance Film, Environmental Art, Ecology, Environmental Art.

Referensi

Hawkins, A. M. (2003). Bergerak Menurut Kata Hati: Metoda Baru Dalam Mencipta.Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia & Ford Foundation.

Dibia, I. W. (2006). Tari Komunal. Lembaga Pendidikan Seni Nusantara. Soedar-sono. (1978). Pengantar Pengetahuan Dan Komposisi Tari. Akademi Seni Tari Indonesia.

Sudiardja, A. (1983). K. Langer Susanne: Pendekatan Baru Dalam Estetika. Dalam M. Sastrapratedja (Ed.), Manusia Multi Dimensional: Sebuah Renungan Filsafat. Gramedia.

Hadi, Y. S. (1996). Aspek-Aspek Dasar Koreografi Kelompok. Penerbit Manthili.

Diterbitkan

2025-12-31

Cara Mengutip

Subayono, & Tyoba Armey AP. (2025). ENVIRONMENTAL ART. Jurnal Seni Makalangan, 12(2), 159–169. Diambil dari https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/makalangan/article/view/4721