Fenomena Tari Cokek di Jakarta

Nurul Rohmawati

Abstract


Cokek dance as one of the Betawi arts has experienced dynamic as other arts. The dynamics lies in the presentation of cokek dance performances and cokek dance role today is more used as a foothold by most choreographer to create a new dance work creations were also relatively preferred Betawi community than its role as entertainment at weddings. Allegedly it happens because now the art of the
taste and values prevailing in society. Qualitative research methods with the Theory of Phenomenology is used to examine the phenomenon. The data obtained were later analyzed using philosophical analysis unit shaped descriptive analysis.

Keywords: phenomenology, Cokek dance, Betawi


Full Text:

PDF

References


Amelinda, Clarissa. 2014. Eksistensi Tari Cokek sebagai Hasil Akulturasi Budadaya Tionghoa dengan Budaya Betawi (Makalah Non Seminar). Depok: Fakultas Budaya Universitas Indonesia Depok.

Budiaman. 2000. Folklor Betawi. Jakarta: Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. 2000. Seni Budaya Betawi. Jakarta: Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Dinas Museum dan Pemugaran DKI Jakarta. 2000. Busana Betawi Sejarah dan Prospek Perkembangan. Jakarta: Dinas Museum dan Pemugaran DKI

Jakarta.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. 2012. Seni Pertunjukan Tradisional Betawi. Jakarta: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Dundu, Pingkan Elita. 2016. Tarian Lenggang Nyai Pukau Warga Tiongkok.

Jakarta: Kompas terbitan Senin, 8 Agustus 2016 Jakarta.

Faiq, Mohammad Hilmi. 2015. Cokek Hiburan Kaum Jelata. Jakarta: Kompas Jakarta.

Ruchiat, Rachmat, dkk. 2003. Ikhtisar Kesenian Betawi. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta.

Setiati, Eni, dkk. 2009. Ensiklopedia Jakarta jilid 2. Jakarta: Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Sujana, Anis. 2009. Pergeseran Fungsi dan Bentuk Ronggeng di Jawa Barat. Jurnal Panggung 2009. Bandung: Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung

Yohanes, Benny. 2016. Materi Matrikulasi Pascasarjana ISBI Bandung. Bandung: Pascasarjana ISBI Bandung.

webtografi :

Bahuy, Sahlan. 2014. Apresiasi Telisik Tari Betawi (tantangan proses penciptaan tari berbasis tradisi) Jakarta: https://sahlanbahuy.wordpress.com/2014/12/28/apresiasi-telisik-tari-betawitantangan-proses-penciptaan-tariberbasis-tradisi/, diakses Jumat, 26 Agustus 2016, Pukul 22.00 WIB.

http://www.budaya-indonesia.org/Tari-Sipatmo/ Senin, 29 Agustus 2016, Pukul 16.24 WIB. Diakses Senin, 29 Agustus 2016, Pukul 15.53 WIB.

http://www.beritasatu.com/budaya/231516-dewan-kesenian-jakarta-perkenalkan-kembali-tari-betawi-Cokek-asli.html Diakses Senin, 29 Agustus 2016, Pukul 16.14 WIB.

http://jakarta.ppsw.or.id/index.php option=com_content&view=article

&id=67:sipatmo&catid=1:berita-ppsw-jakarta&Itemid=31, Diakses Senin, 29 Agustus 2016, Pukul 16.11 WIB.

https://wartafeminis.com/2016/04/28/tariCokek-sipatmo-lentera-benteng-jaya/Diakses Senin, 29 Agustus 2016, pukul 16.06WIB.

Nara Sumber:

Dian Anggraini (27 tahun).

Entong Kisam (46 tahun).




DOI: http://dx.doi.org/10.26742/pantun.v1i2.758

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons LicenseThis work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Print ISSN (pISSN)
:
 
Online ISSN (e-ISSN)
:
 

Lembaga Pengindex Jurnal Pantun:

 

 
 
 
Google Scholar
BASE (Bielefeld Academic Search Engine)
 
PKP Index  
Portal Garuda DIKTI 
Indonesian One Search (IOS)
 
Crossref