EUSI-KOSONG DALAM KURUNG-KURING: EKSPLORASI KOREOGRAFI BERBASIS USIK PENCA SEBAGAI SIMBOL FILOSOFIS DALAM BUDAYA SUNDA

Authors

  • Anggha Nugraha Saeffurridjal
  • Een Herdiani
  • Lilis Sumiati

Abstract

Karya tari ”Kurung-Kuring” merupakan eksplorasi koreografi yang mengadaptasi gerak Ibing Penca
dalam konteks makna filosofis eusi-kosong. Pemaknaan eusi-kosong, yang berarti ada dan tiada merupakan
simbol kehidupan yang diadopsi dari tradisi usik penca Sunda. Melalui eksplorasi koreografi
dan stilasi gerak, karya ini tidak hanya menampilkan estetika gerak, tetapi juga menggambarkan
nilai-nilai filosofis dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda. Karya ini terfokus pada penggunaan
medium gerak, yang didukung oleh musik, tata rias, busana, dan tata panggung yang dirancang untuk
memperkuat makna dan suasana dalam setiap adegan. Metode artistic dengan model pactise base
research menjadi pilihan dalam melakukan eksplorasi gerak dan refleksi filosofis untuk menciptakan
sebuah karya yang memiliki makna mendalam baik secara visual maupun naratif. Dalam makalah ini,
penulis memaparkan proses penciptaan, teori yang digunakan, dan analisis filosofis terhadap konsep
eusi-kosong dalam budaya Sunda.

Downloads

Published

2024-11-30