MANIFESTASI TRADISI LISAN BUDAYA SUMEDANG DALAM LAKON PALAGAN DI KUTAMAYA

Authors

  • Lilis Sumiati
  • Eti Mulyati
  • Pradasta Asyari

Abstract

Di tengah tantangan pelestarian tradisi lisan, Wayang Orang Priangan Palagan di Kutamaya hadir
sebagai model revitalisasi inovatif dengan mengangkat narasi Babad Sumedang. Penelitian ini
membedah proses transformasi tradisi lisan tersebut menjadi pertunjukan yang relevan bagi audiens
kontemporer melalui pendekatan mixed-methods dan kerangka semiotika tripartisi Nattiez (poietic,
immanent, esthesic). Hasilnya menunjukkan bahwa strategi kreatif (poietic) mengangkat babad lokal
diterima sebagai pembaruan signifikan, koherensi struktur pertunjukan (immanent) berhasil
memadukan kaidah tradisi dengan elemen visual baru, sementara resepsi audiens (esthesic)
memperlihatkan keterlibatan emosional sekaligus apresiasi terhadap inovasi. Temuan ini
menggarisbawahi bahwa revitalisasi tradisi tidak ditentukan oleh konservasi puritan maupun inovasi
radikal, melainkan keseimbangan dinamis antara otentisitas dan relevansi kontekstual, di mana
makna pertunjukan senantiasa dinegosiasikan dalam interaksi antara panggung dan penonton.
Kata Kunci: Wayang Orang Priangan, Tradisi Lisan, Babad Sumedang, Revitalisasi Budaya,
Semiotika Pertunjukan, Resepsi Audiens.

Downloads

Published

2025-12-01