PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TARI WAYANG PRIANGAN
Abstract
Pendidikan karakter merupakan aspek kritis dalam membentuk identitas individu dan masyarakat. Artikel
ini mengeksplorasi pendidikan karakter dalam konteks seni tradisional Jawa Barat, khususnya Tari
Wayang Priangan. Fokus utama studi ini adalah pada dua pasang tarian yang mencerminkan kearifan
lokal dan moralitas tradisional, yakni Tari Srikandi-Mustakaweni dan Tari Arjuna Sasrabahu-Somantri.
Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis simbolisme, naratif, dan pertunjukan
tari sebagai sarana pendidikan karakter. Hasil analisis menyoroti peran penting Tari Wayang Priangan
dalam membentuk nilai-nilai seperti keberanian, keadilan, dan kebijaksanaan. Cerita-cerita ini tidak
hanya menjadi bentuk seni yang memukau tetapi juga mengandung pesan moral yang dapat membentuk
karakter masyarakat. Kearifan lokal tercermin dalam simbolisme, gerakan, dan tema-tema yang diangkat
dalam kedua pasang tarian tersebut. Pendidikan karakter melalui Tari Wayang Priangan tidak hanya
terbatas pada pertunjukan, melainkan juga menciptakan ruang refleksi dan dialog dalam masyarakat Priangan.
Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman mendalam tentang bagaimana
seni tradisional, khususnya Tari Wayang Priangan, dapat menjadi agen efektif dalam mendidik karakter
dan memelihara kearifan lokal serta moralitas tradisional. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat
digunakan sebagai dasar pengembangan program pendidikan karakter di sekolah dan komunitas yang
ingin memanfaatkan potensi seni tradisional untuk membentuk karakter positif.





