ETIKA DAN ESTETIKA DALAM TARI KETUK TILU GAYA PAKALERAN
Abstract
Ketuk Tilu merupakan representasi dari masyarakat agraris. Dalam pelaksanaannya terdapat unsur magic
yang berhubungan dengan adat istiadat para pelaku seni Ketuk Tilu. Artikel ini, akan menganalisis
etika dan estetika Ketuk Tilu gaya Karawang, dan Ketuk Tilu Subang dengan menggunakan pendekatan
Levinson. Persimpangan antara estetika dan etika dapat dipahami sebagai tiga bidang penyelidikan.
Yang pertama adalah permasalahan atau anggapan umum dalam estetika dan etika, yang merupakan
dua cabang teori nilai tradisional. Yang kedua adalah persoalan etika dalam estetika, atau dalam praktik
seni. Dan bidang ketiga adalah persoalan estetika dalam etika, teoretis dan terapan. Etika para pelaku
seni tradisi sebelum tampil di atas panggung ada yang harus dilakukan, yaitu; jiarah ke kuburan, mandi
kembang, datang ke dukun untuk minta jampi-jampi atau susuk, hal ini disebut sebagai pamake. untuk
memperkuat daya tariknya secara presentasional senantiasa melakukan pendekatan spiritual yang berkaitan
dengan “pamake”. Kegiatan tersebut merupakan magi produktif untuk mempertajam tubuhnya
agar selalu bercahaya atau bersinar, sehingga akan tampak auranya ketika tampil di atas pentas. Selanjutnya
berkaitan dengan magi protektif adalah berhubungan dengan keselamatan, agar pada waktu
pertunjukan mendapatkan pelindungan dari Allah SWT, supaya lancar dan selamat. Pada pertunjukan
Ketuk Tilu itu secara estetik meliputi sajian lagu, tarian, dan rias busana. Pola sajian lagu pada Ketuk
Tilu masing-masing lagu mempunyai strukturnya sendiri yang membedakan dengan lagu lainnya, inilah
yang menjadikan ciri khas Ketuk Tilu. Ungkapan estetik Ketuk Tilu itu jika ditilik pada pertunjukannya
meliputi Kewès, Luwes, dan Pantes. Keadaan ini, selanjutnya menjadikan ronggeng sebagai wanita yang
mandiri dan wanita yang eksklusif, sehingga hal itu mengakibat pada dirinya mengalami suatu perubahan
pergantian perilaku (bihavioral shift). Dari realitas ini, sesungguhnya ronggeng dalam konteks
kedudukan dan perannya di tengah-tengah masyarakat dan kehidupan.





