PELATIHAN PEMBUATAN MOTIF BATIK DENGAN TEKNIK MALAM DINGIN UNTUK DESAIN PRODUK FASHION MODEST DI ISLAMIC FASHION INSTITUTE

Authors

  • Dede Ananta K. Perangin-angin
  • Martien Roos Nagara
  • Dwi Audry Viandra Puteri

Abstract

Batik sebagai warisan budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam industri
fashion modest yang tengah berkembang pesat di zaman ini. Namun, pembuatan batik tradisional
dengan teknik malam panas menghadapi sejumlah keterbatasan, seperti proses yang memakan
waktu, membutuhkan keterampilan tinggi, serta kurang ramah lingkungan. Kesenjangan penelitian
ini terletak pada minimnya pemanfaatan teknik malam dingin yang lebih praktis, efisien, dan adaptif
dalam konteks desain produk fashion modest. Kebaruan program ini ada pada penerapan teknik
malam dingin sebagai sarana eksplorasi motif batik yang aplikatif untuk busana muslim di Islamic
Fashion Institute (IFI). Dengan penggunaan teknik ini tidak hanya lebih cepat dan ramah lingkungan,
tetapi juga membuka peluang lahirnya komposisi visual yang baru sesuai dengan tren kontemporer.
Dengan demikian, pelatihan ini menjadi model inovasi yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan
kebutuhan industri kreatif global. Metode yang digunakan adalah Design Thinking dengan lima
tahap: empathize, define, ideate, prototype, dan test melalui pendekatan partisipatif, peserta dilatih
untuk mengidentifikasi kebutuhan, mengeksplorasi motif, dan menghasilkan konsep desain busana
muslim secara digital dengan penerapan motif batik malam dingin. Hasil yang diharapkan mencakup
peningkatan keterampilan teknis 20 mahasiswa IFI, lahirnya konsep desain produk fashion modest
berbasis batik, serta kontribusi nyata terhadap pelestarian budaya dan penguatan daya saing industri
kreatif Indonesia.
Kata kunci: batik malam dingin, Design Thinking, eksplorasi motif, fashion modest, Islamic Fashion
Institute

Downloads

Published

2025-12-01