EKSPLORASI MATERIAL RESIN DALAM KARYA PATUNG: IKON-IKON KEAGAMAAN ISLAM

Devi Rosita, Zaenudin Ramli, Gabriel Aries Setiadi

Abstract


The artworks, consisting of three objects, serve as a reminder of Islamic values that are fading or being forgotten as human beings try to keep up with the development of the era. First, eyeglasses and magnification by multiple layers of acrylic glass visualizes how someone seeks for knowledge according to his or her faith in Islam. It is displayed on a table in an open position. Second, the objects of hijab, such as khimar, clothes and trousers displayed on the wall show how a person with knowledge, especially female, dresses. Third, the objects of a string of prayer beads and some beads show how someone interacts with electronic communication devices and social media. It is hunged on a pair of hands and also displayed on a table. Resin is used as the material since it is analagous with human due to the existence of religion that manages and shapes human lives. 

Keywords: Resin, Glasses, Hijab, String of Prayer Beads 

________________________________________________________________

 

Pengkaryaan ini terdiri dari tiga objek dan bertujuan untuk kembali mengingatkan nilai-nilai dalam Islam yang mulai samar atau bahkan dilupakan, manusia yang hidup di alam ini tentunya akan mengikuti perkembangan zaman, karena manusia sendirilah yang berperan penting didalamnya. Pertama, objek karya kacamata, ukuran yang diperbesar dengan kaca akrilik yang berlayer memvisualisasikan dari bagaimana manusia berdasarkan keyakinannya dalam Islam pada zaman sekarang ini untuk menuntut ilmu. Karya kacamata disajikan di atas meja dengan posisi tebuka. Kedua, objek karya hijab, seperti khimar, baju, dan celana, yang ditempel di dinding menunjukkan bagaimana seseorang yang berilmu, terutama perempuan, berpenampilan. Ketiga, objek karya tasbih dan biji tasbih (simbol dari sosial media) memperlihatkan bagaimana seseorang bersosialisasi dengan media komunikasi elektronik atau media sosial. Karya disajikan dengan digantung pada sepasang tangan dan sebagian disimpan di meja penyajian. Material yang digunakan penulis adalah resin yang dianalogikan dengan manusia dengan adanya keagamaan yang mengatur dan membentuk.  

Kata Kunci: Resin, Kacamata, Hijab, Tasbih


References


Abbas Mahmud Al-Aqqad. (1986). Filsafat Qur’an. Pustaka Firdaus: Jakarta.

As’adi Muhammad. (2012). Resep-Resep Cespleng Pemancar Inner Beauty Muslimah. Sabil: Jakarta.

Bambang Sugiharto. (2015). Untuk Apa Seni?. Matahari: Bandung.

Badriah dan Samihah. (2014). yuk, Sempurnakan Hijab!. AISAR Publishing: Solo.

C. Iskandar. (1978). Sejarah Kesenian Islam Jilid II. Bulan Bintang: Jakarta.

G. Lono Simatupang, M.A. (2016). Spirit Pesona Perempuan dalam Seni Pertunjukkan seni rupa dan seni sastra. Sunan Ambu Press: Bandung.

H. Fachruddin Hs. (1992). Ensiklopedia Al-Qur’an, jilid I: A-L. P.T. Melton Putra: Jakarta.

H. Fachruddin Hs. (1992). Ensiklopedia Al-Qur’an, jilid II: M-Z. P.T. Melton Putra: Jakarta.

Tim penyusun Kamus. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi 2 cetakan 9. Pusat Pembimbingan dan Pengembangan Bahasa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Balai Pustaka: Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.