“Tene Simah Kuet” Reinterpretasi Kesenian Musik Tradisional Didong Kedalam Komposisi Musik Karawitan.

Penulis

  • Windi Simah Bengi Institut seni Budaya Indonesia Aceh, Indonesia
  • Surya Rahman Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Indonesia
  • Rico Gusmanto Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Indonesia
  • Rizki Mona Dwi Putra Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Indonesia

Kata Kunci:

Didong , dynamic , forte, regum, Tene Simah Kuet

Abstrak

“Tene Simah Kuet” adalah karya komposisi musik karawitan yang bersumber dari unsur musik regum/kode dalam kesenian Didong. Dalam kesenian didong regum merupakan peran penting sebagai penanda berakhirnya permainan tersebut. “Tene Simah Kuet” dapat diartikan sebagai tanda/penanda yang membawa kekuatan dalam bentuk perubahan tempo dan dinamika sebuah permainan. Dalam hal ini pengkarya menafsirkan regum pada kesenian Didong melalui pengembangan ke dalam bentuk ritme dan vokal. Karya “Tene Simah Kuet” terdiri atas satu kesatuan bagian karya yang mengaktualisasikan regum/kode dinamika forte dalam bagian karya.“Tene Simah Kuet” akan diaktualisasikan dengan menggunakan materi garap serta teknik atau istilah musik unison, call and respons, hocketing, dan dinamika. Karya ini digarap dengan menggunakan pendekatan garap reinterpretasi, dengan menjadikan regum dinamika keras dalam Didong kedalam media bantal, vokal, body percussion dan stik kayu. Kata kunci: Tene Simah Kuet, regum, Dinamika, forte, Didong.

Referensi

Alfarozy, Riski, Noerman. (2020) “Dedes A Kidnap” Laporan Karya Seni. Universitas Negeri Malang.

Ardini, N. W. ed., al. (2022). Ragam Metode Penciptaan Seni. Purbalingga: Eureka Media Aksara.

Aryesha, V. (2018). Musik Didong Mencerminkan identitas Sosial Masyarakat Gayo. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA), 3(5). 14-30.

Banoe, P. (2003). Kamus Musik. Yogyakarta: Kanisius.

Edmund P.S.J, Karl. (2004). Ilmu Bentuk Musik. Yogyakarta : Pusat Musik Liturgi.

Hartono, (2022). “Leng Si Gere Pas”. Laporan Karya Seni. Institut Seni Budaya Indonesia Aceh.

Melalatoa, M. J., & Sastra, P. P. B. B. (1981). Kebinet dalam Sastra Gayo. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Mahdalena, L. (2014). Peranan Didong dalam Meningkatkan Nasionalisme Siswa SMP Negeri 6 Takengon Kab. Aceh Tengah. Skripsi. Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan.

Melalatoa, M., J. (2001). Seni Tradisi Lisan Nusantara, Jakarta : Penerbit Yayasan Asosiasi Tradisi Lisan.

Rahman, Surya, Gusmanto, Rico. (2022) “Cang Panah” Laporan Karya Seni. Institut Seni Budaya Indonesia Aceh.

Waridi., (2008). Gagasan dan Kekaryaan Tiga Empu Karawitan: Pilar Kehidupan Karawitan Jawa Gaya Surakarta 1950-1970-an: Ki Martapengrawit, Ki Tjakrawasita, Ki Nartasabda. Bandung: Etnoteater Publisher.

Diterbitkan

2024-12-31

Citation Check