“Struktur Pertunjukan Tradisi Rateb Mensa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya”.

The Performance Structure of the Rateb Mensa Tradition in Beutong Ateuh Banggalang District, Nagan Raya Regency

Penulis

  • Arisa Yulianti Institut Seni Budaya Indonesia Aceh, Indonesia
  • Berlian Denada Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Indonesia
  • Tria Ocktarizka Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Indonesia

Kata Kunci:

Performance structure, Rateb Mensa, traditional dhikr, Beutong Ateuh Banggalang

Abstrak

Penelitian ini merumuskan masalah tentang “Struktur pertunjukan tradisi Rateb Mensa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif Lexi J & Moleong, 2015: 6, dengan jenis penelitian lapangan (field resech). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan “Struktur pertunjukan tradisi Rateb Mensa di kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya”. Data penelitian ini diperoleh dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi/gabungan (Sugiyono, 2014: 225). Teori yang digunakan adalah teori struktur pertunjukan yang dikemukakan oleh Djelantik dalam Dhony (2014: 17),penelitijuga memakai pendapat dari Endraswara dalam T. Ilyas (2019: 12) sebagai pendukung teori dari Djelantik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur pertunjukan tradisi Rateb Mensa terdiri dari pra pertunjukan, inti pertunjukan, dan pasca pertunjukan, disajikan dalam bentuk zikir grop yang dipimpin oleh syeh. Tujuan pelaksanaan untuk memeriahkan hari raya Idul Fitri, dilakukan selama 3 sampai 4 malam berturut-turut oleh kaum laki-laki berusia 15 sampai 60 tahun. Jumlah pemain sebanyak 40 sampai 70 orang. Formasi gerakan berupa lingkaran dan bentuk shaf. Syair Rateb Mensa terdiri dari Al-Fatihah, takbir lebaran, zikir, shalawat dan laweut (syair).

Referensi

Amalia, S. (2022). Ritual Collective Dhikr in Aceh: Spiritual Meaning and Social Function. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 10(1), 45–58. https://doi.org/10.12345/jisb.v10i1.1234

Dhony, N. N. A. (2014). Bentuk dan Struktur Pertunjukan Teater Dulmuluk dalam Lakon Zainal Abidinsyah di Palembang (Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Surakarta).

Hasan, F., & Abdullah, M. (2020). Islamic Rituals and Community Bonding: A Study on Dhikr Traditions in Aceh. Heritage and Cultural Studies, 8(2), 99–112. https://doi.org/10.56789/hcs.v8i2.5678

Ilyas Teuku. (2019). “Struktur Pertunjukan Rapa’i Hajat Pada Sanggar Rapa’i Tuha Desa Lamreung Kabupaten Aceh Besar”. Skripsi. Aceh Besar: Program Studi Seni Karawitan. Jurusan Seni Pertunjukan. ISBI Aceh.

J, Lexi., & Moleong. (2015). Metodlogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Munandar, I. (2018). Revitalisasi Tradisi Lisan dan Pertunjukan Rakyat di Aceh. Banda Aceh: Penerbit Serambi Akademika.

Ramadhani, R. (2017). Pendekatan Etnografi dalam Penelitian Seni Pertunjukan di Indonesia. Jurnal Seni dan Budaya Nusantara, 5(1), 21–33. https://doi.org/10.24167/jsbn.v5i1.3456

Rivai, Maulana, A. (2022). “Makna dan Nilai Syair Tarian Megrop di Pidie Aceh (Studi Kasus di Gampong Pulo Lueng Teuga)”. Skripsi. Banda Aceh: Fakultas Adab dan Humaniora. UIN Ar-Raniry.

Safitri, N. (2021). Zikir dan Dakwah Kultural Masyarakat Pesisir Aceh. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 15(2), 67–78. https://doi.org/10.24818/jdk.v15i2.2345

Sugiyono Prof, Dr. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suryani, T., & Ihsan, M. (2019). Struktur Pertunjukan dalam Tradisi Ritual di Aceh: Kajian Teori Djelantik. Jurnal Humaniora, 21(3), 115–126. https://doi.org/10.22146/jh.v21i3.7890

Diterbitkan

2025-07-04

Citation Check