Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Perkembangan Ronggeng Sebagai Seni Tradisi Di Kabupaten Pangandaran

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian kepustakaan dan lapangan mengenai potensi sosial, ekonomi, politik, dan budaya Kabupaten Pangandaran yang dibiayai oleh Dikti tahun Anggar- an 2014. Permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini adalah bagaimana sejarah seni ronggeng itu? Apakah penyajian seni ronggeng tersebut mengalami perubahan dari waktu ke waktu? Bagaimana upaya pemerintah dalam melestarikan seni ronggeng? Untuk menjawab pertanyaan itu, metode penelitian yang dipergunakan adalah metode sejarah karena penelitian ini dilaku- kan dalam perspektif historis. Dalam implementasinya, metode sejarah meliputi empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Untuk keperluan analisis, tulisan ini dileng- kapi dengan konsep dan teori kesenian yang relevan dengan permasalahan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awalnya, kesenian ronggeng menunjukkan sifat sakral karena terkait dengan kepercayaan samanisme dan dalam perkembangannya, bergeser menjadi bersifat profan. Unsur-unsur negatif yang melekat dalam kesenian ronggeng, secara perlahan dihapus atau diubah sehingga dipandang tidak lagi melanggar norma sosial.

 

Kata kunci: Pangandaran, ronggeng, sejarah, kesenian tradisional

PDF

References

  1. Anis Sujana
  2. Pengantar Sejarah Tari I Sumber-sumber Data Tari Pada Masa (Pra) Hindu di Jawa Barat. Bandung: Akademi Seni Tari Indonesia.
  3. ---------------,
  4. Evolusi Ronggeng gunung dari Ri- tus Kesuburan ke Pertunjukan Hi- buran dalam Panggung Jurnal Seni STSI Bandung No XVIII.
  5. Etty Suhaety
  6. Pertunjukan Ronggeng gunung di Banjarsari Kabupaten Ciamis. Sura- karta: Tesis Institut Seni Indonesia Surakarta.
  7. Harsojo
  8. Pengantar Antropologi. Bandung: Bi- natjipta.
  9. Koentjaraningrat
  10. Kebudayaan Mentalitet dan Pembangun-
  11. nan. Jakarta: Gramedia.
  12. Lia Amelia dan Een Herdiani
  13. Peran dan Citra Pesempuan dalam Tari Sunda, dalam Panggung Jurnal Seni STSI Bandung Vol 17 No 4.
  14. Nina H. Lubis, et al.
  15. Sejarah Tatar Sunda. Bandung: Pusat Penelitian Kemasyarakatan & Kebu- dayaan. Lemlit Universitas Padjad jaran.
  16. ---------------,
  17. Sejarah Kebudayaan Sunda. Bandung: YMSI Cabang Jawa Barat.
  18. R. Tjetje Somantri
  19. “Tari-Tarian di Pasundan†dalam Majalah Budaya. Bandung: Jawatan Kebudayaan Perwakilan Jawa Barat.
  20. Sudarto
  21. Topeng Babakan Cirebon 1900-1990.
  22. Tesis. Yogyakarta: Program Pascasar- jana UGM.
  23. Taufik Abdullah
  24. “Sebuah Kilas Balik yang Berpihak; Tentang Peta Pemikiran Kebudaya- an, Analisis Makalah-makalah dalam Kongres Kebudayaan â€. Kalam.
  25. Sumber Lain:
  26. Wawancara dengan Nia Kurniasih (42 ta- hun) pada 9 Mei 2014
  27. http://pangandaran/tarironggenggunung( ciamis, jawa barat)budaya. htm, diakses 28 juni 2014.