Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Metode Diplomatik dalam Mengidentifikasi Kandungan Isi Naskah Gulungan Berbahan Daluang Koleksi Candi Cangkuang

Abstract

ABSTRACT

This paper presents the results of the identification of rolled manuscripts made of daluang using diplomatic method. This method aims at getting the authenticity of the script based on the information that accompanies the text with the internal evidence contained in the manuscript. In terms of script identification techniques, diplomatic method utilizes direct observation techniques, assisted by other descriptions of contemporary manuscript as an evidence and support of the relevant literature. The use of diplomatic method in identifying rolled manuscripts produces the characteristics of the material, the literacy/language used in the text, and the editorial lapses contained in the text, but the identity of the author or the copyist and the time of the writing or copying manuscripts could not be found.

Keywords: Manuscript identification, daluang, diplomatic method

 

ABSTRAK


Tulisan ini menyajikan hasil identifikasi naskah gulungan berbahan daluang dengan menggunakan metode diplomatik. Metode diplomatik bertujuan untuk mendapatkan keaslian naskah berdasarkan informasi yang ada di dalam teks dengan bukti internal yang terkandung dalam naskah tersebut. Dalam hal teknik identifikasi naskah, metode diplomatik memanfaatkan teknik observasi langsung, dibantu dengan deskripsi dari naskah kontemporer lain sebagai bukti dan pendukung literatur yang relevan. Penggunaan metode diplomatik dalam mengidentifikasi naskah gulungan menghasilkan karakteristik material, huruf/bahasa yang digunakan dalam teks, dan penyimpangan editorial yang terkandung dalam teks, tetapi tidak bisa menemukan identitas penulis atau penyalin dan waktu penulisan atau penyalinan naskah.

Kata kunci: Identifikasi naskah, daluang, metode diplomatik

PDF

References

  1. Al-J?rimy, Aziz.
  2. al-Bal?gat al-w?dihah. Mesir: Dar’ al-Ma’?rif.
  3. Baried, Siti Baroroh.
  4. Pengantar Filologi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
  5. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  6. Heyne, K.
  7. Tumbuhan Berguna Indonesia, Jilid II, Jakarta: Badan Litbang Kehutanan.
  8. Hunter, Dard.
  9. Papermaking: The History and Technique of an Ancient Craft. New York: Alfred A. Knopf, Inc.
  10. Kooijiman, Simon.
  11. Tapa In Polynesia. Bernice P. Bishop Museum Bulletin 234. Hawaii: Bishop
  12. Museum Press Honolulu.
  13. Lubis, Nina H. et. al.
  14. Sejarah Tatar Sunda Jilid 1. Bandung: Satya Historika.
  15. Lubis, Nina H.
  16. Historiografi Barat. Bandung: Satya Historika.
  17. Mulyadi, Sri Wulan Rujiati.
  18. Kodikologi Melayu di Indonesia, Lembar Sastra Edisi Khusus No. 24. Depok:
  19. Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
  20. Permadi, Tedi.
  21. Identifikasi Fisik Bahan Naskah (Daluang) Gulungan Koleksi Cagar Budaya
  22. Candi Cangkuang dengan Metode Pengamatan Langsng dan Uji Sampel di
  23. Laboratorium. Dimuat dalam Jurnal manuskrip Nusantara (Jumantara) Vo.
  24. No. 1 Tahun 2012.
  25. Pigeaud, Theodore G.Th.
  26. Literature of Java I: Synopsis of Javanese Literature 900-1900, KITLV. The
  27. Hague: Martinus Nijhoff.
  28. Rasjid, Sulaiman.
  29. Fiqh Islam. Bandung: Sinar Baru Algesindo
  30. Robson, S.O.
  31. Prinsip-prinsip Filologi Indonesia. Jakarta: Publikasi bersama Pusat
  32. pembinaan dan pengembangan Bahasa dengan RUL.
  33. Rukmi, Maria Indra.
  34. Penyalinan Naskah Melayu di Jakarta pada Abad XIX. Jakarta: Fakultas Sastra
  35. Universitas Indonesia.
  36. Shiddiq Al Jawi, Muhammad.
  37. Adab-adab Khutbah Jum’at, Makalah pada Kursus Khatib Angkatan XII yang diselenggarakan oleh Badan Dakwah Islam Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) di Jakarta, Jum’at, 10 Oktober 1997. Jakarta: -.
  38. Wartini, Tien dkk.
  39. Sanghyang Swawarcinta: Teks dan Terjemahan. Jakarta: Perpustakaan
  40. Nasional Republik Indonesia – Pusat Studi Sunda.