Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Perkembangan Pertunjukan Salawat Dulang di Minangkabau

Abstract

ABSTRACT

The purpose of this study is to examine the factors that cause the development and changes in Salawat Dulang which initially had a function as a means of preaching. Salawat Dulang is one of traditional art that uses vocal and dulang as instruments. The poem delivered at salawat dulang contains Islamic teachings including remembrance of Allah SWT and praise to the prophet Muhammad SAW. Based on the current situation there has been developments and changes in Salawat Dulang which has resulted in changes of function to entertainment performances. This study used qualitative method as well as anthropology, sociology, and aesthetic approaches.Data collection techniques are carried out in several ways including observation, interviews, and documentation. The results found on the development and changes in Salawat Dulang are caused by both internal, and external factors by not changing existing values. changes occurred in the presentation of vocals adobted from modern and popular songs, so as to better adapt to the tastes of the supporting community

Keywords : Salawat Dulang, Performing Art and Developmen


ABSTRAK

Tujuan Penelitian adalah untuk membahas perkembangan dan perubahan pertunjukan salawat dulang yang pada awalnya berfungsi sebagai sarana dakwah. Salawat dulang merupakan kesenian bernuasa Islam yang disajikan dalam bentuk vokal dan diiringi oleh pukulan dulang sebagai musik pengiring. Syair yang disampaikan berisikan ajaran Islam berupa zikir kepada Allah SWT dan pujian kepada nabi Muhammad SAW. Seiring perkembangan zaman salawat dulang mengalami pergeseran menjadi seni pertunjukan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan antropologi, sosiologi, dan estetika. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan dan perubahan salawat dulang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal dengan tidak merubah nilai-nilai tradisi yang ada. Perubahan terjadi pada penyajian vokal yang mengadopsi lagu-lagu modern dan populer, sehingga lebih menyesuaikan dengan selera masyarakat pendukungnya.

Kata kunci: salawat dulang, seni pertunjukan dan perkembangan

PDF

References

  1. Atjeh. Abu Bakar, 1963, Pengantar Ilmu Tharekat Uraian tentang Mistik.Jakarta. Ramadhani.
  2. Abdul Syani 1995 Sosiologi Dan perubahan Masyarakat, Lampung. Pustaka Jaya.
  3. Edi Sedyawati. 1981 Pertumbuhan Seni Pertunjukan Indonesia. Sinar Harapan,J akarta
  4. Eka Meigalia.2010. Tinjauan Humor Dalam Pertunjukan Salawat dulang.
  5. Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior Vol. 1, no 1 Pusat Studi Informasi dan Kebudayaan Minangkabau (PSIKM) dan Sastra Daerah FIB Universitas Andalas. Padang:
  6. Elly M. Setiadi. 2011.Ilmu Sosial Budaya dan Dasar, Jakarta: Kencana
  7. Firdaus 2013. Salawat dulang sebagai mata kuliah di ISI Padangpanjang. Buku Ajar.ISI Padangpanjang.
  8. Heristina Dewi, 2016 Keberlanjutan dan Perubahan Seni Pertunjukan Kuda Kepang di Sei Bamban, Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Panggung Vol. 26 No. 2, (139-150)
  9. Irdawati 2018: Pengembangan Koreogra? Tari Podang Perisai dari Tradisi menjadi Modern di Kuantan Singingi Riau. Panggung Vol. 28 No. 2 hal .215-229
  10. Lexy J Moleong. (1991) Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
  11. Mursal Esten, 1993. MinangKabau, Tradisi dan Perubahan. Padang . Angkasa Raya
  12. Mahmud Yunus 1985. Sejarah Pendidikan Islam Jilid III. Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
  13. Misda Elina, 2018. Pengemasan Seni Pertunjukan Tradisional sebagai Daya Tarik Wisata di Istana Basa Pagaruyung Panggung Vol. 28 No. 3 hal. 304-316
  14. Mahdi Bahar, 2004. Seni Tradisi Menantang Perubahan. Bunga Rampai. STSI Padangpanjang.
  15. ------------2013. Islam Dan Kebudayaan Seni Minangkabau, Institut Seni
  16. Indonesia Padangpanjang
  17. Ricklefs,MC. 1995. Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta Gajah Mada .University Press
  18. Rosta Minarti. 2018. Kreativitas Garap sebagai Strategi Pengembangan Musik Kompang Grup Delima di Bantan Tua Bengkalis . Jurnal Panggung Vol. 28 no. 3 hal. 346-359
  19. Rohidi, Tjetjep Rohendi, 2000. Kesenian Dalam Pendekatan Kebudayaan, . STSI Bandung Press.
  20. Sri Rustiyanti, 2010 Menyingkap Seni Pertunjukan Etnik di Indonesia. Sunan Ambu: STSI Press,Bandung,
  21. Soedarsono R.M., 2001 Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI).
  22. Umar Kayam. 1981. Seni, Tradisi, Masyarakat . Jakarta: Sinar Harapan
  23. Wilma Sriwulan 2018 Spirituality In The “Battle” Of Two Ideologies In The Performance Of Salawaik Salawat dulang In Minangkabau Jurnal Arts and Design Studies Vol.67,
  24. ----------------- 1990. Salawat dulang Seni Bernafaskan Islam salah satu Ekspansi Budaya Masyarakat Minangkabau ( Kontinuitas dan Perubahan).Tesis S2. UGM Yogyakarta