Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Nirmana Nada Bertautan: Alih Wahana Rupa menjadi Bunyi

Abstract

ABSTRACT

 

This musical composition is a medium change of nirmana fine art into sound. Nirmana is a basic composition of fine art which organizing visual language in a form of level, color, line, dot, and tex- ture. Nirmana means something not meaningful or meaningless. This composition work, therefore, does not mean to convey a message or story, but simply to compose the musical elements including rhythm, melody, and harmony. As the expression media, the composition uses Javanese gamelan combined with saxophone, violin, and cello. The gamelan here just acts as a vehicle or medium of expression. The conventional patterns of gamelan music play covering form, scales, and pathet are not used in this composition.

 

Key words: nirmana, medium change

 

 

ABSTRAK

 

Komposisi musik ini merupakan alih wahana dari seni rupa nirmana menjadi bunyi. Nir- mana merupakan komposisi dasar seni rupa yang mengorganisasikan bahasa rupa berupa bidang, warna, garis, titik dan tekstur. Nirmana artinya tidak berarti atau tidak bermakna. Dengan demikian karya komposisi ini tidak bermaksud menyampaikan pesan atau cerita, tetapi semata-mata menyusun unsur musik yang meliputi ritme, melodi dan harmoni. Se- bagai media ungkap, komposisi ini menggunakan gamelan Jawa yang digabung saxophone, biola dan cello. Gamelan di sini hanya perperan sebagai wahana atau media ekspresi. Atur- an bermain gamelan secara konvensional yang meliputi bentuk, tangga nada, dan pathet tidak digunakan dalam komposisi ini.

 

Kata kunci: nirmana, alih wahana

 

 

PDF

References

  1. A. M. Djelantik,
  2. Pengantar Dasar llmu Estetika, Estetika Instrumental. Denpasar: STSI Press,.
  3. Fajar Sidik dan Aming Prayitna.
  4. (tt) Disain Elementer 1. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia.
  5. Hanggar Budi Prasetya
  6. “Pathet: Ruang Bunyi dalam Karawitan Gaya Yogyakarta†dalam Panggung Jurnal Ilmiah
  7. Suharto). Yogyakarta: Ikalasti.
  8. Sri Djoharnurani
  9. “Seni dan Intertekstualitas Se- buah Perspektif’, Pidato Ilmiah pada Dies Natalis XV Institut Seni Indonesia Yogyakarta, 23 Juli.
  10. Sri Hastanto
  11. “Karawitan: Serba-serbi Karya Ciptaannya†dalam SENI Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni, Vol 1/01, Mei.
  12. Sumarsam
  13. Martopangrawit.
  14. Pengetahuan Karawitan II. Sura- karta: Akademi Seni Karawitan Indonesia.
  15. Prier, Karl Edmund
  16. llmu Bentuk Musik, Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi.
  17. Sapardi Djoko Damono
  18. Alih Wahana. Jakarta: Editum.
  19. Suminto A. Sayuti
  20. “Membangun dan Mencari Ru- ang Gaung dalam teks Artistikâ€, pemikiran ulang atas pointers yang disampaikan pada acara diskusi tari yang diselenggara- kan oleh Saraswati Dance Com- pany pada tanggai 13 Mei 2000 di Gedung Societet Yogyakarta.
  21. Smith, Jacqueline
  22. Komposisi Tari: Sebuah Petunjuk
  23. Praktis Bagi Guru (terjemahan Ben