Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Interaktivitas Ilustrasi pada Ruang Belajar Siswa SD Kelas 1 – 3 di Bali

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi fenomena interaktivitas ilustrasi sebagai rangsang visual
pada ruang belajar dalam upaya menumbuhkan motivasi belajar siswa Sekolah Dasar
kelas 1 – 3. Penelitian ini bertujuan memahami ‘value’ sebuah ilustrasi yang berperan dalam
upaya meningkatkan motivasi belajar siswa. Analisis kualitatif dengan metode prosedural
ini diawali dengan mengumpulkan data melalui observasi terhadap siswa yang diberikan
perlakuan menggambar bebas sesuai dengan keinginannya masing–masing. Hasil penelitian
menyatakan bahwa Siswa kelas 1 – 3 memiliki kecenderungan menggambar tema alam dan
lingkungan rumah tempat tinggal. Sedikit siswa yang tertarik untuk memisualisasikan sebuah
ilustrasi yang bersifat tematik sesuai dengan konten pelajaran saat penelitian dilakukan.
Proses mengekspresikan ilustrasinya yang terkesan dipolakan sesuai ‘memorable experience’,
jika diinstruksikan menggambar maka secara ‘otomatis’ mereka cenderung menggambar
seperti contoh atau pengalaman sebelumnya yang diberikan oleh guru atau sumber lainnya.
Menumbuhkan kreativitas diri untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, dibutuhkan ruang
belajar yang ekspresif dalam keterlibatan ilustrasi.
Kata Kunci: Interaksi Visual, Ilustrasi, Siswa SD, Bali

PDF

References

  1. Alin Novandini dan Ayi Budi Santosa
  2. Cahyaningrum, E. S., Sudaryanti, &
  3. Purwanto, N. A. (2017). Pengembangan
  4. Nilai - Nilai Karakter Anak Usia Dini
  5. Melalui Pembiasaan Dan Keteladanan.
  6. Pendidikan Anak, 6 (2), 203 - 213.
  7. Fibrianie, E., & Cahyadi, D. (2017). Identification
  8. of Design and Development Needs for
  9. Preschool-aged Children’s Educational
  10. Bags. Panggung, 27 (4), 344 - 352.
  11. Fisher, A. V., Godwin, K. E., & Seltman, H.
  12. (21 May 2014). Visual Environment,
  13. Attention Allocation and Learning in
  14. Young Children : When Too Much of a
  15. Good Thing May Be Bad. Psychological
  16. Science, 1362.
  17. Gilang, L., Sihombing, R. M., & Sari, N. (2017,
  18. Oktober). Kesesuaian Konteks Dan
  19. Ilustrasi Pada Buku Bergambar Untuk
  20. Mendidik Karakter Anak Usia Dini.
  21. Pendidikan Karakter, 7 (2), 158 - 169.
  22. Gilang, L., Sihombing, R. M., & Sari, N. (2018,
  23. Januari). Kesesuaian Konteks Dan
  24. Ilustrasi Pada Buku Bergambar Untuk
  25. Mendidik Karakter Anak Usia Dini.
  26. Scholaria : Jurnal Pendidikan dan
  27. Kebudayaan, 8 (1), 41 - 50.
  28. Hidayat, A. A. (2005). Pengantar Ilmu
  29. Keperawatan Anak. Jakarta: Salemba
  30. Medika.
  31. Hoffman, J. (2014, June 9). The New York Times.
  32. Retrieved Agustus 8, 2019, from https://
  33. well.blogs.nytimes.com/2014/06/09/
  34. rethinking-the-colorful-kindergartenclassroom/
  35. Julianto, I. N. (2016). Keterlibatan Simbol
  36. Tradisi Sebagai Stimulus Bagi Anak
  37. - anak Dalam Proses Mempelajari
  38. Budaya Bali. SOSIOHUMANIKA, 9 (2),
  39. - 268.
  40. Julianto, I. N. (2016). Nilai Interaksi Simbol
  41. Tradisi Dalam Wujud Pelinggih Pada
  42. Ruang Publik. Panggung, 26 (1), 25 - 34.
  43. Latipun. (2004). Psikologi Eksperimen.
  44. Malang: UMM Press.
  45. Lickona, T. (2007). Principles of Effective
  46. Character Education. Washington:
  47. Character Education Partnership
  48. Publishing.
  49. Lucien Hanssen, N. W. (1996). “Interactivity
  50. from Perspective of Communication
  51. Studies”, in Contours of Multimedia.
  52. (N. W. Lucien Hanssen, Ed.) John
  53. Libbey Media.
  54. Massey, J. (2017). How to Illustrate a Children’s
  55. Book. Retrieved Agustus 28, 2019, from
  56. Artist and Illustrator: https://www.
  57. artistsandillustrators.co.uk
  58. Moleong, L. J. (2005). Metodologi Penelitian
  59. Kualitatif. Bandung: Remaja
  60. Rosdakarya.
  61. Piaget, J. (2010). Psikologi Anak. Yogyakarta:
  62. Pustaka Pelajar.
  63. Pile, J. F. (1998). Color in Interior Design.
  64. New York, United States: McGraw-Hill
  65. Education.
  66. Pile, J. F. (2003). Interior Design (Third Edition).
  67. New Jersey: Pearson Education Upper
  68. Saddle River.
  69. Ruggiero, Thomas E. (2000). Uses and
  70. Gratifications Theory in the 21st
  71. Century. Mass Communication &
  72. Society, 3 (1), 3 - 37.
  73. Santrock, W. J. (2008). Educational Psychology.
  74. USA : McGraw-Hill
  75. Severin, W. J., & Tankard, J. W. (2009). Teori
  76. Komunikasi Sejarah, Metode dan
  77. Terapan. Jakarta: Kencana Prenada
  78. Media Group.
  79. Supandi. (1992). Strategi Belajar Mengajar
  80. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.
  81. Jakarta: Departemen Pendidikan dan
  82. Kebudayaan.
  83. Supandi. (1992). Teori Belajar Motorik.
  84. Bandung: FPOK.
  85. Suparno, P. (2010). Filsafat Konstruktivisme
  86. Dalam Pendidikan. Yogyakarta:
  87. Kanisius.
  88. Walker, S. (2012). Describing The Design
  89. of Children Books: An Analytical
  90. Approach. Arts and Humanities
  91. Journal, 46 (3), 180 - 199.
  92. Winataputra, U. S. (2003). Strategi Belajar
  93. Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka.