Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Abstract

ABSTRACT

 

North Sumatera is rich with local cultures, one of them is Malay’s ornament with its various mo­ tives. Unfortunately, it has not directly touched the human daily needs. The ornament which con­ tains patterns and motives needs a real effort to be formed into work of art that touches men’s need. The shape and form are implemented into batik work. The process of batik creation needs several steps in series. Making the design, applying the wax, coloring the motives, and vanishing the wax are the steps that must be taken in the process of batik creation. The products of batik creation among others are batik shirt, batik pillowcase, etc. The coloring process uses napthol with green and yellow as the specific colors of Malay ethnic. Therefore, the specific Malay batik as the local identity in North Sumatera emanates.

 

Keywords: batik creation, Malay’s ornament

 

 

 

 

ABSTRAK

 

Sumatera Utara memiliki kekayaan budaya lokal, salah satu di antaranya adalah ornamen Melayu  dengan  berbagai  motif.  Akan  tetapi  penerapannya belum  menyentuh  secara langsung terhadap kebutuhan masyarakat. Ornamen yang di dalamnya mengandung pola dan motif memerlukan usaha nyata untuk dapat diwujudkan sebagai karya seni yang ber- hubungan langsung dengan kebutuhan manusia. Bentuk dan wujud diimplementasikan ke dalam karya batik. Proses penciptaan batik memerlukan beberapa tahapan yang saling berurutan. Pembuatan desain, pencantingan, pewarnaan hingga proses menghilangkan li- lin merupakan tahapan yang harus dijalani sebagai langkah di  dalam proses penciptaan batik. Hasil proses penciptaan batik berupa baju batik lengan pendek, sarung bantal kursi, dan lain-lain. Semua produk batik tersebut menggunakan motif Melayu Sumatera Utara. Proses pewarnaan menggunakan napthol dengan warna hijau dan kuning sebagai warna khas etnis Melayu. Dengan demikian muncul batik khas Melayu sebagai identitas lokal di Sumatera Utara.

 

Kata kunci: penciptaan batik, ornament Melayu
PDF

References

  1. Agus Sachari
  2. Paradigma Desain Indonesia, Jakarta: Rajawali.
  3. Atisah Sipahelut dan Petrus Sumadi
  4. Dasar-Dasar Desain. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  5. B. Sirait
  6. “Pengumpulan dan Dokumentasi Ornamen Tradisional di Sumatera Utara†Pemerintah Daerah Tingkat I Propinsi Sumatera Utara.
  7. Feldman, Edmun Burke
  8. Art as Image and Idea, Englewood Cliffs, New Jersey: Printice-Hall Inc.
  9. Meyer, Franz Sales.
  10. Hand Book of Ornament, Carlsruhe: Dover Publisher.
  11. Sewan Soesanto
  12. Seni dan Kerajinan Batik, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  13. SP. Gustami
  14. Nukilan Seni Ornamen Indonesia, Yogyakarta: Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia.
  15. Sternberg, Robert J. dan Todd I. Lubart. “The Concept of Creativity: Prospects and Paradigsm,†dalam Robert J. Sternberg, ed. 1999, Handbook of Creativity, New York: Cambridge University Press.
  16. Sutrisno Hadi
  17. Metodologi Research, Jilid I, Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.
  18. TGS. Mulia, dan Hidding
  19. , Ensiklopedia Indonesia, Bandung: W. Van Hoeve.
  20. Wahyu Tri Atmojo
  21. “Meniti Keberadaan Seni Kriya Tradisional dan Modern di Era Globalisasi†Jurnal Visi Wacana, Imaispa Bandung.
  22. _______
  23. “Menumbuhkan Masa Depan Bagi Seni Kriya Klasik Indonesia†Jurnal Gelar: Jurnal Ilmu dan Seni, STSI Surakarta (ISI Surakarta).
  24. _______
  25. â€Ornamen Tradisional Batak dalam Teknik Batik†dalam harian Analisa, Medan.
  26. WJS. Poerwodarminto
  27. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
  28. Y. Sudarjo
  29. Ornamentik Indonesia, Surakarta: Sebelas Maret University Press.