Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Pemaknaan Permainan Rakyat Pada Ritual Kematian Rambu Solo’ Di Kampung Adat Ke’Te’ Kesu’ Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan

Abstract

Masyarakat adat merupakan salah satu kelompok masyarakat yang masih kuat menjaga sistem nilai tradisional dalam berbagai aspek kehidupan. Hal tersebut menjadikan masyarakat adat memiliki kekhasan nilai –nilai budaya. Salah satu kekhasan tersebut dapat ditemukan di masyarakat adat Kete’Kesu’ Toraja Utara dalam keragaman permainan rakyat. Permainan rakyat lahir dari upacara ritual masyarakat adat sebagai upaya penanaman karakter bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisasi permainan rakyat yang ada di masyarakat adat Kete’ Kesu’ untuk selanjutnya dicari makna nilai yang terkandung dalam permainan rakyat tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan langsung ke lapangan dan melakukan wawancara tokoh adat dan anggota masyarakat Kete’Kesu’. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan paradigma teori fungsionalisme Bronislaw Malinowski. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya sejumlah permainan rakyat di Kete’ Kesu’ yakni Kalungkung tedong, Mapasilaga tedong, Ma’Timba, Palok’, dan Pali’. Adapun makna dari permainan rakyat yang ada di masyarakat adat Ke’te’ Kesu’ tersebut dapat digunakan untuk penguatan nilai-nilai karakter di masyarakat.

Kata Kunci: Masyarakat Adat, Permainan Rakyat Kete’Kesu’, Teori Fungsionalisme Malinoswki

PDF DOWNLOAD (Bahasa Indonesia)

References

  1. Bo’Do’, S. (2008). Kerbau Dalam Tradisi Orang
  2. Toraja. Pusat Kajian Indonesia Timur.
  3. Makasar: Universitas Hasanuddin.
  4. C. L. Palimbong. (2000). Mengenal Ragam Hias
  5. Toraja. Toraja: Yayasan Torajalogi.
  6. C. L. Palimbong. (2000). Ungkapan dan
  7. Peribahasa Toraja. Toraja: Yayasan
  8. Torajalogi.
  9. Creswell, J. W. (2015). Penelitian kualitatif
  10. & desain riset: memilih diantara lima
  11. pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  12. Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia (Ilmu
  13. gosip, dongeng dan lain-lain Cet. VI.
  14. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
  15. Heriyawati, Y., Herdiani, E., & Dimyati, I. S.
  16. (2020). Kearifan Lokal Hajat Laut Budaya
  17. Maritim Pangandaran. Panggung, 30(2),
  18. –288.
  19. Ismail, R. (2019). Ritual kematian dalam agama
  20. asli Toraja “Aluk to dolo”(Studi atas
  21. upacara kematian rambu solok). Religi:
  22. Jurnal Studi Agama-agama, 15(1), 87–
  23. Kambuno, D. (2005). Adat Istiadat, Seni
  24. Budaya, Kekayaan Alam. Toraja: Yayasan
  25. Lepongan Bulan
  26. Koentjaraningrat. (2005). Pengantar antropologi.
  27. Jakarta: Rineka Cipta.
  28. Liku-Ada, John. (2014). Aluk To Dolo Menantikan
  29. Kristus. Yogyakarta: Gunung Sopai.
  30. Malinowski, Bronislaw. (1944). A Scientific
  31. Theory of Culture and Other Essays.
  32. Chapel Hill, N.Carolina: The University
  33. of North California Press.
  34. Nurmahanani, I. (2017). Penelitian Foklor
  35. Permainan Rakyat Sunda Di Kampung Cikondang Jawa Barat Dan Internalisasi
  36. Nilai Didaktisnya Di Sekolah Dasar.
  37. Metodik Didaktik: Jurnal Pendidikan
  38. Ke-SD-an, 12(2).
  39. Rusyana, Y. (1981). Cerita rakyat Nusantara:
  40. himpunan makalah tentang cerita rakyat.
  41. Fakultas Keguruan Sastra dan Seni,
  42. IKIP Bandung.
  43. Salam, S., Husain, M. S. H., & Tangsi, T. (2017).
  44. The Symbolic Meanings of Toraja Carving
  45. Motifs. Panggung, 27(3), 298287.
  46. Saleh, R. (2020). Tubuh Lumping Metode Seni
  47. Peran Berbasis Kearifan Lokal. Panggung,
  48. (4), 483–496.
  49. Soerjono. (2007). Sosiologi suatu Pengantar.
  50. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  51. Tangdilintin, L. T. (1974). Toraja dan
  52. kebudayaannya. Kantor Cabang II,
  53. Lembaga Sejarah & Antropologi.
  54. Website
  55. Mengenal Mapasilaga Tedong. Retrieved
  56. December 20, 2020 from Kenali
  57. Ma’pasilaga Tedong, Tradisi Unik Dari
  58. Tana Toraja yang Perlo Lo Ketahui
  59. (superadventure.co.id)