Intensitas Budaya dalam Dunia Kepenarian
Abstract
ABSTRACT
Â
This research aims to reveal a meaning that is built up in a phenomenon when someone is in- volved in the adventure of him/herself in the world of dance. The problem concerns on the processes of human life transformation  in a variety of activities that he has experienced along his journey in having a profession as a dance artist (dancer). This question is to know about what extent the con- sistency of being a dancer can contribute to a culture of life and the values of life which inherently exist in a person’s life in order to build awareness of his identity as a dancer. To solve this problem, the theory of cultural ideology approach is applied. Data analysis was performed with the dynamics in the life of a dancer which is generally supported by the author’s personal experience in dancing activity. Through a study of dancing activity and awareness of the dynamics of life experienced, understood, and internalized by a dancer then revealed an intensity of meaning that indicate the emergence of culture. The intensity of the culture was hammered into a potential or force inherent in the human person (the dancer). This gives meaning to the presence of cultural life values that can be identified as human existence itself.
Â
Keywords: intensity of culture, the world of dance, self-existence
Â
Â
Â
Â
ABSTRAK
Â
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemaknaan budaya yang terbangun dalam suatu fenomena ketika seseorang larut dalam petualangan dirinya dalam dunia kepenarian. Permasalahannya menyangkut proses kehidupan manusia yang menjelma ke dalam ber- bagai aktivitas yang dilampauinya sepanjang ia menekuni profesinya sebagai seniman tari (penari). Hal yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana konsistensi petualangan dunia kepenarian tersebut dapat memberikan kontribusi bagi nilai-nilai kehidupan membudaya, khususnya nilai-nilai yang melekat pada kehidupan pribadi manusia dalam rangka mem- bangun kesadaran atas jati dirinya sebagai seorang penari. Untuk memecahkan permasa- lahan tersebut digunakan pendekatan budaya dengan mengaplikasikan teori ideologi de- ngan perolehan data yang kemudian dicermati melalui analisis terhadap proses kehidupan penari pada umumnya serta didukung dengan pengalaman pribadi penulis yang sampai saat ini aktif berkecimpung selaku penari.  Melalui suatu kajian  terhadap aktivitas dalam kepenarian serta kesadaran terhadap dinamika kehidupan yang dialami, dipahami, dan dihayati oleh seorang penari maka terungkap suatu pemaknaan yang mengindikasikan munculnya intensitas budaya. Intensitas budaya tersebut terpatri menjadi sebuah potensi atau kekuatan yang melekat pada pribadi manusia (penari). Hal ini memberikan arti pada kehadiran suatu nilai yang dapat diidentifikasi sebagai eksistensi diri manusia.
Â
Kata kunci: intensitas budaya, dunia kepenarian, eksistensi diri
References
- Adshead, Janet. ed
- Dance Analysis, Theory and Practice.
- London: Dance Book Ltd.
- Althusser, Louis
- Tentang Ideologi, Marxisme Struktural- is, Psikoanalisis dan Cultural Studies (Terjemahan Essay on Ideology). Yog- yakarta: Jalasutra
- Barker, Chris
- Cultural Studies: Teori dan Praktik.
- Bandung: Bintang
- Budiono Kusumohamidjojo
- Filsafat Kebudayaan, Proses Realisasi
- Manusia. Yogyakarta: Jalasutra
- Cassirer, Ernst
- Manusia dan Kebudayaan, Sebuah Esei Tentang Manusia. Diindonesiakan oleh Alois A. Nugroho. Jakarta: PT. Gramedia
- Cooper, Chris, John Fletcher, Alan Fyall, Da-
- vid Gilbert, Stephen Wanhill
- Tourism, Principles and Practice. Edin- [1993] burgh Gate Harlow Essex CM 20 2JF, England: Pearson Education Limited
- Edi Sedyawati
- “Kepekaan Seni Untuk Semua†da- lam Gelar, Jurnal Ilmu dan Seni. No- mor 1 Tahun I/1998. Surakarta: STSI Surakarta
- Hawkins, Alma M.
- Moving from Within, A New Method for Dance Making. Chicago: A Capella Books
- I.B. Mantra
- Bali, Masalah Sosial Budaya dan Mo- dernisasi. Denpasar: PT Upada Sastra
- I Nyoman Chaya
- “Taksu dalam Kepenarian: Citra Pe- nari (Manusia) Berkualitas†dalam Jurnal Ilmiah Dewaruci Vol. 3 No. 3, Juli 2006. Program Pascasarjana Se- kolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta
- ---------------,
- “Mabarung Seni Pertunjukan di Ka- bupaten Bulelengâ€. Disertasi S3, Pro- gram Studi Kajian Budaya, Universi- tas Udayana Denpasar
- Koentjaraningrat
- Kebudayaan, Mentalitas, dan Pemba- ngunan. Jakarta: PT Gramedia
- Masri Singarimbun dan Soetan Effendi (Ed)
- Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES
- Misnal Munir
- Aliran-Aliran Utama Filsafat Barat
- Kontemporer. Yogyakarta: LIMA
- Nyoman Kutha Ratna
- Estetika Sastra dan Budaya. Yogyakar- ta: Pustaka Pelajar
- Nyoman S. Pendit
- Bhagavadgita, dengan Teks Bahasa Sans- kerta, Terjemahan, Kata Pengantar dan Keterangan. Jakarta: Lembaga Penyelenggara Penerjemah dan Pe- nerbit Kitab Suci Weda dan Dham- mapada, Departemen Agama RI.
- Parisada Hindu Dharma
- Upadeca, tentang Ajaran-Ajaran Agama
- Hindu. Denpasar
- Sal Murgiyanto
- Ketika Cahaya Merah Memudar (Sebu- ah Kritik Tari). Jakarta: Devisi Ganan
- ---------------,
- “Menyiapkan Seniman Profesional Yang Berilmu†dalam Gelar, Jurnal Ilmu dan Seni. Nomor 1 Tahun I/
- Surakarta: STSI Surakarta
- Schechner, Richard
- Performance Studies, An Introduction.
- New York: Roultledge
- Thwaites, Tony, Lloyd Davis, Warwick Mules
- Introducing Cultural and Media Stu- dies: Sebuah Pendekatan Semiotik. Pe- nerjemah Saleh Rahmana. Yogyakar- ta dan Bandung: Jalasutra
- Yasraf Amir Piliang
- Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Yogyakarta: Ja- lasutra