Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Transformasi Nilai Pertunjukan Wayang Orang Tradisional Dalam Opera Van Java Di Stasiun Televisi Trans7

Abstract

Opera Van Java (OVJ) adalah program situasi komedi dalam bentuk pertunjukan mo- difikasi wayang orang yang ditayangkan di stasiun televisi Trans7. Pertunjukan OVJ menjadi program acara prime time dengan wayang-wayangnya antara lain Sule, Andre, Nunung, Azis Gagap, Parto (Sang Dalang) dan para sinden. Tayangan OVJ dikemas lebih modern dengan mengangkat cerita-cerita tidak hanya dari kisah pewayangan, cerita rakyat berbagai daerah di Indonesia maupun dari luar negeri seperti Cinderella, Sun Go Kong, Romeo dan Juliet dan se- bagainya. Tayangan OVJ juga memparodikan kisah band musik dan kisah hidup artis di Indo- nesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis intertekstualitas Mikhail Bakhtin. Hasil penelitian menjelaskan transformasi nilai berupa parodi dalam program sitkom OVJ sebagai bentuk humor dan dimaksudkan hanya untuk hiburan bagi penonton dan pe- main (wayang-wayang OVJ). Tidak ada sedikit pun ruang kritik seperti yang dimaksud dalam hakekat pertunjukan parodi. Penayangan OVJ parodi biografi banyak menggunakan referensi- alitas diri tokoh cerita untuk hiburan dan kesan lucu semata.

 

Kata kunci: transformasi nilai, wayang orang, opera van java, televisi trans7

PDF

References

  1. Anderson, Benedict R.O’G
  2. Mitologi dan Toleransi Orang Jawa.
  3. Yogyakarta: Bentang Budaya
  4. Ardian Kresna
  5. Punakawan: Simbol Kerendahan Hati
  6. Orang Jawa. Yogyakarta: Narasi
  7. O’Toole, William dan Phyllis Miko-
  8. laitis. (2002). Corporate Event Project Management. New York: John Wiley and Sons Inc.
  9. Bratslavsky, Lauren M,
  10. Television Representing Television: How NBC’S 30 Rock Parodies And Satirizes The Cultural Industries. Oxford: Mi- ami University.
  11. Brown, Steve dan Jane James.
  12. “Event Design and Management: Ritual Sacrifice?†dalam Festival and Events Management: An International Arts and Culture Perspective, Ian Yeoman et.al (edited). Oxford: Elsevier Butterworth- Heineman
  13. Darmoko
  14. “Seni Gerak Dalam Pertunjukan Wa- yang Tinjauan Estetikaâ€. Jurnal Ma- kara Sosial Humaniora, Vol. 8 No. 2 A- gustus, Universitas Indonesia: Fa- kultas Ilmu Pengetahuan Budaya.
  15. Dahlan Abdul Ghani
  16. â€A Study of Visualization Elements of
  17. Shadow Play Technique Movement and
  18. Van Javaâ€, Jurnal Visualita Vol. 2 No.
  19. Agustus. Bandung: DKV UNIKOM
  20. Pantaleo, Sylvia
  21. “Ed Vere’s The Getaway: Starring a Postmodern Cheese Thiefâ€, dalam Post modern Picturebooks: Play, Parody, and Self-Referentiality. London: Sage pub- lication
  22. Poplawska, Marzanna
  23. â€Wayang Wahyu as an Example of Christian of Shadow Theatreâ€, Asian Theatre Journal, Vol. 21 No. 2, Pro- quest Researh Library.
  24. Putut Bayu Pribadi
  25. Dinamika Wayang Orang Mangkune- garan dari Istana ke Publik (1881-1895), Surakarta: Universitas Sebelas Maret
  26. Setiansah, Mite
  27. (t.t). Menjadikan Budaya Lokal Sebagai Ko- moditas Media Secara Arif: Analisis Kri- tis Terhadap Komodifikasi Wayang da- lam Opera Van Java. Purwokerto: Fisip Unsoed
  28. Tryon, Chuck
  29. Computer Graphic Imagery (CGI) in 2008 “Pop Politics: Online Parody Videos, In-
  30. Wayang Kulit Kelantanâ€, International tertextuality, and Political Participati-
  31. Journal of Computer Graphics and Ani- onâ€, Journal of Popular Communicati-
  32. mation, Vol. 1 No.1 on, Vol.6, London: Routledge
  33. Druick, Zoe
  34. “Dialogic Absurdity: TV News Parody as a Critique of Genreâ€, Journal of Tele- vision New Media, Vol. 10, London: Sage Publications.
  35. Eriyanto
  36. Analisis Wacana: Pengantar Analisis
  37. Teks Media. Yogyakarta: LKiS
  38. M. Syahril Iskandar
  39. “Desain Budaya Jawa dalam Opera
  40. Uswatun Khasanah
  41. Padepokan dan Gedung Pertunjukan Wayang Orang di Surakarta: Penekanan Desain Arsitektur Neo Vernakuler. Se- marang: Universitas Diponegoro
  42. Yasraf Amir Piliang
  43. Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies atas Matinya Makna. Yogyakarta: Ja- lasutra.