Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Saluang Dendang Sirompak dalam Tradisi Ritual Magis di Payakumbuh: Satuan Kajian Karakteristik Musikal

Abstract

Saluang dan Dendang Sirompak merupakan bagian tidak terpisahkan dari pertunjukan Sirompak.
Pertunjukan difungsikan untuk mempengaruhi orang lain melalui kekuatan magi. Tradisi ba-
Sirompak diidentifikasi sebuah komposisi musik bersifat free rhythm. Mantera disajikan melalui
kalimat yang disusun untuk mendatangkan kekuatan gaib. Ba-sirompak difungsikan untuk
‘mengguna-gunai’ wanita secara ilmu kebatinan (magis). Penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan metode kualitatif, yaitu data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Dalam pengumpulan data digunakan tiga tahap penelitian. yaitu: Pertama,
studi kapustakaan untuk mengumpulkan bahan tertulis yang diperlukan sesuai masalah yang
diteliti. Kedua, penelitian lapangan untuk mungumpulkan data dengan teknik observasi
dan wawancara langsung secara mandalam, dengan difokuskan pada rekonstruksi ritual Basirompak.;
Ketiga, pengolahan data, dilakukan berupa transkripsi music dalam bentuk notasi,
deskripsi, dan analisis data yang siap dijadikan laporan. Tujuan penelitian adalah untuk
mengetahui karakteristik musical Saluang Dendang Sirompak dengan mengkaji unsur-unsur
musikal pada pusaran motif, frase, dan periode melodis.
Kata Kunci: Ba-sirompak, Karakter musikal, Ritual Magi.

PDF

References

  1. Bambang Permadi, Ngurah Anom Kumbara,
  2. Bagus Wirawan, I Gede Arya Sugiartha.
  3. (2018). Globalisasi dan Hegemoni
  4. Tehadap Transformasi Musik Dol di
  5. Bengkulu. MUDRA Jurnal Seni Budaya
  6. . Vol 33, Nomor 1. 67-68.
  7. Dewi, H. (2016). Keberlanjutan dan Perubahan
  8. Seni Pertunjukan Kuda Kepang di Sei
  9. Bamban, Serdangbedagai, Sumatera
  10. Utara. Panggung, 26 (2), 139-150.
  11. Ediwar, Rosta Minawati, Febri Yulika,
  12. Hanefi. (2017). Musik Tradisional
  13. Minangkabau.Yogjakarta: Gre
  14. Publishing
  15. Ediwar, Rosta Minawati, Febri Yulika, Hanefi.
  16. (2019). Kajian Organologi Pembuatan
  17. Alat Musik Saluang Darek Berbasis
  18. Teknologi Tradisional. Panggung, 29
  19. (2), 116-130.
  20. Koentjaraningrat, (1987). Sejarah Teori
  21. Antropologi I. Jakarta: UI-Press.
  22. Marzam, (2002). Aktivitas Ritual Magis
  23. Menuju Seni Pertunjukan Basirompak.
  24. Yogjakarta: Kepel.
  25. Rika Wirandi, (2016). Gaya Nyanyian Mantra
  26. Marindu Harimau di Nagari Gaung
  27. Kecamatan Kubung Kabupaten Solok.
  28. Tesis. Institut Seni Indonesia Padang
  29. Panjang
  30. Muhamad Aji, (2019). Konstruksi Budaya
  31. Anak Muda pada Novel Populer
  32. Indonesia Tahun 2000-an. Panggung,
  33. (2), 146-159.
  34. Soedarsono. (1985). Peranan Seni Budaya
  35. Dalam Sejarah Kehidupan Manusia
  36. Kontinuitas dan Perubahannya. Pidato
  37. Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada
  38. Fakultas Sastra Universitas Gadjah
  39. Mada, Yogjakarta.
  40. Tommy Wahyudi, Rafiloza , Ediwar. (2019).
  41. Ritual Basirompak Memiliki Unsur
  42. Musikal di Nagari Taeh Baruah Kab.
  43. Limopuluah Kota Payokumbuah.
  44. Besaung Jurnal Seni Desain Dan
  45. Budaya. 4 (2) 61-67.
  46. Zainal ,Warhad, (1993). Lagu Sirompak pada
  47. Masyarakat Kenagarian Taeh Baruah
  48. Kecamatan Payakumbuh Sumatera
  49. Barat. Skripsi. USU Medan.