Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Perayaan Tabuik dan Tabot: Jejak Ritual Keagamaan Islam Syi’ah di Pesisir Barat Sumatra

Abstract

ABSTRACT

 

This paper discusses the origin of Tabuik and Tabot ceremonies in Sumatera which possess influ- ence from religious ceremony of Syiah community in Persia (Iran). The aim of the research is to figure out the acculturation which has occurred between the Arabian (Middle East) and local cultures. The research uses analytic descriptive method through literature study. The result of the research shows that Tabuik and Tabot ceremonies are carried out as a ritual to commemorate the death of Husein in Syiah community which has become theological religious main ritual, and its spread to the west coast Sumatera (Pariaman and Bengkulu) has changed the theological value into cultural ritual, even in some cases it only becomes a cultural performance.

 

Keywords: Tabuik and Tabot ceremony, religious ritual

 

 

 

 

ABSTRAK

 

Tulisan ini membahas tentang asal-usul perayaan Tabuik dan Tabot di Sumatera yang mendapat pengaruh dari ritual keagamaan kaum Syi’ah di Persia (Iran). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana akulturasi yang terjadi antara pengaruh budaya jazirah Arab (Timur Tengah) tersebut dengan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pera- yaan Tabuik dan Tabot dilaksanakan sebagai ritual mengenang kematian Husain di kalang- an penganut Islam Syi’ah yang menjadi ritual utama keagamaan yang bersifat teologis, dan penyebarannya ke pantai Barat Sumatra (Pariaman dan Bengkulu) mengalami  perubahan nilai dari teologis menjadi bentuk ritual budaya, bahkan dalam beberapa kesempatan ha- nya  menjadi pertunjukan budaya saja.

 

Kata kunci: upacara Tabuik danTabot, ritual keagamaan

PDF

References

  1. Asril Muchtar
  2. ‘Pertunjukan Gandang Tambua da- lam Upacara Ritual Tabuik di Paria- man Sumatra Barat’, Tesis S2 UGM Yogyakarta.
  3. ---------------,
  4. ‘Upacara Tabuik dalam Dimensi Sosial Budaya Masyarakat Paria- man: Keberlangsungan dan Peru- bahannya’ Manuskrip. Padangpan- jang: STSI.
  5. Azyumardi Azra
  6. ‘Syiah di Indonesia: Antara Mitos dan Realitas’ (pengantar) dalam A. Rahman Zainuddin dan M. Ham- dan Basyar ed. Syiah dan Politik di Indonesia: Sebuah Penelitian. Ban- dung: Mizan dan PPW-LIPI.
  7. Badri Yatim
  8. Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Is
  9. lamiyah II. Jakarta: Raja Grafindo
  10. Persada.
  11. Badrul Munir Hamidy, ed.
  12. / Upacara Tradisional Daerah Beng-
  13. kulu: Upacara Tabot di Kotamadya Bengkulu. Jakarta: Direktorat Seja- jarah dan Nilai Tradisional Depdik- bud.
  14. Brockelmann, Carl.
  15. History of the Islamic People. Lon- don Routledge dan Kegan Paul Ltd
  16. Departemen Agama RI
  17. Al-Quran Tajwid dan Terjemahannya.
  18. Bandung: Syaamil Cipta Media.
  19. Gibb, H.A.R dan J.H. Kamer ed.
  20. Shorter Encyclopaedia of Islam. Lei- den: EJ Brill.
  21. Grunebaum, G.E. von
  22. Muhammad dan Festival. New York: Henry Schuman, Inc.
  23. Hanefi, et al.
  24. ‘Musik Tabot dalam Beruji Dol di Bengkulu: Tinjauan Musikologis’ Laporan Penelitian. Padangpanjang: ASKI.
  25. Helfrich, O. L. et al.
  26. ‘Het Hasan-Hosein of Taboet-Feest te Benkoelen’, dalam Internation- ales Archiv fur Ethnographie. Leiden: Verlag von P. W. M. Trap.
  27. Kartomi, Margaret J.
  28. ‘Tabut - a Shiah Ritual Tranplanted from India to Sumatra’, dalam Da- vid P. Chandler dan M.C. Ricklefs (ed.) Nineteenth and Twentieth Cen- tury Indonesia. Clayton: Centre of Southeast Asia Studies, Monash U- niversity.
  29. Kementerian Agama RI
  30. Al-Quranulkariim Terj. Tafsir Per- kata Bandung: CV Insan Kamil.
  31. Ronkel, Ph. S. van.
  32. ‘Nadere gegevens omtrent het Ha- san-Hoesain feest’, dalam Tijd- schrift voor Indische Taal--,Land--, en Volkenkunde. Batavia: Albrecht & Co.
  33. Tamim Ansary
  34. Destiny Disrupted: A History of the World through Islamic Eyes (Dari Puncak Bagdad: Sejarah Dunia Ver- si Islam). Terj. Yuliani Liputo. Ja- karta: Zaman.
  35. Umar Faruk Assegaf
  36. ‘Madhhab Ahl Al-Bayt in Nusanta- ra the Past and Present’, dalam Jur- nal Al-Qurba jurnal Peradaban dan Kebudayaan Islam, Vol.1, no. 1 No- vember.
  37. Yudhi Andoni
  38. ‘Kesalehan nan Terlampauhi: De- sakralisasi Ritus Hoyak Hosen di
  39. Pariaman Sumatra Barat’, dalam
  40. Al-Qurba jurnal Peradaban dan Ke- budayaan Islam, Vol. 1, No. 1 No- vember.
  41. Yulimarni
  42. ‘Tabut Subarang Tahun 2010 dalam Tradisi Muharam Masyarakat Pa- riaman di Sumatra Barat’, Tesis, Program Pascasarjana Penciptaan dan Pengkajian Seni, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
  43. Zubaedi
  44. ‘Revitalisasi Tabot Untuk Memba- ngun Kerukunan Umat Beragama di Bengkulu’, dalam Harmoni Jur- nal Multikultural dan Religius, Vol. VII, No. 27, Juli-September.
  45. Webtografi: Nuruliman Suparlan
  46. ‘Arak-arakan Tabot’. http://www. bengkulu-online.com. Diunduh tang- gal 29 Desember 2011.