Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Akselerasi Produksi Kain Batik di Musim Penghujan dengan Menggunakan Mesin Fotonik

Abstract

Industri batik tradisional di Indonesia, sebagian besar masih menggunakan teknik pewarnaan menggunakan sinar matahari langsung, sedangkan di musim penghujan perajin secara rutin masih harus tetap memproduksi kain batik untuk memenuhi target dari berbagai penanan. Artikel ini bertujuan menguatkan keberlangsungan industri kecil dan mengah perajin batik di musim penghujan, maka diperlukan langkah strategis dalam menghadirkan solusi yang lebih efektif. Metode yang digunakan dari penelitian ini yaitu Participation Action Research (PAR) dengan paradigma practice-led reseach dan pendekatan strategi kreatif industry design. Kelompok perajin home industry batik sebagai populasi, dan Batik Komar sebagai sampel pada penelitian ini. Instrumen penelitian melalui beberapa elemen dan prinsip desain, teknologi dan industri. Adapun prosedur penelitian melalui tahapan design thinking. Hasil penelitian ini yaitu produk kain batik dengan teknik pewarnaan sinar ultraviolet melalui mesin fotonik. Mesin fotonik batik merupakan salah satu solusi strategis dalam mengatasi langkanya sinar matahari pada musim penghujan sebagai energi penguat proses pewarnaan batik. Dengan kata lain, Mesin fotonik batik sangat membantu akselerasi kapasitas produksi batik yang menggunakan pewarna jenis indigosol. Kata

Kunci: Pewarnaan Batik; Fotonik Batik; Musim Penghujan; Fotokimia; Sinar Ultraviolet

PDF DOWNLOAD (Bahasa Indonesia)

References

  1. Ananda, Amin Dwi, and Dwi Susilowati. 2019.
  2. “Pengembangan Usaha Mikro Kecil Dan
  3. Menengah (UMKM) Berbasis Industri
  4. Kreatif Di Kota Malang.” Jurnal Ilmu
  5. Hukumrnal Ilmu Ekonomi.
  6. Budi, Eko Mursito Budi, and Komarudin Kudya.
  7. Sistem Fotonik Batik. Laporan Riset
  8. Inovasi ITB, Bandung.
  9. Crawley, Edward F., and Suzanne B.
  10. Greenwald. 2006. “Creating a Ten-Year
  11. Science and Innovation Framework for the
  12. UK: A Perspective Based on US Experience.”
  13. Industry and Higher Education. doi:
  14. 5367/000000006777690981.
  15. Denzin, K dan Lincoln, Yvonna S., 2009.
  16. Handbook of Qualitatif Research,
  17. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar
  18. Damanpour, Fariborz. 1996. “Organizational
  19. Complexity and Innovation: Developing
  20. and Testing Multiple Contingency
  21. Models.” Management Science. doi:
  22. 1287/mnsc.42.5.693.
  23. Dipta, I. Wayan. 2008. “Strategi Penguatan
  24. Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah
  25. (UMKM) Melalui Kerjasama Kemitraan
  26. Pola CSR.” INFOKOP.
  27. De Gruijl, Frank R. 2002. “Photocarcinogenesis:
  28. UVA vs. UVB Radiation.” in Skin
  29. Pharmacology and Applied Skin
  30. Physiology.
  31. Hendriyana, Husen. 2018. Metodologi Penelitian
  32. Penciptaan Karya : Seni Kriya Dan Desain
  33. Produk Non Manufaktur). first. edited by
  34. B. Sapto. Bandung: Sunan Ambu Press.
  35. Hendriyana, Husen, Komarudin Kudya, and ASM
  36. Atamtajani. 2020. “Designing MarinePark-Inspired Batik Patterns and Their
  37. Application on Masks as Pangandaran
  38. Tourism Souvenirs during Covid-19
  39. Pandemic.” Journal of Urban Society’s
  40. Art vol.7,(No.2, 31 Oktober 2020):74–
  41. doi: 10.24821/jousa.v7i2.4502.
  42. Hendriyana, Husen, I Nyoman Darma Putra,
  43. Yan Yan Sunarya. 2020. “Industri
  44. Kreatif Unggulan Produk Kriya Pandan
  45. Mendukung Kawasan Ekowisata
  46. Pangandaran, Jawa Barat”. Jurnal
  47. Panggung 30(2):163-182 doi: 10.26742/
  48. panggung.v30i2.1202
  49. Intan, Noor Tiara H. .., Purwanto, and
  50. Gunadhi. 2020. “Penciptaan Batik
  51. Terapan Dengan Inspirasi Motif Kekayaan
  52. Kuliner Grobogan.” EduArts 9(2):1–11.
  53. Kudiya, Komarudin, Setiawan Sabana, and
  54. Agus Sachari. 2014. “Revitalisasi Ragam
  55. Hias Batik Keraton Cirebon Dalam
  56. Desain Baru Kreatif.” Jurnal Panggung
  57. (2):175–86. doi: 10.26742/panggung.
  58. v24i2.116.
  59. Kumar, Amit, Prashant S. Kulkarni, and A.
  60. B. Samui. 2014. “Polyethylene Glycol
  61. Grafted Cotton as Phase Change Polymer.”
  62. Cellulose. doi: 10.1007/s10570-013-
  63. -3.
  64. Nawingkapti Astari, Kenya, Purwanto,
  65. and Gunadi. 2019. “Seni Batik Betawi
  66. Terogong: Kajian Motif Dan Proses
  67. Pembuatannya.” EduArts 8(2):70–75.
  68. Nury Ariani Wulansari, Desti Ranihusna,
  69. and Ida Maftukhah. 2015. “Strategi
  70. Perencanaan Sdm Untuk Peningkatan
  71. Daya Saing Umkm Batik Semarang.”
  72. Prosiding Seminar Nasional Multi
  73. Disiplin Ilmu & Call for Papers
  74. Unisbank (Sendi_U).
  75. Prayogi, Bayu, Purwanto, and Onang
  76. Murtiyoso. 2019. “Perpaduan Teknik
  77. Batik Dengan Jumputan Dalam Penciptaan
  78. Kriya Tekstile.” EduArts 8(3):1–11.
  79. Ridwan, Muhammad, . Hartutiningsih, and
  80. Mass’ad Hatuwe. 2014. “Pembinaan
  81. Industri Kecil Dan Menengah Pada Dinas
  82. Perindustrian, Perdagangan, Koperasi
  83. Dan Umkm Kota Bontang.” Jurnal
  84. Administrative Reform (JAR).
  85. Roessler, Albert, David Crettenand, Otmar
  86. Dossenbach, Walter Marte, and Paul
  87. Rys. 2002. “Direct Electrochemical
  88. Reduction of Indigo.” Electrochimica
  89. Acta. doi: 10.1016/S0013-4686(02)00028-
  90. Rogers, Everett M., Arvind Singhal, and
  91. Margaret M. Quinlan. 2019. “Diffusion
  92. of Innovations.” in An Integrated
  93. Approach to Communication Theory
  94. and Research, Third Edition.
  95. Swann, Cal. 2002. “Action Research and the Practice
  96. of Design.” Design Issues 18(1):49–61.
  97. doi: 10.1162/07479360252756287.
  98. Tri U, Dani Danuar. 2013. Pengembangan Usaha
  99. Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM)
  100. Berbasis Ekonomi Kreatif Di Kota
  101. Semarang.
  102. Yuliza, Elfi. 2011. Analisis Numerik Untuk
  103. Menentukan Modus Pandu Gelombang
  104. Ridge Dari Device Fotonik. Bandung.
  105. Zhan, Xiaofang, and Stuart Walker. 2019.
  106. “Craft as Leverage for Sustainable Design
  107. Transformation: A Theoretical Foundation.”
  108. Design Journal 22(4):483–503. doi:
  109. 1080/14606925.2019.1613040.

Most read articles by the same author(s)