Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Konsep Pengembangan Seni Kerajinan Eceng Gondok Gorontalo

Abstract

Seni kerajinan eceng gondok Gorontalo berpeluang besar untuk dikembangkan, tetapi upayaupaya
pengembangannya kurang berhasil maksimal karena dilakukan secara spekulatif tanpa
didasari karakteristiknya. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep pengembangan seni
kerajinan eceng gondok Gorontalo berdasarkan karakteristiknya. Penelitian menggunakan
metode kualitatif model studi kasus dengan grounded theory. Data dikumpulkan melalui
wawancara, observasi, pengujian, dan studi pustaka. Data dianalisis secara interaktif melalui:
seleksi dan pengkodean, kategorisasi data, display data serta pembahasan, dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan, bahwa konsep pengembangan seni kerajinan eceng
gondok Gorontalo berdasarkan karakteristiknya dilakukan melalui diversifikasi dan inovasi
teknologi produksi, produk, dan distribusi, sesuai kemajuan teknologi dan dinamika pasar.
Daya prediksi konsep tersebut dirumuskan dalam bentuk pernyataan kausal dan peluang
penerapannya disajikan dalam bentuk langkah-langkah kerja sistematis. Konsep pengembangan
tersebut dapat digunakan sebagai penuntun dalam pengembangan seni kerajinan eceng gondok
Gorontalo di masa depan atau seni kerajinan lainnya yang sejenis.


Kata Kunci: Kerajinan Eceng Gondok, Karakteristik, Konsep Pengembangan, Diversifikasi, Inovasi.

PDF DOWNLOAD (Bahasa Indonesia)

References

  1. Bhattacharjee, P., H. Hazarika, & P. KR.
  2. Bordoloi. (2015). Empowering Women
  3. Through Water Hyacinth Enterprise an
  4. Impact Analysis. Asian Journal of Home
  5. Science, 10 (2), 364-370.
  6. Chamaz, K. (2012). The Power and Potential
  7. of Grounded Theory. A Journal of the
  8. BSA MedSoc Group, 6 (3), 2-15.
  9. Dusek, V. (2006). Philosophy of Technology:
  10. An Introduction. Oxford: Blackwell
  11. Publishing.
  12. Guntur. (2019). Inovasi Pada Morfologi Motif
  13. Parang Batik Tradisional Jawa. Panggung,
  14. (4), 373-390.
  15. Huberman, M.A. & M. B. Miles. (2009).
  16. Manajemen Data dan Metode Analisis.
  17. Dalam Handbook of Qualitative Research,
  18. Norman K. D. & Y. S. Lincon (eds.).
  19. Diterjemahkan oleh Darianto, Badrus
  20. S. F., Abi, & J. Rinaldi. Yogyakarta:
  21. Pustaka Pelajar.
  22. Laya, L. R. (2010). Analisis finansial kelayakan
  23. dan strategi pengembangan usaha pengolahan eceng gondok di provinsi
  24. Gorontalo. (M.M), Universitas Gadjah
  25. Mada, Yogyakarta.
  26. Malik, A. (2007). Environmental Challenge Vis
  27. a Vis Opportunity: The Case of Water
  28. Hyacinth, Environment International, 33
  29. (1), 122-138.
  30. Mccrory, R.J. (1996). The Design Method In
  31. Practice. In S. A. Gregory (Ed), The Design
  32. Method. Springer Science+Business
  33. Media: New York.
  34. Punitha, S., K. S. & M. Bhuvaneshwari. (2015).
  35. Processing of Water Hyacinth Fiber to
  36. Improve Its a bsorbency. International
  37. Journal of Advanced Research, 3 (8),
  38. -294.
  39. Putra, Y. M. P. (1 September 2016). Rotan-Eceng
  40. Gondok Dipadukan Jadi Kerajinan Bernilai
  41. Jual. Republika.
  42. Rakotoarisoa, T. F., P.O. Weaber, T. Richter, &
  43. J.M. Contreras. (2015). Water Hyacinth
  44. (Eichhornia Crassipes), Any Opportunities
  45. for the Alaotra Wetlands and Livelihoods?
  46. Madagascar Conservation &
  47. Development, 10 (3), 128-136.
  48. Retnoningrum, R.A. (2014). Pemanfaatan
  49. Enceng Gondok Sebagai Produk Kerajinan:
  50. Studi Kasus Di Kupp Karya Muda
  51. “Syarina Production” Desa Kebondowo
  52. Kecamatan Banyubiru. Eduarts: Journal
  53. of Visual Arts, 3 (1), 73-80.
  54. Samsudin, A. & H. Husnussalam. (2017). IbM
  55. Pemanfaatan Tanaman Eceng Gondok
  56. (Eichornia crassipes) untuk Kerajinan Tas.
  57. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian
  58. kepada Masyarakat, 3 (1), 34-39.
  59. Sofyan, A.N., K. Sofianto, M. Sutirman &
  60. D. Suganda. (2018). Kerajinan Payung
  61. Geulis Sebagai Kearifan Lokal Tasikmalaya.
  62. Panggung, 28 (4), 388-402.
  63. Strauss, A. & J. Corbin. (1990). Basics of
  64. Qualitative Research: Grounded Theory
  65. Procedures and Techniques. Diterjemahkan
  66. oleh Sidiq M. & M. Imam. 2003. Dasar-
  67. Dasar Penelitian kualitatif: Tata langkah
  68. dan Teknik-Teknik Teoritisasi Data.
  69. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  70. Strauss, A. & J. Corbin. (2009). Metodologi
  71. Grounded Theory Ulasan Singkat. In
  72. Norman K. Denzin dan Yvonna S. Lincon.
  73. (Eds), Handbook of Qualitative Research.
  74. Diterjemahkan oleh Darianto, Badrus
  75. S. Fata, Abi, & J. Rinaldi.