Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Abstract

Angklung salah satu alat musik kebanggan Indonesia yang mempunyai nada, irama dan cara memainkan yang khas. Angklung, refleksi budaya dan jiwa yang memiliki makna yang dalam. Keunikan angklung pada karakter desain, cara memainkan dan fleksibelitas dengan karakter budaya dan musik modern, sebagai bukti kekuatan nilai tradisi yang kuat yang terwujud dengan komitmen yang kuat. Nilai kebendaan angklung melahirkan nilai non kebendaan, dan itu adalah spiritualitas. Dengan menggunakan menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, dengan pendekatan antropologi, nilai spiritualitas itu ditemukan melalui kolaborasi antar pemain yang menggunakan hati dan jiwa mereka agar dapat bekerja sama secara optimal. maka spiritualitas dalam angklung tercipta melalui konsep berpikir keingintahuan dan rasional.

Kata kunci: Angklung, Desain, Irama, Nada, Spiritualitas

PDF DOWNLOAD (Bahasa Indonesia)

References

  1. Adlin, Alfathri. (2007). Spritualitas dan
  2. Realitas. Jalasutra: Yogyakarta
  3. Golshani, Mehdi. 2004. Melacak Jejak Tuhan
  4. dalam Sains. Mizan: Bandung.
  5. Jamal Badi. (2008). Islamic Creative Thinking.
  6. Mizania: Bandung.
  7. Masunah, Juju. (2003). Angklung di Jawa
  8. Barat – Sebuah Perbandingan. Bandung;
  9. Pusat Penelitian dan Pengembangan
  10. Pendidikan Seni Tradisional UPI.
  11. Masunah, Juju. (2003). Metodologi Pengajaran
  12. Angklung. Bandung: P4ST UPI
  13. Putra, Heddy Shri Ahimsa. (2001).
  14. Strukturalisme Levi Strauss. Yogyakarta:
  15. Galang. Press
  16. Strauss, Levi. (2005). Antropologi Struktural.
  17. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
  18. Sutrisno, Mudji. (2005). Teori-Teori Kebudayaan.
  19. Yogyakarta: Kanisius.
  20. Soemaryatmi. (2012). Dampak Akulturasi
  21. Budaya pada Kesenian Rakyat.
  22. Panggung 22 (1). 36.
  23. Suriasumantri, Jujun. (2010). Filsafat Ilmu
  24. – Sebuah Pengantar Populer. Sinar
  25. Harapan: Yogyakarta.
  26. Salad, Hamdy, (2000). Agama dan Seni.
  27. Semesta: Yogyakarta.
  28. Rosyadi. (2012). Angklung: dari Angklung
  29. Tradisional ke Angklung Modern.
  30. Patanjala 4 (1). 29 – 32.
  31. Wahyudi, AV, Narawati, Nugraheni. (2018.
  32. Penanaman Nilai-Nilai Kasundan
  33. Berbasis Pembelajaran Tari Pakujajar di
  34. SMP Negeri 5 Sukabumi. Panggung 28
  35. (2), 133-146.