Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Penciptaan Kriya Logam Dekorasi Dinding Berbahan Limbah Alumunium

Abstract

Limbah logam mudah ditemukan, terutama dalam hal ini jenis limbah logam aluminium yang berasal dari bekas komponen onderdil otomotif, bekas alat rumah tangga, sisa bahan produksi barang, bekas kaleng makanan, dan lainnya. Limbah seperti tersebut menarik penulis untuk dibuat karya seni kriya logam jenis dekorasi dinding dua dimensi dengan memanfaatkan aluminium bekas untuk meningkatkan nilai prestise dan ekonomi. Capaian estetisnya dengan rekayasa pengaplikasian teknik esembling las aluminium, tempa, dan ukir etsa. Penelitian terapan ini menggunakan metode kualitatif eksploratif Practiced Based Research dengan menggali inspirasi berbagai limbah logam aluminium. Proses penciptaan dengan konsep eskplorasi melalui sketsa rancang bentuk, perwujudan, dan finishing. Rangkaian proses itu merupakan metode operasional penciptaan untuk menghasilkan karya seni kriya logam dekorasi dinding berjumlah dua karya yang unik dan artistik sesuai kaidah ilmu seni rupa. Karya ini menjadi prototipe yang dapat diaplikasikan pada industri manufaktur seni untuk meningkatkan ekonomi masyarakat bangsa Indonesia.

Kata kunci: kriya logam, dekorasi dinding, limbah, aluminium

PDF DOWNLOAD (Bahasa Indonesia)

References

  1. Abdullah, R. (2010). Practice Based Research in art and design, Why not? Jurnal Perintis Pendidikan Fakulti Seni Lukis & Reka UiTM, 18.1, 41.
  2. Anggraini, R., Alva, S., Yuliarty, P., & Kurniawan, T. (2018). Analisis Potensi Limbah Logam/Kaleng, Studi Kasus di Keluarahan Meruya Selatan, Jakarta Barat. Jurnal Teknik Mesin, 7 (2). https://doi.org/https://dx.doi.org/10.22441/jtm.v7i2.3022
  3. Arthana, I. K. R., Pradnyana, G. A., & Pradnyana, I. M. A. (2018). Prototype Aplikasi Mobile Preservasi Warisan Budaya Indonesia Berbasis Crowdsourcing. Jurnal Sains & Teknologi, Vol. 7 No., 59. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.23887/jst-undiksha.v6i2.11924
  4. Dow, A. W. (1917). Modernism in Art. The American Magazine of Art, 8 (3).
  5. Gray, C., & Mallins, J. (2004). Visualizing Research : a guide to the research process in art and design. Ashgate PublishingLimited and Ashgate Publishing Company.
  6. Guntur. (2019). Inovasi pada Morfologi Motif Parang Batik Tradisional Jawa. Panggung Jurnal Seni Budaya, 29 (4), 377. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26742/panggung.v29i4.1051
  7. Hasibuan, R. P. (2020). SISI FEMINIM WANITA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS. Journal of Contemporary Indonesian Art, VI (1), 41.
  8. Irawani, T., & Hartono, B. (2017). MEMANFAATKAN LIMBAH ONDERDIL KENDARAAN. CORAK Jurnal Seni Kriya, 6 (1), 35–43. https://doi.org/https://doi.org/10.24821/corak.v6i1.2391
  9. Iryanti, V. E. (2016). KENIKMATAN ESTETIS DALAM SENI SUATU TINJAUAN FILOSOFIS. Imaji, 14 (2), 139–145. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/imaji.v14i2.12177
  10. Mustaqim, K., Adiwijaya, D. R., & Indrajaya, F. (2013). Penelitian Atas Penelitian Seni dan Desain: Suatu Studi Kerangka Filosofis-Paradigmatis Bagi Penelitian Seni dan Desain Visual. Humaniora, 4(2), 995. https://doi.org/https://doi.org/10.21512/humaniora.v4i2.3541
  11. Rachmat, A., & Yuniadi, A. (2018). SIMBOLISME AYAM JAGO DALAM PEMBANGUNAN KULTURAL MASYARAKAT KABUPATEN CIANJUR. Sosiohumaniora - Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora, 20 (3), 255. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v20i3.14549
  12. Savitri, S., Safitri, R., & Rachmat, G. (2021). Pemanfaatan Limbah Kayu sebagai Produk Cenderamata bagi Keluarga. Panggung Jurnal Seni Budaya, 31 (1) (pengolahan limbah). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26742/panggung.v31i1.1534
  13. Sedang, S. S. I. B. dan. (2018). INDIKATOR INDUSTRI MANUFAKTUR 2018 (Vol. 59). Badan Pusat Statistik.
  14. Shlossberg, P. (2015). Crafting identity: Transnational Indian arts and the politics of race in central Mexico. Crafting Identity: Transnational Indian Arts and the Politics of Race in Central Mexico (First edit). University of Arizona Press.
  15. Sudarwanto, A., & Darmojo, K. W. (2018). STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KRIYA LOGAM DI DESA TUMANG CEPOGO BOYOLALI. CORAK Jurnal Seni Kriya, 7 (1). https://doi.org/https://doi.org/10.24821/corak.v7i1.2647
  16. Sukmawardani, Y., & Hardiyanti, R. (2017). PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA BERBASIS INKUIRI UNTUK ANALISIS KUALITATIF LOGAM BERAT PADA LIMBAH LABORATORIUM. Jurnal Tadris Kimiya, 2 (2). https://doi.org/https://doi.org/10.15575/jtk.v2i2.1880
  17. Supriaswoto. (2019). Limbah Padat Alumunium: Nilai Tambahnya Digali Melalui Seni Kriya. BP ISI Yogyakarta, 95–101.
  18. Tohani, E., & Sugito. (2019). Kebutuhan Inovasi, Modal Sosial, dan Proses Belajar Perajin Batik. Jurnal Economia, 15(No.1), 19. file:///C:/Users/User/Downloads/Innovation_Needs_Social_Capital_and_Learning_Proce.pdf
  19. Widayanti, M. M. N. (2015). METODE PENCIPTAAN BIDANG SENI RUPA: Praktek Berbasis Penelitian (practice based risearch), Karya Seni Sebagai Produksi Pengetahuan dan Wacana. CORAK Jurnal Seni Kriya, Vol 4 No 1, 23–37. https://doi.org/https://doi.org/10.24821/corak.v4i1.2358