Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Samsoedi dalam Pengembangan Karya Sastra Anak Melalui Novel Babalik Pikir

Abstract

Pemahaman bahwa setiap karya tidak ada yang benar-benar mandiri. Kemudian pengetahuan untuk mengkaji bahwa setiap karya selalu mempunyai karya sastra lain sebagai landasan dalam penciptaan. Pembahasan ini mengungkap adanya bentuk-bentuk hipogram yang terdapat dalam novel BP melalui analisis struktur teks cerita berupa unsur alur, latar, tokoh, dan tema dengan karya sastra yang melatarbelakanginya yaitu novel CBT, CBM dan CSD. Dalam penciptaannya novel BP memiliki keterkaitan dengan realitas sosial, budaya dan unsur kesejarahannya. Keterkaitan tersebut menjadikan BP memiliki fungsi dan makna mengenai inovasinya terhadap unsur-unsur yang ada. Penegasian terhadaprealitas sosial mengenai pendidikan pada awal abad ke-20 di Bandung serta penegasian terhadap segala perbuatan buruk, sikap menerima setiap konsekuensi dari setiap perbuatan. Bentuk penegasan terhadap sastra anak sebagai media yang ideal untuk pendidikan, pembentukan, dan pengembangan karakter anak serta untuk menyampaikan pesan moral mengenai setiap tindakan akan mendapatkan konsekuensi.

Kata Kunci: Samsoedi, Novel Anak, Intertekstual

PDF DOWNLOAD (Bahasa Indonesia)

References

  1. Esten, Musral. (1978). Kesusastraan Pengantar Teori dan Sejarah. Bandung: Angkasa.
  2. Hudaya, Deri. (2015). Aktualisasi Mitos “Sangkuriang” dan “Lutung Kasarung” dalam Novel “Déng” Karya Godi Suwarna. Jurnal Panggung, 25(4), 368-378
  3. Imran, Ali. (2005). “Intertekstualitas Puisi ‘Padamu Jua’ Amir Hamzah dan Puisi ‘Doa’ Chairil Anwar: Menelusuri Cahaya Alqur’an dalam Puisi Sufistik Indonesia”. Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 17(1), 75—87. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, niversitas
  4. Muhammadiyah Surakarta. Kasmana, Kankan. (2016). Perwujudan Keyakinan akan Keberadaan Mahluk Halus dalam Komik Kawin ka Kunti. Jurnal Panggung, 26(3), 280-293
  5. Makaryk, Irena R. (1993). Encyclopedia of Contemporary Literary Theory. TorontoBuffalo-London: University of Toronto Press113.
  6. Nazir, Moh. (2011). Metode Peneitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
  7. Nurgiyantoro, Burhan. (2004). Sastra Anak: Persoalan Genre. Humaniora Vol. 16(2), 107-122
  8. Patimah dan The Toyota Foundation. (2000). Ensiklopedia Sunda (Alam, Manusia, dan Budaya Termasuk Budaya Cirebon dan Betawi). Pemimpin Redaksi: Ajip Rosidi. Jakarta: Pustaka Jaya.
  9. Ratna, Nyoman Kutha. (2004). Penelitian Sastra: Teori, Metode, dan Teknik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  10. Samsoedi. (2014). Cetakan Ke-4. Babalik Pikir. Bandung: Kiblat Buku Utama
  11. _______. (2016). Cetakan Ke-4. Budak Teuneung. Bandung: Kiblat Buku Utama
  12. _______. (2013). Cetakan Ke-1. Carita Budak Minggat. Bandung: Kiblat Buku Utama
  13. Sarumpaet, Riris K Toha. (2010). Pedoman Penelitian Sastra Anak: Edisi Revisi. Jakarta: Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional
  14. Teeuw, A. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.