Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Menelisik Tanda Nitik pada Batik

Abstract

Tulisan ini membahas tentang simbol nitik yang divisualisaikan dan diekspresikan pada selembar kain (batik) dalam bentuk geometris, garis, lengkung, oval, ellips, dan terjadi pengulangan-pengulangan dengan beragam kombinasi. Penulisan ini bersifat kualitatif, data yang dikumpulkan melalui observasi lapangan, dan wawancara kelompok pembatik batik nitik di Desa Trimulyo, Bantul, Yogyakarta. Data dianalisis dengan pendekatan simbolik (interptretivisme simbolik) untuk menemukan pengetahuan dan pesan-pesan melalui simbol-simbol yang menjadi ciri khas ragam seni hias nitik pada batik. Hasilnya pola seni hias nitik sarat dengan nilai spiritualitas yang menggambarkan cara berpikir kosmosentris. Karakter nitik terus berkembang mewujud yang beragam bentuk dengan struktur yang berubah-ubah,namun polanya masih tetap sama.

Keywords

Batik Nitik, Desa Trimulyo, Pola Geometris, Sakral-profan

PDF

Author Biography

Niken Wirasanti

Scopus ID: 57216289988 Google Scholar: https://scholar.google.com/citations?user=7rv485YAAAAJ&hl=en&oi=ao


References

  1. Aida Roihana, 2021, Tradisi Nitik: Karakteristik, Proses, Dan Makna Batik Nitik Yogyakarta, Jurnal Penelitian Humaniora, Volume 26, Nomor 2, April 2021: 76-88
  2. Baker, W. D. and Baker, I. S. (1920). Batik and Other Patern, Dyeing. Chicago: Atkin- son, Menzer & Company.
  3. Budiwiyanto, Joko 2007, “Bentuk dan Fungsi ragam hias pada pendopo sasana sewaka dan keraton kasunanan Surakarta”, jurnal Gelar, vol 5 No Juli hlm 73-95
  4. Dennyan Dwi Siswanto. 2006. Ornamen geometris sebagai tema penciptaan karya seni grafis,
  5. https://www.google.com/searchOrnamen+geometris+sebagai+tema+penciptaan+karya+seni+grafis&gs_
  6. Delfina, Ni Putu Elsye Anriani, I Wayan Mudra, I Wayan Swandi, 2020, “Analisis makna dan Bentuk Busaa Adat daha dan Truna Desa Bungaya Karangasam”, Ars, jurnal Seni Rupa dan desain, Vol 23 Sep, hlm 128-135
  7. Djumena, N. S. (1990). Batik and its Kind. Jakarta: Djambatan
  8. Guntur, 2019, Inovasi pada Morfologi Motif Parang Batik Tradisional Jawa, Jurnal Panggung Vol. 29 No. 4, Oktober – Desember, hlm 373-390
  9. Haake, A. (1989). The Role of Symmetry in Javanese Batik Paterns. Computers Math. Applic., 17 (4-6), 815-826. DOI: 10.1016/0898-1221(89)90262-9.
  10. Hamzuri. (1994). Classical Batik. Jakarta: Djambatan. Nasr , Sayyed Hossein,
  11. Harris, C. A. (1931). The Element of Repeti- tion in Nature and the Arts. The Musical Quarterly, (17) 3, 302-318. DOI: 10.1093/mq/XVII.3.302
  12. Hoop, A.N.J van der. (1949). Indonesishe Siermotiven, Uitgegeven door het Koninklijke Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenchapen.
  13. Machdalena, Susi.,(2023), “Motif Batik Ciwaringin Sebagai Identitas Budaya Lokal Cirebon “, Jurnal Panggung V33/N1/03, hlm 72-87
  14. Maziyah, Siti dan Alamsyah, (2021), “Perjalanan Panjang Paṭola Menjadi Jlamprang: Transformasi Motif Tenun Menjadi Motif Batik”, Kalpataru, Majalah Arkeologi Vol. 30 No. 1, Mei 2021 (61-74)
  15. Nizam, Akhmad, (2018), Ragam Hias makam Sunan Drajad, Ekspresi Estetis Islam Masa Peralihan di Jawa Timur, Laporan Akhir penelitian Doktor, lembaga Penelitian Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
  16. Phillips, P. and Bunce, G. (1993). Repeat Paterns: a manual for designers, artists and architects. London: Thames and Hudson Ltd.
  17. Rohisa, Dewi., Warli Haryono. (2022), “Desain Motif batik Cimahi sebagai identitas
  18. Budaya (kajian Antropologi)”, Jurnal Brikolase Online, Juli 2022., hlm 2-4
  19. Rosanto, A. (2009). Kajian Batik Motif Kawung dan Parang dengan Pendekatan Estetika Seni Nusantara. 1(2), 1–11.
  20. https://jurnal.isiska.ac.id/index.php/brikolase/article/view/261/263
  21. Rulia Anna, Riza Setiabudi Kurniawan, 2022, “Pengembangan Ragam Hias Batik Bertema Arsitektur Vernakular Kalimantan Timur”, Jurnal Panggung V32/N2/06, hlm 267-282Siswanto, Dennyan Dwi, )2006), “Ornamen Geometris Sebagai Tema Penciptaan Karya Seni Geafis”, Skripsi, fak Sastra dan Seni Rupa UNS
  22. Saraswati, Niken, (2016), “Paguyuban batik Sekar Nitik Kembangsongo Desa Trimulyo Bantul tahun 200- 2015 Tinjauan Sejarah dan Perkembanannya, Jurnal Avatara vol 4, no 3 oktober
  23. Sukanada, I Made, Arif Suharsono (2012), “Batik Mbantulan di sentra Batik Giriloyo dan Wijirejo Bantul”, Corak, jurnal seni dan Budayavol I, hlm 11-25
  24. Sukanandi, I Made, (2013), “Studi dan penciptaan Motif Nitik di Sentra batik kembangsongo Bantul”, Jurnal Riset Daerah Vol XII No 3, hlm 18-48
  25. Suyanto, 2002, Sejarah Batik Yogyakarta, Yogyakarta: Penerbit Merapi
  26. Sunaryo, A. (2011). Ornamen Nusantara Kajian Khusus Tentang Ornamen Indonesia. Semarang: Dahara Prize
  27. Samsi, Sri Soedewi, (2011). Teknik dan Ragam Hias batik Yogya dan Solo, Yogyakarta : yayasan Titian Masa Depan
  28. Wirasanti, Niken, (2023a), Candi dan Lingkungan abad IX-X Masehi di wilayah Jawa Bagian Tengah, Yogyakarta: Gajah Mada Universitas Press.
  29. ________________. (2023b), ” Ornamental Art of Kalasan Temple in The Perspective of Art Philosophy”, Jurnal Mudra, Volume 38, No. 4, hlm 467-479
  30. Winaya, Atina, (2020), Penggambaran Motif kain pada Arca Ganesa di Jawa: Ragam dan Makna, Menggamit Minat ragam Hias Nusantara, Yayasan Pusaka Obor Indonesia, hlm 77-111
  31. Zuhro, Aida Roihana, (2021), “Tradisi Nitik, Karakter, Proses, dan Makna Batik Nitik Yogyakarta”, Jurnal penelitian Humaniora, vol 26, nomer 2, hlm 76-88