Caring Design: A Multimodal Analysis of Woman Embodiment in Kampung Halaman Foundation Design by Novi Kristinawati
Abstract
Gagasan perawatan dalam desain dan arsitektur melekat pada karya perempuan desainer se- bagai bentuk kebertubuhan perempuan yang berhubungan dengan konteks sosial. Demikianlah peran perempuan dalam tatanan sosial yang sering diasosiasikan dengan perawatan dan peng- asuhan seperti layaknya alam telah menggemakan dualisme gender, yang turut mempengaruhi perbedaan karakteristik desain yang diciptakan oleh keduanya. Beberapa penelitian sebelum- nya telah mengeksplorasi gagasan desain perawatan, terutama dalam arsitektur, mencakup eksplorasi material alami yang dapat menyampaikan identitas budaya, pengalaman multisen- sorik, dan arsitektur afektif. Namun, studi mengenai karya perempuan desainer, khususnya dalam arsitektur yang merangkul konsep ‘desain perawatan’, dan berfokus pada kebertubuhan masih kurang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gagasan perawatan se- bagai bentuk kebertubuhan perempuan desainer yang terefleksikan dalam karyanya, dengan studi kasus desain arsitektur Yayasan Kampung Halaman di Yogyakarta oleh Novi Kristinawa- ti. Melalui metode semiotika, khususnya analisis multimodal teks dari Gunther Kress dan Theo van Leeuwen, makna perawatan diungkapkan melalui penelusuran tiga metafungsi: makna representasi, makna interaktif, dan makna komposisi yang muncul dari mode-mode sebagai sumber semiotika. Temuan studi ini memperlihatkan bahwa Novi Kristinawati merefleksikan kebertubuhannya dalam desain Yayasan Kampung Halaman. Gagasan perawatan sebagai bentuk kebertubuhan perempuan antara lain: muncul dalam simbol arketipe ibu; desain yang memberikan pengalaman multisensori dengan mengaburkan batas antara eksterior alam dan interior; desain yang fleksibel dan mengalir yang memenuhi nilai guna serta dapat memfasil- itasi jarak sosial pengguna desain; mengutamakan kesetaraan dan pengakuan kedua gender dalam desain tanpa sekat; serta desain yang mampu mendengarkan kebutuhan pemesan de- sain. Penelitian ini adalah upaya untuk memahami desain dalam kerangka kebertubuhan per- empuan dan kontribusinya dalam wacana pengetahuan desain. Kata Kunci: desain perawatan, perempuan desainer, kebertubuhan perempuan, analisis multimodal, arsitektur, Novi KristinawatiReferences
- Arivia, G. (2018). Filsafat Berprespektif Feminis. Membongkar Dominasi Pemikiran Maskulin. Jakarta: YJP Press, pp. 169 & 364
- Armand, A. (2017). Arsitektur yang lain: Sebuah Kritik Arsitktur. Jakarta: Gramedia.
- Bellacasa, M. P. (2017). Matters of care: speculative ethics in more than human worlds. Minneapolis: University of Minnesota Press, pp. 140
- Boys, J. (1984). Making Space Women and the Man-made Environment. London: Pluto Presss, pp.37-54
- Feldman, E. B. (1992). Varieties of Visual Experience 4th Edition. New Jersey: Prentice-Hall Inc., pp. 238
- Frick, H. (2008). Ilmu Konstruksi Bangunan Bambu. Yogyakarta: Kanisius, pp. 32
- Gordon, B. (1996). Woman’s Domestic Body: The Conceptual Conflation of Women and Interiors in the Industrial Age. Winterthur Portfolio , 31(4), 281-301
- Hardy, J. (2018). John Hardy, Master of Bamboo. Retrieved Desember 2023, from www.youtube.com: https://www. youtube.com/watch?v=3fRgM-nKiXg
- Herdiany, D. (2023, Agustus 26). Latar Belakang Pembuatan Desain Kampung Halaman Foundation. (S. A. Agustin, Interviewer)
- Hidayatun, M. I., Prijotomo, J., & Rachmawati,
- M. (2013). Materials As Part Of The Identity Of Indonesian Architecture (Locality and Universality Value in Mangunwijaya and Eko Prawoto works), pp. 1-8
- Jung, C. (2020). Empat Arketipe. Yogyakarta: IRCiSoD, pp. 24-25
- Kopitz, L. (2022). Affective Architecture: Encountering Care in Built Environments. Journal of Contemporary Philosophy, pp. 29-42
- Kress, G., & Leuween, T. v. (2021). Reading Images The Grammar of Visual Design. London: Routledge, pp. 148
- Kristinawati, N. (2022, April 4). Gaya Desain Novi Kritistinawati. (S. A. Agustin, Interviewer)
- Kristinawati, N. (2023, Agustus 25). Proses Desain Kampung Halaman Foundation. (S. A. Agustin, Interviewer)
- Lawson, B. (2001). The Language of Space.
- Oxford: Architectural Press, pp. 63 Lugt, P. v. (2017, October). Bamboo to Save
- the World | Pablo van der Lugt
- |TEDxErasmusUniversityRotterdam. Retrieved December 2023, from www. youtube.com: https://www.youtube. com/watch?v=wI_fdwCU_oc
- Mahantmanto. (2012). Tegang Bentang Seratus Tahun Perspektif Arsitektural di Indonesia. Jakarta: Gramedia, pp. 43
- Maharani, Santosa dan Wardono (2016). Representasi Nilai Kosmologi pada Wujud Lokal Bangunan Hunian Bali Aga. Panggung Vol. 26 No. 4, Desember 2016, pp. 405
- Mangunwjaya, Y. B. (1988). Wastu Citra: Pengantar ke Ilmu Budaya Bentuk Arsitektur Sendi-sendi Filsafatnya dan Beserta Contoh-contoh Praktis. Jakarta: PT. Gramedia, p. 31
- Nurhijrah, Kasman, T. M., & Akbar, B. M. (2018). Relevansi Pemikiran Irigaray Terhadap Arsitektur. National Academic Journal of Architecture, 5(2), pp. 143-155
- Ravelli, L. J. (2015). Analysing Space: Adapting and Extending Multimodal Semiotics.
- Matraga - Revista do Programa de Pós- Graduação em Letras da UERJ, pp. 206- 227
- Spence, C. (2020). Senses of place: architectural design for the multisensory mind. Cognitive Research: Principles and Implications, 5(1), pp.1-26
- Shiva, V., & Mies, M. (2005). Ecofeminsim Perspektif Gerakan Perempuan dan lingkungan. Yogyakarta: Ire Press, pp. 35
- Suharson, A. (2024). Fregenerasi Pengrajin Gerabah Perempuan di Pundong, Kasongan, dan Bayat dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Budaya Jawa. Panggung Vol. 34 No. 1, Maret 2024, pp. 33-34
- Synnott, A. (2007). Tubuh Sosial: Simbolisme, Diri, dan Masyarakat. Yogyakarta: Jalasutra, pp. 5
- Walker, J. A. (1989). Design History and The History of Design. London: Pluto Press, pp.220.