Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Perwujudan Keyakinan akan Keberadaan Mahluk Halus dalam Komik Kawin ka Kunti

Abstract

Abstrak
Mahluk halus dalam masyarakat Sunda merupakan fenomena antara mitos dan realitas. Kepercayaan terhadap mahluk yang dianggap immateri-spiritual ini mempengaruhi kehidupan masyarakat, dan banyak diangkat dalam media populer. Tahun 1986 hadir komik Sunda berjudul Kawin ka Kunti, bercerita tentang pernikahan manusia dan mahluk halus, Kuntianak.
Penelitian ini bersifat kualitatif, secara deskriptif menguraikan tentang pengemasan mitos dan tradisi dalam komik sebagai wujud interteks. Analisis intertekstualitas digunakan dalam penelitian berupaya mencari representasi teks berupa keyakinan akan keberadaan mahluk halus di masyarakat Sunda yang muncul dalam komik.
Diperoleh kesimpulan bahwa interteks hadir dalam komik berupa keyakinan akan keberadaan mahluk halus, meliputi wujud hantu, kehadiran mantra berupa jampe pamakena, serta adat istiadat yang berkaitan dengan mahluk halus. Imaji hantu dalam komik ini adalah representasi dari konsep, pandangan, kepercayaan akan kehadiran mahluk halus. Gambarannya bisa jadi merupakan sebuah imaji perseptual, yang hadir dalam diri komikus didasarkan pada referensi eksternal di lingkungan komikus berada.
Kata Kunci: Mahluk Halus, Komik, Intertekstual, Sunda, Tradisi

 

Abstract
Spiritual beings within Sundanese is both myth and reality phenomenon. This spiritual-immaterial belief influences Sundanese people’s life, where it frequently appears in popular media. In 1986, there was a comic titled Kawin ka Kunti, told a story about spiritual being (Kuntianak)-human marriage.
It is a qualitative research which descriptively explains how myth and tradition are wrapped as an intertext form. Uses intertextual analysis, this research attempts to find text representation in form of belief on spiritual beings existence in the comic.
It is then concluded that intertext exists in the comic in form of belief on spiritual beings existence comprises of incarnation of several ghosts, spells presence in form of jampe pamakena, as well as custom related to ghosts. Ghost imaging in this comic is a representation of concept, point of view, and belief of jurig (ghost). It may come in form of perceptual imaging, presents in anything that is based on external reference of the comic artist her/himself.
Keywords: Jurig (ghost), Comic, Intertextual, Sunda, Tradition

PDF

References

  1. Alvian Rokhmansyah
  2. Studi dan Pengkajian Sastra: Perkenalan Awal Terhadap Ilmu Sastra. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  3. BPPP Jawa Barat
  4. Derap Pembangunan Pers Nasional di Jawa Barat. Bandung: Grafitri
  5. Burhan Nurgiantoro
  6. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  7. Danesi, Marcell
  8. Pesan, Tanda, dan Makna: Buku Teks Dasar Mengenai Semiotika. Yogyakarta: Jalasutra.
  9. Etti R.S., Dkk.
  10. Jangjawokan, Inventarisasi Puisi Mantera Sunda. Bandung: DISPARBUD JABAR.
  11. Hutomo S. S.
  12. Merambah Matahari: Sastra dalam Perbandingan. Surabaya: Gaya Masa.
  13. Jakob Sumardjo
  14. Sunda Pola Rasionalitas Budaya. Bandung: Kelir.
  15. Kankan Kasmana, Riama Maslan Sihombing, Irfansyah
  16. Ciri Visual Komik Strip Sunda Opat Madhab Setan dalam Majalah Manglé, Jurnal Visual Art & Design ITB Vol. 6, No. 2
  17. Penghulu Haji Hasan Mustapa
  18. Adat Istiadat Sunda. Bandung: Alumni.
  19. R.A.P. Soeganda
  20. Adat Istiadat Sunda. Bandung: Penerbit Sumur Bandung.
  21. R.A. Danadibrata
  22. Kamus Basa Sunda. Bandung: Kiblat Buku Utama &Universitas Padjajaran.
  23. Rachmat Djoko Pradopo
  24. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  25. Ukun Surjaman
  26. Kepertjajaan Orang Sunda terhadap “Machluk Halus”. Depok: FSUI, Universitas Indonesia.
  27. Undang A. Darsa, dan Edi S. Ekadjati
  28. Gambaran Kosmologi Sunda. Bandung: Kiblat Buku Utama.
  29. Yasraf Amir Piliang
  30. Posrealitas: Realitas Kebudayaan dalam Era Postmetafisika. Yogyakarta: Jalasutra.
  31. Wawancara
  32. Didin, Wawancara tentang Mahluk Halus, 20 September 2015-Bojongkoneng Cibeureum
  33. Alm. Haryadi Suadi, Wawancara tentang komik Sunda, Februari 2015, Cisangkuy

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>