Śiva Naṭarāja: Konsep Estetika Hindu dalam Seni Pertunjukan Wayang
Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi dimensi pemaknaan simbol Śiva Naṭarāja dalam seni pertunjukan wayang kulit Bali melalui pendekatan hermeneutika simbolik Paul Ricœur, semiotika triadik Charles Sanders Peirce, serta konsep estetika Hindu Bali (satyam, śiwam, sundaram). Kajian ini menyoroti keterbatasan studi sebelumnya yang cenderung bersifat visualistik-formalistik dan seremonial, tanpa mengelaborasi praksis simbolik secara performatif. Dengan metode kualitatifpartisipatoris melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi naskah lontar sapuh leger, kala purana serta dharma pawayangan. Penelitian ini menemukan bahwa simbol Śiva Naṭarāja tidak hanya direpresentasikan sebagai ikon, melainkan direfigurasi sebagai teks hidup (living text) yang teraktualisasi dalam praksis seni-ritual dalang. Sublimasi audiens terhadap estetika sundaram terwujud dalam harmoni visual, naratif, dan ritualistik yang membangkitkan taksu (energi performatif spiritual) sebagai medan aktualisasi makna kosmis. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan transdisipliner dalam kajian estetika pertunjukan Bali yang mengintegrasikan dimensi religius, performatif, dan kosmologis secara utuh.
Keywords
Śiva Naṭarāja, Estetika Hindu Bali, Wayang Kulit, Hermeneutika, Semiotika
References
- Afriadi, D., & Cahyani, N. (2024). From Traditional Heritage to Digital Art: Navigating Changes in Culture and Creative Expression. Journal of Arts, Media, and Technology, 1(2), 1–6. https://doi.org/ 10.62033/elegentia.v1i2.118
- Ahmed, F. (2022). Globalization and its Impact on Indigenous Art Forms. International Journal of Fine, Performing and Visual Arts (IJFPVA), 2(2), 11–15.
- Andari, I. A. M. Y. (2024). The Impact of Globalization on Hindu Religious Practices and Cultural Expressions. Widya Sundaram : Jurnal Pendidikan Seni Dan Budaya, 2(1), 65–74. https://doi.org/10.53977/jws.v2i1.2050
- Banerjea, J. N. (2002). The Development of Hindu Iconography. Munshiram Manoharlal.
- Coomaraswamy, A. (1999). The Dance of Shiva. Munshiram Manoharlal.
- Creswell, J. W. (2015). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset. Pustaka Pelajar.
- Darmawan, I. P. A. (2025). Estetika Dalam Tradisi Sakral: Telaah Filosofis Atas Praktik Ritual Di Desa Gulingan Badung. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9(3), 299–313. https://doi.org/10.37329/jpah.v9i3.4407
- Dibia, I. W. (2003). Nilai-Nilai Estetika Hindu Dalam Kesenian Bali. In Esetetika Hindu Dan Pembangunan Bali (p. 128). Program Magister Ilmu Agama dan Kebudayaan Universitas Hindu Indonesia, bekerjasama dengan Penerbit Widya Dharma.
- Erwen, I. V., Shielline, P., Poluan, R. C., Wangsa, V., Pratama, W., & Widyawan, I. (2025). Cultural Commodification And Its Implication In Tourism: Systematic Literature REVIEW. Kepariwisataan : Jurnal Ilmiah, 19(2), 188–199. http://dx.doi.org/10.47256/kji.v19i2.757
- Fauzan, A. (2025). The Transformation of Traditional Culture in Responding to the Challenges of Globalization in Local Indonesian Communities. Vol. 2 No. 3 (2025): The Journal of Academic Science, 2(3), 1021–1030. https://doi.org/10.59613/42jzr037
- Gina, I. K. (2011). Struktur Nilai Simbolisme dan Mistikisme Pertunjukan Wayang Calonarang. ISI Denpasar. https://repo.isi-dps.ac.id/1178/1/Struktur_Nilai_Simbolisme_dan_Mistikisme_Pertunjukan_Wayang_Calonarang.pdf
- Hartaka, I. M. (2025). Integrasi Nilai-Nilai Dharma Agama dan Dharma Negara Dalam Tradisi Upacara Hindu di Bali. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9(3), 149–165. https://doi.org/10.37329/jpah.v9i3.4234
- I Ketut Muada, Nyoman Astawan, & I Nyoman Sadwika. (2021). Dampak Pariwisata Terhadap Fenomena Sekularisasi dalam Seni Pertunjukan Wayang Kulit Bali. Widyadari, 22(2), 195–208. https://doi.org/10.5281/ZENODO.4661300
- I Komang Wahyu, W., Sang Nyoman Gede Adhi, S., & I Bagus Wijna, B. (2024). Konsep Harmoni Bhuana Agung—Bhuana Alit Pada Penyacah Parwa/Kanda Dan Signifikansinya Dalam Pertunjukan Wayang Kulit Bali. JURNAL DAMAR PEDALANGAN, 4(2), 91–99. https://doi.org/10.59997/dmr.v4i2.4384
- Linggih, I. N. (2024). Wayang Emas Di Bali Peradaban Budaya Hindu Nusantara. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 7(4), 125–144. https://doi.org/10.37329/kamaya.v7i4.3848
- Marajaya, I. M. (2019). Pertunjukan Wayang Kulit Bali Dari Ritual Ke Komersialisasi. Kalangwan: Jurnal Seni Pertunjukan, 5, 21–28.
- Muada, I. K. (2021). Filosofi Tradisi Ruwatan dalam Ritual Hindu Bali (Analisis Wayang Kulit Sudhamala dan Sapuhleger). SANJIWANI: Jurnal Filsafat, 12(2), 221–232. https://doi.org/10.25078/sanjiwani.v12i2.2036
- Oktaviani, N. M. A. D., & Rudiarta, I. W. (2023). Siwa Nataraja Sebagai Landasan Filosofis Dalam Penciptaan Karya Seni Tari. Widya Sundaram : Jurnal Pendidikan Seni Dan Budaya, 1(1), 71–84. https://doi.org/10.53977/jws.v1i1.1038
- Pechilis, K. (2013). Siva as the Lord of Dance: What the Poetess Saw. The Journal of Hindu Studies, 6(2), 131–153. https://doi.org/10.1093/jhs/hit016
- Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2017 tentang Statuta Institut Seni Indonesia Denpasar, Pub. L. No. BN 2017/ NO 475; Kemenristekdikti.Go.Id : 62 Hlm, 475 Nomor 24 Tahun 2017 63 (2017). https://peraturan.bpk.go.id/Details/140860/permen-ristekdikti-no-24-tahun-2017
- Pierce, C. S., Deely, J., Hartshorne, C., Weiss, P., & Burks, A. W. (1931). The Collected Papers of Charles Sanders Peirce: Vol. Volume I-VIII. Harvard University Press.
- Putra, I. D. A. D. (2019). Menelusuri Jejak Rupa Wayang Klasik Bali. JURNAL RUPA, 3(2), 130. https://doi.org/10.25124/rupa.v3i2.1821
- Rajarajan, R. K. K. (2018). If this is Citambaram-Naṭarāja, then where is Tillai-Kūttaṉ? An introspective reading of Tēvāram Hymns. In Pedarapu Chenna Reddy, ed. History, Culture and Archaeological Studies Recent Trends, Commemoration Volume to Prof. M.L.K. Murthy (Vol. 3, pp. 613–634). Delhi: B.R. Publishing Corporation. https://www.researchgate.net/profile/Rkk-Rajarajan/publication/326985741_If_this_is_Citambaram-Nataraja_then_where_is_Tillai-Kuttan_An_Introspective_Reading_of_Tevaram_Hymns/links/5fb3eb16299bf10c3686b54e/If-this-is-Citambaram-Nataraja-then-where-is-Tillai-Kuttan-An-Introspective-Reading-of-Tevaram-Hymns.pdf
- Ricoeur, P. (2000). The Conflict of interpretation: Essays In Hermeneutics (Reprinted). The Althone Press.
- Ricoeur, P., & Thompson, J. B. (2016). Hermeneutics And The Human Sciences: Essays on Language, Action and Interpretation (Cambridge philosophy classics edition). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781316534984
- Sariada, I. K. (2024). Tari Kreasi Baru Siwa Nataraja Karya I Gusti Agung Ngurah Supartha. Prosiding Bali Dwipantara Waskita IV, 4, 395–402. https://eproceeding.isibali.ac.id/index.php/bdw/article/view/562
- Setiawan, M. F. (2016). Commodification of Religious Tradition (Critical Study on Tourism of Islamic Tradition Haul at Pasar Kliwon, Surakarta). Ongoing Asia: A Challange to Communication, 35–40. https://journal.uii.ac.id/CCCMS/article/view/7119
- Sidemen, I. B. (2019). Perangkat Pemujaan Sulinggih Saiwa Baudha Bhujangga Waisnawa (Cetakan Pertama). UNHI Press. http://repo.unhi.ac.id/bitstream/123456789/187/1/PERANGKAT%20PEMUJAAN%20SULINGGIH.pdf
- Sinarsari, N. M., & Nerta, I. W. (2022). Mistisisme Mudra: Ragam Gerakan Spritualitas Dalam Dunia Kesehatan. Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 13(1), 104–110. https://doi.org/10.25078/sanjiwani.v13i1.1009
- Suamba, I. B. P. (2003). Śiva Naṭarāja: Simbol Filsafat, dan Signifikansinya Dalam Kesenian Bali. In Estetika Hindu dan Pembangunan Bali (pp. 1–22). Program Magister Ilmu Agama dan Kebudayaan Universitas Hindu Indonesia, bekerjasama dengan Penerbit Widya Dharma.
- Titib, I. M. (2003). Teologi dan Simbol-Simbol Dalam Agama HIndu. Penerbit & Percetakan Paramita.
- Wessels-Mevissen, C. (2012). The Early Image of Śiva Naṭarāja: Aspects of Time and Space. In D. Boschung & C. Wessels-Mevissen (Eds.), Figurations of Time in Asia. Wilhelm Fink Verlag. https://doi.org/10.30965/9783846754474_013
- Wicaksana, I. D. K. (1997). Tesis Wayang Sapuh Leger: Fungsi Dan Maknanya Dalam Masyarakat Bali. [Tesis]. Universitas Gajah Mada.
- Wicaksana, I. D. K. (2018). Implementasi Estetika Hindu Dharma Pawayangan Oleh Dalang Wayang Kulit Di Bali (p. 435) [Disertasi]. Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.
- Wicaksana, I. D. K., & Wicaksandita, I. D. K. (2022). Alih Aksara dan Analisis Ragam Bahasa Lontar Dharma Pawayangan Koleksi Dalang I Made Sidja. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9843((Special Issue Budaya dan Pendidikan)), 197–212.
- Wicaksana, I. D. K., & Wicaksandita, I. D. K. (2023). Wayang Sapuh Leger: Sarana Upacara Ruwatan di Bali. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 7(1), 1–17. https://doi.org/10.37329/jpah.v7i1.2126
- Wicaksandita, I. D. K., Hendra, S., Saptono, Sutirtha, I. W., & Wicaksana, I. D. K. (2025). Trans Memori Imajinasi Dalam Pewarisan Nilai Monumental Pertunjukan Wayang Kulit Bagi Masyarakat Hindu di Bali. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 9(1), 37–56. https://doi.org/10.37329/jpah.v9i1.3499
- Widiatmika, I. B. C. A., Girinata, I. M., & Suwantana, I. G. (2022). Gerak Mudra Sulinggih Siwa dalam Upacara Dewa Yadnya. Pangkaja: Jurnal Agama Hindu, 25(2), 146–158. https://doi.org/10.25078/pjah.v25i2.2024
- Widya Sena, I. G. M. (2016). Meningkatkan Mutu Umat melalui Pemahaman yang Benar terhadap Simbol Acintya (Perspektif Siwa Siddhanta). Jurnal Penjaminan Mutu, 2(1), 1. https://doi.org/10.25078/jpm.v2i1.56
- Wulandari, T. (2015). Konsep tribuana/triloka pada Ornamen Relief Kalpataru di Kompleks Candi Prambanan sebagai Ide Penciptaan Karya Kriya Seni. Corak, 4(1). https://doi.org/10.24821/corak.v4i1.2361
- Yudabakti, I. M., & Watra, I. W. (2007). Filsafat Seni Sakral dalam Kebudayaan Bali. Penerbit Paramita Surabaya.