Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Negosiasi Budaya Komik Indonesia : Studi Kasus Komik Wayang

Abstract

Komik identik dengan budaya Barat, kehadirannya pernah ditolak oleh para pendidik di Indonesia pada masa Orde Lama. Namun ‘kelahiran’ Komik Wayang membuat komik bisa diterima oleh masyarakat hingga kini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk negosiasi budaya dalam komik dan implikasi negosiasi budaya terhadap perkembangan komik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori komik dan teori hermeneutika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komik Wayang adalah bentuk negosiasi budaya yang tampak dalam tiga bentuk yaitu visual, dialog verbal, dan narasi. Kehadiran Komik Wayang pun berimplikasi pada epigon genre komik di Indonesia mulai dari komik legenda hingga komik humor. Saat ini kehadiran komik diterima sebagai budaya populer di Indonesia.

Keywords

Bahasa Visual, Kajian Budaya, Komik Wayang , Negosiasi Budaya, Perkembangan Komik

PDF

References

  1. Ajidarma, S. G. (2017). “Politics of Identity in the Indonesian Wayang Comics”, Mudra Jurnal Seni Budaya, 32(3). DOI: https://doi.org/10.31091/mudra.v32i3.183
  2. Ajidarma, S.G. (2021). Ngobrolin Komik. Yogyakarta: Pabrik Tulisan.
  3. Ajidarma, S.G. (2011). Panji Tengkorak; Kebudayaan dalam Perbincangan. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
  4. Ajidarma, S. G. (2000). “Menjual Komik Indonesia: Paham dan Salah Paham”, Kompas, 5 November 2000.
  5. Barker, C. (2021). Kajian Budaya Teori dan Praktik (Terj. Erika Setiyawati). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  6. Bhabha, H. (1994). The Location of Culture (H. Bhabha, Ed.). Routledge. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
  7. Bonneff, M. (2008). Komik Indonesia (Translated by Rahayu S. Hidayat). Jakarta: Kepustakaan Popular Gramedia.
  8. Budiharjo. E. (1997). Preservation and conservation of cultural heritage in Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  9. Creswell, J W. (2010). Research Design: Pendektaan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  10. Eisner, W. (1985). Comics and Sequential Art. Tamarac, Florida: Poorhouse Press.
  11. Fennell, C.(2018). Beyond the trace. Postcolonial Studies, 21(4), 520–524. https://doi.org/10.1 080/13688790.2018.1542581
  12. Foucault, Michel. (2017). Power/ knowledge (terjemahan Santosa). Yogyakarta: Narasi-Pustaka
  13. Ganes, T.H. (1967. Si Buta dari Gua Hantu. Jakarta: Pustaka Satria Sejati.
  14. Geertz, C. (2017). Negara Teater. Yogyakarta: Basa Basi.
  15. Gramsci, A. (2013). Prison Notebooks: Catatan-catatan dari Penjara. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  16. Gun. G. (2014). Mahabharata; Adi Parwa. Denpasar: Penerbit ESBE.
  17. Hall, S. (2005). “Cultural Studies and the Centre: Some Problematics and Problems”, in: Stuart Hall, et al. (Eds.), Culture, Media, Language, pp. 23-24. New York: Routledge.
  18. Haryatmoko.(2016). Membongkar rezim kepastian pemikiran kritis post-strukturalis. Yogyakarta: Kanisius.
  19. Hayati, I. N. (2018). “Hikmah Dilarangnya Poliandri (Kajian Normatif Yuridis, Psikologis dan Sosiologis)”, Qolamuna, 3(2), 181–206. [https://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/qolamuna/article/view/89].
  20. Holt, C. (2000). Melacak Jejak Perkembangan Seni di Indonesia. Bandung: Arti Line.
  21. Ismono, H. (2016). Lintas Cergam Meda. Jakarta: Kelompok Kaji Cergam.
  22. Ismurdyahwati, I., & Retnani Srinarwati, D. (2024). Wayang Kulit ‘Gara-Gara’ Pergelaran
  23. Bayangan “Dewa Ruci” Ki Manteb Sudarsono: Materi Pendidikan Karakter Melalui ‘Gerak’
  24. Bahasa Rupa. Panggung, 34(4), 551–564. https://doi.org/10.26742/panggung.v34i4.3575
  25. Jaladara, H. (1985). Panji Tengkorak. Jakarta: UP Prasidha.
  26. Kosasih. R.A. (1966). Mahabharata. Bandung: P.T. Melodi.
  27. Kosasih. _. Wayang Purwa. Bandung: Penerbit Erlina
  28. Kosasih . _. Pandawa Seda. Bandung: Penerbit Erlina
  29. Kosasih .-. Sri Asih. Bandung : Melodie
  30. Lele, Gabriel. (2021). Tinjauan Studi Manajemen dan Kebijakan Publik di Indonesia: Menegaskan Identitas dan Meneguhkan Relevansi. Yogyakarta: UGM Press
  31. Lubis, K.H. (2014). Komik Medan: Sejarah Perkembangan Cerita Bergambar di Indonesia. Medan: Permata Mitra Sari.
  32. Lubis, K.H. (2023). Geliat Superstar yang Mengubah Peristiwa. Jakarta: IKJ Press.
  33. Marinus. (2022). Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Poliandri; Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Aceh Jaya. [https://jim.usk.ac.id/pidana/article/viewFile/20462/9621].