Dèwi Sri Kedu Temanggungan: Analisis Sanggit Lakon dan Makna Simbolisme
Abstract
Penelitian ini mengkaji sanggit lakon dan simbolisme lakon Dèwi Sri pada pertunjukan wayang kulit gaya Kedu Temanggungan yang disajikan oleh Legowo Cipto Karsono. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna yang terkandung dalam pakeliran tersebut dengan menganalisis sanggit lakon dan simbolisme Dèwi Sri. Analisis ini dilakukan dengan paradigma tekstual-kontekstual dengan payung metode ethnoart. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan observasi pertunjukan wayang kulit. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sanggit lakon Dèwi Sri menunjukkan tingkat integritas artistik yang tinggi, mematuhi prinsip-prinsip dramatik Jawa yaitu tutug (tuntas), kempel (koherensi), dan mulih (penyelesaian konklusif). Simbolisme Dèwi Sri tidak hanya merepresentasikan kesuburan padi, tetapi juga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sosial. Lebih lanjut, figur Dèwi Sri memperkuat hubungan spiritual antara manusia dan alam, yang terefleksi dalam ritual pertanian seperti wiwitan dan mapag.
Keywords
Dèwi Sri, Kedu Temanggungan, Sanggit Lakon, Simbolisme
References
- Ahimsa-Putra, H. S. (2003). Ethnoart: Fenomenologi Seni untuk Indiginasi Seni. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Program Pascasarjana STSI Surakarta, 1(3), 343–367.
- Anggraini, P. M. R. (2020). Keindahan Dèwi Sri sebagai Dewi Kemakmuran dan Kesuburan di Bali. Jnanasiddhanta: Jurnal Teologi Hindu, 2(1), 21–30. https://doi.org/10.55115/jnana.v2i1.817
- Ardhani, O., Rusman, W. N., & Susanto, D. (2022). Makna Simbol Kesuburan dalam Mitos Dèwi Sri dan Dewi Laksmi: Kajian Sastra Bandingan. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 10(2), 339–351. https://doi.org/10.20961/basastra.v10i2.57599
- Azhima, F. F., Priyatna, A., & Muhtadin, T. (2020). Mitos dan Representasi Dèwi Sri dalam Ritual Sinoman Upacara Adat Mapag Sri di Desa Slangit Kabupaten Cirebon: Kajian Semiotika. Metahumaniora, 10(2), 217–229. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v10i2.25733
- Brandon, J. R. (1970). On Thrones of Gold: Three Javanese Shadow Plays. Harvard University Press.
- Dede Ananta K Perangin-angin, & Martien Roos Nagara. (2024). A Language of Children with Disabilities in Digital Pattern Design. Mudra Jurnal Seni Budaya, 39(2), 158–166. https://doi.org/10.31091/mudra.v39i2.2696
- Eliade, M. (1959). The Sacred and the Profane: The Nature of Religion. Harcourt, Brace & World.
- Fitrahayunitisna, Astawan, I. K. Y., & Rahman, A. S. (2022). Dèwi Sri sebagai Figur Ibu Mitologis: Tinjauan Narasi dan Visual Folklor Jawa Timur. Jurnal Tradisi Lisan Nusantara, 2(1), 17–27. https://doi.org/10.51817/jtln.v2i1.137
- Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures: Selected Essays. Basic Books.
- Glotfelty, C., & Fromm, H. (1996). The Ecocriticism Reader: Landmarks in Literary Ecology. University of Georgia Press.
- Hartati, S. T. D. (2012). Peranan Dèwi Sri dalam Tradisi Pertanian di Indonesia. Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia. https://iaaipusat.wordpress.com/2012/04/08/peranan-dewi-sri-dalam-tradisi-pertanian-di-indonesia/
- Herusatoto, B. (2005). Simbolisme dalam Budaya Jawa. Hanindita Graha Media.
- Iswidayati, S. (2007). Fungsi Mitos dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Pendukungnya. Harmonia Jurnal Pengetahuan dan Pemikiran Seni, 8(2), 180–184. https://doi.org/10.15294/harmonia.v8i2.790
- Kodiron. (1967). Serat Pakem Pedalangan, Balungan Lampahan Ringgit Purwa. Peladjar.
- Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. PN. Balai Pustaka.
- Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1984). Qualitative Data Analysis: A sourcebook of a new methods. Berverly Hills Sage Publication.
- Nugroho, S. (2012). Lakon Banjaran: Tabir dan Liku-likunya, Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta. ISI Press.
- Nugroho, S., Sunardi, & Murtana, I. N. (2019). Pertunjukan Wayang Kulit Gaya Kerakyatan: Jawatimuran, Kedu, dan Banyumasan. ISI Press.
- Nugroho, S., Karsono, L. C., & Purwoko, G. (2022). Kumpulan Artikel Wayang Kedu Temanggungan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
- Pramana, D. D. (2018). Dèwi Sri: Mitos dan Simbol Kesuburan dalam Masyarakat Jawa. Pustaka Pelajar.
- Probohardjono, S. (1989). Pakem Pedalangan Lampahan Wayang Purwa. CV. Ratna.
- Rohman, A. S., Fitrahayunitisna, F., & Astawan, I. K. Y. (2022). Nilai Ekologis Cerita Rakyat Dèwi Sri dan Implikasinya dalam Kehidupan Pragmatis Masyarakat Petani Jawa Timur. Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter, 6(1), 86–95. https://doi.org/10.21776/ub.waskita.2022.006.01.7
- Rohaeni, A. J., & Ananta K P, D. (2024). Inovasi Produk Suvenir Destinasi Wisata Kearifan Lokal Sebagai Peluang Usaha Masyarakat Adat. Panggung, 34(3), 448–466. https://doi.org/10.26742/panggung.v34i3.3563
- Sardjono, Y. B. (2012). Fungsi dan Makna Simbolik Wayang Kulit dalam Masyarakat Jawa. Pustaka Pelajar.
- Sartini, N., & Purwadi, Y. (2018). Makna Simbolik Sesaji dalam Tradisi Wiwitan: Studi Etnografi di Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Humaniora, 10(1), 58–69.
- Sayuti, S. A. (2016). “Sastra Yang Meruat Bumi.” Makalah disampaikan dalam Konferensi Internasional Kesusastraan (KIK) ke-25, di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta, 13–14 Oktober.
- Setyaji, W. (2016). Pertunjukan Wayang Kulit Kedu Gaya Temanggung Lakon Mikukuhan Sajian Legowo Cipto Karsono Kajian Struktur dan Tekstur. Skripsi ISI Surakarta.
- Sumanto. (2002). Konsep Lakon Wayang Gaya Surakarta. Dewaruci, Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 1(2), 193–207.
- Sunardi. (2023). Makna Lakon Sri Mulih dalam Pertunjukan Wayang Relevansinya dengan Ketahanan Pangan. Jurnal Cahaya Mandalika, 4(2), 19–30. https://doi.org/10.36312/jcm.v3i2.1624
- Sutiyono, S., Rumiwiharsih, & Suharjana, B. (2019). Pemuliaan Tanaman Padi melalui Pertunjukan Wayang Kulit dalam Upacara Bersih Desa di Geneng, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Mudra: Jurnal Seni dan Budaya, 33(2), 263–269. https://doi,org/10.31091/mudra.v33i2.26767
- Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1989). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
- Wiyatmi, Liliani, E., & Swatikasari, E. (2019). Female Deities (Bidadari) in Indonesian Folklore: A Feminist Literary Critical Perspective. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 401, 18–21. https://www.atlantis-press.com/proceedings/iceri-19/125934037