Makna Simbolik dan Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Seni Pakemplung di Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur
Abstract
ABSTRACT
This study describes the art of Pakemplung in Kampung Tegal Bungur, Wanasari Village, Naringgul District, Cianjur Regency. This art is very rare and almost extinct. This study aims to explore the history of Pakemplung art, forms of performance, essence, symbols, functions, and to identify and collect Pakemplung art documents. The method used is descriptive with a qualitative approach. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The results of research, Pakemplung art is used as a medium to get closer to God and a medium for interaction between players and spectators. As a whole, Pakemplung's art contains religious, compact, mutual cooperation, responsibility, observant, thoroughness, courage, beauty, neatness, authority, and servitude.
Keywords: Pakemplung art, essence, symbols, functions
ABSTRAK
Penelitian ini tentang kesenian pakemplung di Kampung Tegal Bungur Desa Wanasari Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur. Pakemplung adalah kesenian yang hanya terdapat di Kampung Tegal Bungur dan merupakan kesenian yang langka, bahkan tengah menuju pada kepunahan. Penelitian ini bertujuan menguak sejarah, bentuk pertunjukan, makna, simbol, dan fungsi pakemplung, serta mengidentifikasi dan mengumpulkan dokumentasinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa sumber primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan triangulasi sumber, dan dianalisis dengan kualitatif model interaktif. Adapun yang menjadi objek penelitian ini yaitu budaya kesenian pakemplung dengan subjek penelitian dari empat narasumber yang dipilih dengan menggunakan teknik snowball. Berdasarkan hasil penelitian maka dihasilkan seni Pakemplung sebagai media untuk mendekatkan diri dengan Tuhan dan tempat untuk melakukan proses interaksi antara pemain dengan penonton. Pakemplung secara keseluruhan mengandung makna religius, kekompakan, gotong royong, tanggungjawab, kejelian, ketelitian, keberanian, keindahan, kerapian, kewibawaan, dan penghambaan.
Kata kunci: seni pakemplung, esensi, simbol, fungsi
References
- Artikel Jurnal
- Dharma, Ruri. Kesenian Bantengan
- Mojokerto Kajian Makna Simbolik dan Nilai Moral. Avatara, 2013 jurnal mahasiswa.unesa.ac.id
- Jazuli, M. 2001. Metode penelitioan
- kualitatif. Semarang: UniversitasNegeri Semarang.
- Kusumastuti, E. (2011). Eksperi Estetis
- dan Makna Simbolis Kesenian Laesan.
- Harmonia: Journal Of Arts Research
- And Education, 9(1). doi:http://dx.doi.org/10.15294/harmonia.v 9i1.666
- Kusumawari, Ida. 2013. Makna Simbolik
- Tari Sontoloyo Giyanti Kabupaten Wonosobo. Jurnal Seni Tari, 2013 - journal.unnes.ac.id
- Lestari, Peni. 2012. Makna Simbolik Seni
- Begalan bagi Pendidikan Etika Masyarakat. Harmonia: Journal of Arts
- Rohidi & T. Rohendi.2000. Ekspresi seni
- orang miskin: Adaptasi simbolik terhadap kesenian.
- Bandung: Nuansa.
- Buku
- Herusatoto Budiyono. 2005. Simbolisme
- dalam budaya Jawa . Yogyakarta: Hanindita Grahawidia
- Koentjaraningrat, 1993. Kebudayaan
- Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
- Maryaeni. 2005. Metode Penelitian
- Kebudayaan. Jakarta: Bumi Aksara
- Saifuddin, Achmad Fedyani, 1997,
- Antropologi Kontemporer : Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paradigma, Jakarta: Prenada Media
- Soedarsono. 1998. Seni Pertunjukan
- Indonesia di Era Globalisasi. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
- Terjemahan
- Geertz, C. 2003. Kebudayaan dan
- Agama.Terjemahan The Intepretation of Culture.Yogyakarta: Kanisius