Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Inovasi Angklung Gubrag di Desa Kemuning Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang

Abstract

Indonesia merupakan bangsa yang memiliki banyak kebudayaan dalam setiap daerahnya.
Kebudayaan ini berkembang dalam setiap masyarakatnya sebagai kekayaan nasional. Di
kalangan masyarakat Sunda, keberadaan angklung tradisional terkait erat dengan mitos Nyai
Sri Pohaci atau Dewi Sri sebagai lambang dewi padi. Pada awalnya, angklung tradisional
digunakan oleh orang- orang desa sebagai bagian dari ritual kepada Dewi Sri. Acara ritual,
tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Angklung Gubrag Putra Kemuning merupakan kesenian tradisional yang ada di kabupaten
Tangerang, seiring perkembangan zaman bentuk pertunjukannya mengalami inovasi yang
bisa diterima oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan
pendekatan etnografi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi, wawancara
mendalam, mengkaji beberapa buku-buku, jurnal dan hasil penelitian yang berhubungan
dengan Angklung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya inovasi pada angklung
gubrag ini untuk melindungi dan melestarikan budaya tradisional dari kepunahan, karena
bentuk pertunjukannya ini sudah berubah fungsinya dari ritual menjadi tontonan hiburan
masyarakat.
Kata Kunci: Angklung, Inovasi, Pelestararian budaya

PDF

References

  1. Alin Novandini dan Ayi Budi Santosa
  2. (2017) Perkembangan Angklung
  3. Gubrag : Dari Tradisi Ritual Hingga
  4. Hiburan(1983-2013 Jurnal FACTUM
  5. Volume 6, N0.2, Oktober
  6. Hinhin Agung Daryana, Dyah
  7. Murwaningrum(2019) Transformasi
  8. Musik Arumba: Wujud Hibriditas
  9. Yang Mengglobal, Panggung Vol. 29
  10. Hudaepah, Dyah Murwaningrum
  11. Jurnal Panggung V30/N4/12/2020
  12. No. 1, Januari - Maret
  13. Rosyadi. (2012). Angklung: Dari Angklung
  14. T r adisional Ke Angklung Modern.
  15. Jurnal Penelitian Sejarah dan Buda y
  16. a , Patanjala: 4 (1), 26-40. doi:dx.doi.
  17. o r g/10.30959/ptj.v4i1.122. Sakrie, D.
  18. (2015). 100 Tahun Musik Indonesia
  19. Satya, Dinda, 2014 Angklung Dogdog
  20. LojorPada Upacara Seren Taun Jurnal
  21. resital, vol 15 no 2 Yogyakarta: ISI
  22. Usandrajaya, (2018) Yurnalis, Indriyetti,
  23. Inovasi Talempong Gandang Lasuang
  24. dalam Upaya Pelestarian Seni Tradisi,
  25. Panggung Vol. 28 No. 4, Desember 2018
  26. Buku
  27. Ismawati, Esti (2012) Ilmu Sosial Budaya
  28. Dasar, yogyakarta: penerbit ombak
  29. Creswell, John W., (2012), Research Design:
  30. Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan
  31. Mixed, Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  32. Hoed, Benny H. 2011 Semiotika dan Dinamika
  33. sosial budaya. Jakarta: Komunitas
  34. Bambu
  35. Koentjaraningrat , 2005, Pengantar Ilmu
  36. Antropologi, edisi revisi, Jakarta:Rineka
  37. Cipta
  38. ----------------------, 1998, Sejarah Teori
  39. Antropologi I, Jakarta: Rineka Cipta
  40. Lilis Sumiati 2019 Wacana Pemajuan
  41. Kebudyaan : Strategi Tari Tradisi,
  42. Bandung : Guriang7press
  43. Moleong, Lexy J. 2007 Metodologi Penelitian
  44. Kualitatif, Bandung: PT Remaja
  45. Rosdakarya Offset
  46. Masunah, J. dkk. (2003). Angklung di Jawa
  47. Barat : sebuah perbandingan Bandung:
  48. Pusat Penelitian dan Pengembangan
  49. Pendidikan Seni Tradisional
  50. Universitas Pendidikan Indonesia
  51. (P4ST UPI).
  52. Shiraev eric B , Levy David, 2012 Psikologi
  53. Lintas Kultural, Jakarta: Kencana
  54. Sumardjo, Jakob 2011, Filsafat Seni, Bandung:
  55. ITB
  56. Soemardjo jakob, 2014, Estetika Paradoks,
  57. Jakarta: Kelir
  58. Soedarsono, 2010 Seni Pertunjukan Indonesia
  59. di Era Globalisasi, Yogyakarta: UGM
  60. Press
  61. Soepandi, 1987. Peralatan Hiburan dan
  62. Kesenian Tradisional Daerah
  63. Smiers, Joost. 2009. Arts under Pressure:
  64. Memperjuangkan Keanekaragaman
  65. Budaya di Era Globalisasi.
  66. Terjemahan Umi Haryati. Yogyakarta:
  67. Insistpress
  68. Jawa Barat. Jakarta. Departemen Pendidikan
  69. dan Kebudayaan
  70. Poerwanto, Hari, 2008, Kebudayaan
  71. dan lingkungan dalam perspektif
  72. Antropologi. Yogyakarta: Pustaka
  73. Pelajar
  74. Yoeti, Oka, A. 1985 Budaya Tradisi Yang
  75. Hampir
  76. Punah: Bacaan Populer Untuk Perguruan
  77. Tinggi. Jakarta: Departemen Pendidikan
  78. danKebudayaan