Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Pemanfaatan Imaji Bali Dari Instagram Sebagai Metode Berkarya Seni Rupa Bertemakan Identitas

Abstract

Abstrak


Praktek penciptaan karya seni rupa pada dasarnya memiliki regularitas yang didasari oleh common sense (nalar wajar), dalam proses permulaan, produksi hingga apresiasinya. Dalam sejarah Seni Rupa Indonesia, persoalan itu hadir oleh karena suatu prinsip yang disebutnya sebagai prinsip modernism. Modernisasi yang terjadi di Bali melalui pengaruh orang-orang barat dan utamanya perkembangan pariwisata telah menstrukturkan Bali pada identifikasi tentang tempat yang khas dengan budaya kehidupan sehari-hari masyarakatnya, panorama alam serta suasana mistis-eksotis yang selalu menginspirasi.
Penelitian ini melihat pemanfaatan identifikasi tentang Bali, melalui imaji-imaji yang terdapat dalam media sosial Instagram,pada praktek penciptaan karya seni rupa dengan menggunakan nalar wajar yang ditawarkan oleh metodologi visual.Pemanfaatan imaji-imaji tentang Bali yang terdapat pada Instagram telah menggeser situs produksi yang akan menimbulkan makna-makna baru, namun tidak menghilangkan makna-makna dan konteks yang sebelumnya melekat padanya.


Kata kunci: bali, identitas, imaji, praktek penciptaan, metodologi visual

Abstract

The led-practice of art basically have a regularity that is based on the common sense, on the beginning of the process, the production and its appreciation. In the history of Indonesian Arts, this issue is present because of the principle of modernism. Modernization is happening in Bali through the influence of the western and main tourism development that structured Bali on the identification on the images of distinctive culture with unique daily life, natural scenery and mystical-exotic atmosphere that always inspire.
This research looked at the use of the identification of Bali, through the images contained in Instagram, the led-practice sensed by visual methodology. The Application of images of Bali contained in Instagram has shifted production sites which will give inflict to new meanings, but it does not eliminate the meanings and contexts that were previously attached to it.


Keywords: bali, identity, images, led-practice, visual methodology

 

PDF

Supplementary File(s)

Untitled

References

  1. Antoinette, M. dan Turner, C.
  2. Contemporary Asian Art and Exhibitions, Connectivities and World-making, ANU Press, Australia.
  3. Bourdieu, Pierre
  4. The Logic of Practice, Polity Press, Cambridge
  5. Covarrubias, M.
  6. Island of Bali, Knopf, New York, cetak ulang (1972), Oxford University Press, Kuala Lumpur.
  7. Gay, Paul du, Evans, J. dan Redman, P.
  8. Identity: a Reader, SAGE publication London, California, New Delhi.
  9. Hasan, Asikin.
  10. Dua Seni Rupa (Serpihan Tulisan Sanento Yuliman), Penerbit Kalam, Jakarta.
  11. Holt, Claire
  12. Art in Indonesia; Continuities and Change, Cornell University Press, Ithaca New York
  13. Jones, Amelia
  14. A Companion to Contemporary Art Since 1945, Blackwell Publishing Ltd, United Kingdom.
  15. Lavrijsen, Ria
  16. Global Encounters in the World of Art: Collisions of Tradition and Modernity, Royal Tropical Institute, Michigan, USA
  17. Lombard, Denys
  18. Nusa Jawa: Silang Budaya, Kajian Sejarah Terpadu, bagian I: Batas-batas Pembaratan, PT. Gramedia Pustaka Utama.
  19. Picard, Michel
  20. Bali: Pariwisata Budaya dan Budaya Pariwisata, KPG, Jakarta.
  21. Rose, Gillian.
  22. Visual Methodologies: An Introduction to the Interpretation of Visual Materials, Sage Publication, London
  23. Sen, Amartya.
  24. Identity and Violence; The Illusion of Destiny, W.W. Norton & Company, New York.
  25. Vickers, Adrian.
  26. Bali: A Paradise Created, Tuttle Publishing, USA
  27. Jurnal:
  28. Jurnal Kajian Bali,
  29. Oktober 2011, vol.01/no.2, Universitas Udayana, Denpasar, ISSN 2088-4443
  30. Jurnal Kajian Budaya
  31. Vol. 2 No. 4, 2005, Program S2 dan S3 Kajian Budaya Universitas Udayana, Denpasar. ISSN. 1693-8453
  32. Prosiding:
  33. Seminar Estetika dan Filsafat Seni #1
  34. Masa Depan Oposisi Bagi Perkembangan Seni Rupa Kini, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.
  35. Piliang, Yasraf A.
  36. Melintas Batas Filsafat dan Teori Seni: Antara Pluralitas dan Singularitas, disampaikan dalam Seminar Nasional 2014
  37. Filsafat Seni dan Estetika: Masa Depan Oposisi Bagi Perkembangan Seni Rupa Kini, diselenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia.
  38. Himawan, Willy.
  39. Representasi Identitas Bali dalam Karya Seni Koleksi Tetap Museum Neka, Prosiding Seminar Nasional Peran Strategis Seni & Budaya dalam Membangun Kota Kreatif, 29 Oktober 2015, Universitas Negeri Malang, Malang.