Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Budaya Tradisi Sebagai Identitas dan Basis Pengembangan Keramik Sitiwangun di Kabupaten Cirebon

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sentra kerajinan keramik Sitiwinangun di Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon yang produknya saat ini semakin menurun baik secara kualitas maupun  kuantitas. Keadaan ini  merupakan hal yang ironis mengingat sentra tersebut memiliki potensi sumber daya alam, manusia dan budaya yang cukup kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk kerajinan keramik    Sitiwinangun melalui pemanfaatan  budaya tradisi lokal sebagai penguatan identitas dan basis pengembangan produknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan budaya dan estetika melalui teori morfologi estetik dan metode ATUMICS dengan tahapan identifikasi, analisis, pengembangan desain, aplikasi desain dan evaluasi. Hasil dari penelitian ini berupa produk keramik yang lebih modern dalam bentuk karya seni, hias dan fungsi dengan identitas budaya tradisi lokal Cirebon. Budaya tradisi dalam konteks  konservasi dan revitalisasi kerajinan keramik secara umum dapat menjadi alternatif sebagai basis pengembangan dan penguatan identitas lokal produknya.

Kata kunci : budaya, cirebon,keramik, sitiwinangun, tradisi.

 

PDF DOWNLOAD

Author Biography

Deni Yana

Dosen ISBI Bandung, Lektor (III C)

Mahasiswa Program Doktor FIB UNPAD


References

  1. Daftar Pustaka
  2. Basyari, Iin W. (2013). Menanamkan Identitas
  3. Kebangsaan Melalui Pendidikan
  4. Berbasis Nilai-Nilai Budaya Lokal.
  5. Edunomic., 1 (2), 112-118.
  6. Bratamenggala, Ratija. 2016. Rencana
  7. Pembangunan Jangka Menengah
  8. (RPJM) Desa Sitiwinangun Kecamatan
  9. Jamblang Kabupaten Cirebon Tahun
  10. -2021. Cirebon: Desa Sitiwinangun.
  11. Chamidah, Nurul. (2019). Peranan Pentahelix
  12. Pemangku Kepentingan Pariwisata
  13. dalam Pengembangan Desa Wisata di
  14. Kabupaten Cirebon. Disertasi Doktor
  15. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
  16. Dinartisti, Paulina. (2013). Mati Surinya
  17. Gerabah Sitiwinangun. Dalam I.P.
  18. Sidhi,
  19. I.W. Burhan, R. Kustiasih, Saptono, Hariadi
  20. (Ed.), Warisan Budaya Wangsa Derbon-
  21. Dermayu. Jakarta: Bentara Budaya.
  22. Direktorat Jenderal Industri Kecil dan
  23. Menengah. 2014. Profil Investasi IKM
  24. Gerabah dan Keramik Hias Industri
  25. Kecil yang Mampu Bertahan dalam
  26. Krisis Ekonomi Global. Jakarta:
  27. Kementerian Perindusrtian.
  28. Faizkasmy. 2016. Batik Keraton Cirebon #1-
  29. Wadasan. Retrivied Desember 1, 2019,
  30. from https ://kepulauanbatik.com
  31. Frank dan Hamer, Janet. 1986. The Potter’s
  32. Dictionary of Materials and Techniques.
  33. New York: A & C Black.
  34. Haryati. (2013). Televisi Lokal dalam
  35. Representasi Identitas Budaya.
  36. Observasi, 11 (1), 1-22.
  37. Irfan, Darsono, SP. Gustami, Guntur. (2019).
  38. Keramik Takalar 1981-2010: Ragam
  39. Bentuk dan Perubahan. Panggung, 29
  40. (1), 72-87.
  41. Laili, Khomisatul. (2007). Pengaruh Terapan
  42. Islam terhadap Gerabah Tradisional Desa Sitiwinangun Cirebon. Skripsi,
  43. ITB: Bandung.
  44. Maran, Rafael Raga. (2000). Manusia &
  45. Kebudayaan Dalam Persfektif Ilmu
  46. Budaya Dasar.
  47. Jakarta: Rineka Cipta.
  48. Munro, Thomas. (1970). Form and Style In
  49. The Arts: An Introduction To Aesthetic
  50. Morphology,
  51. Ohio: Press of Case Western Reserve
  52. University.
  53. Nugraha, Adhi. (2012). Transforming
  54. Tradition A Methode for Maintaining
  55. Tradition in a Craft
  56. and Design Contex. Finlandia: Alto
  57. University.
  58. Rhodes, Daniel. (2000). Clay and Glazes for
  59. The Potter. Iola : Krause Publications.
  60. Riyanto, Hendrawan. (2000). Seni Terakota
  61. Indonesia Kini. Dalam Sugondo, S.,
  62. S.C.
  63. Wibisono, Heriyanti O. Untoro, Wiwin Djuwita
  64. Ramelan, Wiyoso Yudoseputo, E.S.
  65. Hardiati (Ed.), 3000 Tahun Terakota
  66. Indonesia, Jejak Tanah dan Api. Jakarta:
  67. Museum Nasional Indonesia.
  68. Sriwardani, Nani, dkk. (2014). Standardisasi
  69. Desain Bentuk dan Ukuran Keramik
  70. Hias Plered untuk Elemen Interior.
  71. Prosiding Seminar Nasional Nilai dan
  72. Makna Seni : Tradisional, Industri
  73. Kreatif dan Budaya Urban di Era
  74. Globalisasi, Bandung : 19 – 20 Maret
  75. Hal. 69 – 74.
  76. Sudiati, N. (2012). Keramik Singkawang
  77. Kalimantan Barat, Kajian aspek
  78. Estetika.
  79. Disertasi Doktor Universitas Gajah Mada,
  80. Yogyakarta.
  81. Sukria Fimahatmadja. (2005). Proses
  82. Perwujudan Karya Seni Rupa dalam
  83. Membangun Relasi
  84. Antar Individu dengan Kasus Karya Gerabah
  85. Tradisi di Beberapa Daerah di Pulau
  86. Jawa. Disertasi Doktor ITB, Bandung.
  87. Sumardjo, Jakob. 2000. Filsafat Seni. Bandung:
  88. ITB.
  89. Wagiono. (2009). Tinjauan Kritis Peran
  90. Pendidikan Tinggi Seni Dalam
  91. Pengembangan Industri Kreatif di
  92. Indonesia. Panggung, 20 (3), 295-304.
  93. Yana, Deni. (2014). Potensi Kerajinan Keramik
  94. dalam Seni Tradisi Pertunjukan
  95. Indonesia. Panggung, 24 (4), 351-363.
  96. ---------------. (2014). Analisis Selera Estetik
  97. Konsumen Lokal pada Produk
  98. Kerajinan Keramik Hias
  99. Plered Kabupaten Purwakarta. Prosiding
  100. Seminar Nasional Nilai dan Makna
  101. Seni : Tradisional, Industri Kreatif
  102. dan Budaya Urban di Era Globalisasi,
  103. Bandung : 19 – 20 Maret 2015. Hal. 186
  104. – 190.
  105. ---------------. (2017). Budaya Gerabah sebagai
  106. Media Penyebaran Islam di Jawa
  107. Barat. Prosiding 1st Asia International
  108. Confrence of Art & Design, Bandung :
  109. Oktober 2017. Hal. 234- 238.
  110. ---------------. (2019). Transformasi Estetik
  111. Patung Keramik Tradisional sebagai
  112. Penguatan Desa Wisata Gerabah
  113. Sitiwinangun di Kabupaten Cirebon.
  114. Laporan Penelitian DIPA Institut Seni
  115. Budaya Indonesia (ISBI) Bandung:
  116. Bandung.

Most read articles by the same author(s)