Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Analisis Visual Citra Kota dan Proses Kreasi Motif Batik Marunda Jakarta

Abstract

Penelitian ini mengangkat Batik Marunda sebagai representasi produsen batik yang mengusung identitas Jakarta masa kini melalui motif bertema urban. Sebelumnya, kajian mengenai batik cenderung berfokus pada budaya Betawi, sementara objek kota Jakarta, dengan segala kompleksitas visual dan narasinya, jarang menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana elemen visual direpresentasikan dan diintegrasikan ke dalam motif batik, menggunakan teori Kevin Lynch sebagai kerangka analisis. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengurai proses kreasi motif yang melibatkan lima elemen path, edge, district, node, dan landmark, untuk memastikan setiap elemen visual ditempatkan secara strategis dan bermakna. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman baru bagi perancang batik mengenai pentingnya mengangkat citra kota secara holistik dalam proses kreatif, sehingga mampu menghadirkan karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga relevan dengan identitas budaya dan visual dengan tema kota.

Keywords

Batik Marunda, Citra Kota, Identitas

PDF

References

  1. Achjadi J (1999). Batik : Spirit of Indonesia. ISBN : 979-95801-0-2, Yayasan Batik Indonesia.
  2. Anas, Biranul, et al. (1997). Refleksi Seni Rupa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
  3. Ayuningtyas, Niken Larasati. (2024) Transformasi Proses Kreasi Mahasiswa FSRD Dari Konvensional ke Digital (Studi Kasus : Rupa Dasar Dua Dimensi). Andhararupa, Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Multimedia DOI:10.33633/andharupa.v10i04.11237
  4. Bagus, Untung Saputra, et al.(2023) Pengenalan Motif Batik Pesisir Pulau Jawa Menggunakan Convotional Neural Network. Nuansa Informatika, p-ISSN :1858-3911 , e-ISSN : 2614-5405 Volume 17 Nomor 2, Juli 2023 https://journal.fkom.uniku.ac.id/ilkom
  5. Casande, Suwito, (2010). Kajian Ikonografi Ragam Hias Parang Gerigi pada Batik Betawi, https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Deiksis/article/view/398/701 DOI: http://dx.doi.org/10.30998/deiksis.v2i02.398
  6. Cresswell, JW. (1994). “Research and Design Qualitative and Quantitative Approaches.” Sage Publication, Inc California.
  7. Damajanti, Irma, (2006). Psikologi Seni, Bandung, Kiblat
  8. Dharsono. (2007). Budaya Nusantara, Kajian Konsep Mandala Dan Konsep Tri-Loka Terhadap Pohon Hayat Pada Batik Klasik. Bandung: Rekayasa Sains.
  9. ———. (2016). Kreasi Artistik, Perjumpaan Tradisi Modern Dalam Paradigma Kekaryaan Seni. 1st ed. Karanganyar: Citra Sain, Lembaga Pengkajian dan Konservasi Budaya Nusantara.
  10. Djelantik, AAM. (1999). Estetika Sebuah Pengantar, Jakarta, Masyarakat Seni Pertunjukan,
  11. Ernawati. (2018). Tribawana Dalam Penciptaan Karya Seni Batik. Corak Jurnal Seni Kriya, DOI: https://doi.org/10.24821/corak.v7i1.2648
  12. Hasan, Farlan Adrian. (2022). Prinsip Dekonstruksi Dalam Proses Kreasi Seni Kolase Surealisme, Jambura: Jurnal Seni dan Desain Vol, 2, No. 2, September, 2022, Hal. 1 - 8 http://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjsd
  13. Kartikawati, Dwi. (2018). Batik Sebagai Identitas, Komoditas dan Gaya Hidup, Prosiding, Seminar Nasional P4M UNAS
  14. Kanumoyoso, Bondan dkk. (2023). Penulisan Sejarah Lokal Wilayah Jakarta Utara Tahun 2023, Suku Dinas Kebudayaan. Jakarta Utara
  15. L. Indriani. (2015). Makna Filosofi dan cerita di Balik Berbagai Motif Batik - seri Kawung,” Museumbatik.com
  16. Lynch, K. (1960). The Image of The City. Cambridge: MIT Press.
  17. Moleong, Lexy J. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
  18. Moersid, A. (2013). Re-Invensi batik dan Identitas Indonesia dalam Pasar Global, Jurnal Ilmiah Widya, Volume 1, Nomor 2/2013. ISSN 2337-6686, Kopertis Wilayah III Jakarta.
  19. Pandanwangi, Ariesa, dkk. (2021). Lenggok Betawi Di Balik Narasi Visual Batik Betawi. Fajar Kencana Asri EE 6, Kec. Jaten Kab. Karanganyar, 57731 Jawa Tengah: Yayasan Lembaga Gumun Indonesia (YLGI).
  20. Prawira, N. Ganda, Dharsono. (2003). Pengantar Estetika Dalam Seni Rupa. Depdiknas.
  21. Purbasari, Mita. (2010) Indahnya Betawi, HUMANIORA Vol.1 No.1 April 2010: 1-10. DOI: https://doi.org/10.21512/humaniora.v1i1.2142
  22. Ratuannisa, Tyar, et al. (2017). Color Scheme Test of Color Mapping in Batang Batik Design,” DOI: https://doi.org/10.26742/panggung.v34i4.3581. 516–31.
  23. Rujiyanto, et al. (2021), Narrativizing Indonesia: Putting Space on Batik Betawi, Proceedings of the 2nd International Conference on Interdisciplinary Arts & Humanities (ICONARTIES) 2020.
  24. Rohidi. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).
  25. Saedah, Euis. (2011). Batik Indonesia Soko Guru Budaya Bangsa, Jakarta, Kementrian Perindustrian Republik Indonesia.”
  26. Saidi, Ridwan. (2011). Potret Manusia Betawi, Jakarta, Perkumpulan Renaissance Indonesia.
  27. Sewan, Susanto, SK. (2018). Seni Batik Indonesia. Yogyakarta, CV Andi Offset.
  28. Sumardjo, Jacob. (2003). Memahami Seni. Bandung: Diklat Pascasarjana ITB.
  29. _ _ _. (2020). Filsafat Seni. Bandung: ITB
  30. Sumarsono, Hartono. (2018). Batik Betawi, Gramedia. Jakarta.
  31. Sunarto. (2018). Pengantar Penyunting Buku: Hospers, John. Filsafat Estetika. Diterjemahkan Oleh Jalaludin Rumi. Yogyakarta: Tafa Media.
  32. Suyanto. AN, (2022), Sejarah Batik Yogyakarta, Yogyakarta, Rumah Penerbitan Merapi
  33. Sylvia, Nukke, et al. (2019). Identitas Kota Bandung Pada Batik Komar Berdasarkan Teori Kevin Lynch. Narada : Jurnal Desain Dan Seni 6 (2): 285. https://doi.org/10.22441/narada.2019.v6.i2.006.
  34. Tabrani, Primadi. (2005). Bahasa Rupa. Bandung, Kelir
  35. _ _ _. (2023). Potensi Manusia: Kreativitas (IV). ITB Press.
  36. Tirta, Iwan. (2009). Batik A Play of Light and Shades. Jakarta: Gaya Favoritt Press.
  37. Wallas, Graham, (2015). The Art of Thought. England, Solis Press
  38. Wikantiyoso, Respati. (2010). Potensi Kearifan Lokal Dalam Perencanaan Dan Perancangan Kota Untuk Upaya Mitigasi Bencana.” Jurnal Local Wisdom: Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, Volume 2, Nomor 1, Januari 2010.
  39. Wirasanti, Niken. (2024). Menelisik Tanda Nitik Pada Batik, 599–613. DOI : 10.26742/Panggung.v34i4.2835
  40. Woelandhary, Ayoeningsih Dyah, et al. (2019). Expression and Visual Narration of The Jakarta Marunda Batik, Proceedings of the 1st International Conference on Folklore, Language, Education and Exhibition (ICOFLEX), Advances in Social Science, Education and Humanities Research, volume 512, Atlantis Press
  41. _ _ _. (2024). et al, Moving From Vernacular Culture to Urban Culture: Evolution of Batik Culture in Indonesia, ISVS e-journal, Vol. 11, Issue 8, August, 2024, https://doi.org/10.61275/ISVSej-2024-11-08-06
  42. _ _ _. (2023). Spiritual Meanings and Symbols in Motifs of Batik Betawi, KnE Sociall Science, DOI: 10.18502/kss.v10i3.17902
  43. _ _ _. (2024). Batik Marunda as Cultural Heritage and Role in Sustainable Development, IJSH, Vol. 01, No. 2 November 2024 E-ISSN: 3064-7592 https://dejournals.org/index.php/ijsh, DOI: https://doi.org/10.59613/nkacxn93
  44. Wulandari. (2011). Batik Nusantara, Makna Filosofis, Cara Pembuatan dan Industri Batik, CV Andi Offset, Yogyakarta
  45. Zoe’raini Djamal Irwan. (2004). Tantangan Lingkungan & Lansekap Kota. Jakarta, CV Bumi Aksara
  46. Sumber Primer :
  47. 1. Ibu Irma Sinurat, Kordinator Batik Marunda Jakarta.
  48. 2. Ibu Wendy Sibarani, Desainer Batik Marunda Jakarta.
  49. 3. Bapak Mulyadi, Pengrajin Batik Marunda Jakarta.
  50. 4. Ibu Dita, Pengelola Batik Marunda Jakarta.
  51. 5. Ibu Lily Mayasari, Praktisi batik Jakarta
  52. 6. Ardi Hariyadi., S.Sn, Ketua Pelaksana Informasi dan Edukasi, Unit Pengelola Museum Seni, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Most read articles by the same author(s)