Toaleang Marusu: Konsep Kreativitas Perekaciptaan Tari Inspirasi dari Jejak Peradaban Manusia Leang-leang Maros di Sulawesi Selatan
Abstract
Koreografi Tari Toaleang Marusu diciptakan berdasarkan penemuan arkeologis di Leang-Leang, Maros, yang menunjukkan adanya peradaban manusia prasejarah Toalean. Perekaciptaan koreografi tari ini bertujuan untuk memberikan pembacaan baru pada tinggalan-tinggalan artefak yang ditemukan. Hal ini untuk menghasilkan transformasi dan reinterpretasi gagasan visual serta artistika dalam wujud Tari Toaleang Marusu. Riset dilakukan dengan metode kualitatif dan mengelaborasi pendekatan kreativitas General model of the creative process oleh Zeng yaitu analisis, penggagasan ide, evaluasi, dan implementasi. Pendekatan pengkomposisian tari dari Minton yang terdiri lima tahapan yaitu, inspirasi, responsif, inkubasi, evaluasi, dan visualisasi. Pengejawantahan praksis ini, dimulai dari pra-imajinasi, imajinasi abstrak, dan kemudian menghasilkan imajinasi konkret. Penjajakan budaya manusia prasejarah Toalean menjadi refleksi alih wahana yang tertuang pada sebuah repertoar Tari Toaleang Marusu sebagai imaji konkret. Hasil transformasi seni ini berdampak pula pada keberlanjutan proses kreatif, menghadirkan produk seni lainnya, dan yang utama adalah menjaga kelestarian dan eksistensi ekologi situs-situs prasejarah leang-leang Maros Sulawesi Selatan.
Keywords
Kreativitas Tari, Toalean Maros, Koreografi Tari, Toaleang Marusu
References
- Alfitri, M. A., Hakim, B., Sumantri, I., & Saiful, A. M. (2023). Subsistensi Penghuni Situs Leang Jarie Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros Terhadap Canidae: Studi Zooarkeologi: Subsistence Of Canidae For The Occupants Of The Leang Jarie Site, Simbang District, Maros Regency: A Zooarcheological Study. Walennae: Jurnal Arkeologi Sulawesi Selatan Dan Tenggara, 21(1), 31-46.
- Anggraheni, G. K. W., Astuti, K. S., Husna, A., & Wiko, W. O. (2019). Auditive stimulation of dance accompaniment in the Sekar Kinanti art studio as a method of increasing kinesthetic intelligence. In 21st Century Innovation in Music Education (pp. 258-265). Routledge.
- Aryani, K. A. J., Arshiniwati, N. M., & Sustiawati, N. L. (2022). Estetika Tata Rias Dan Tata Busana Tari Baris Kekupu Di Banjar Lebah, Desa Sumerta Kaja, Denpasar. Batari Rupa: Jurnal Pendidikan Seni, 2(2), 270-282.
- Basa, M. (2023). Lighting Design Schemes And Colours In Dance Performances: The Magical Illusion. ShodhKosh: Journal of Visual and Performing Arts January-June 2023 4(1), 356–362.
- Borovica, T. (2020). Dance as a way of knowing–a creative inquiry into the embodiment of womanhood through dance. Leisure Studies, 39(4), 493-504.
- Brumm, A., Hakim, B., Ramli, M., Aubert, M., van den Bergh, G. D., Li, B., & Morwood, M. J. (2018). A reassessment of the early archaeological record at Leang Burung 2, a Late Pleistocene rock-shelter site on the Indonesian island of Sulawesi. Plos One, 13(4), 1-43.
- Bulbeck, D. (2008). An Integrated Perspective on The Austronesian Diaspora: The Switch from Cereal Agriculture to Maritime Foraging in the Colonisation of Island Southeast Asia. Australian Archaeology, 67(1), 31–51.
- Caturwati, E. Dkk. (2018). Saini KM: Menapak dan Meninggi (Catatan dan Pemikiran Berkesenian dalam Rangka Ulang Tahun yang Ke-80). Bandung: Sunan Ambu Press.
- Christensen, J. F., Azevedo, R. T., & Tsakiris, M. (2021). Emotion matters: Different psychophysiological responses to expressive and non-expressive full-body movements. Acta Psychologica, 212, 103215.
- Fakhri, B. H., & Yulastri, S. (2021). Pemanfaatan Fauna Vertebrata dan Kondisi Lingkungan Masa Okupasi 8.000–550 BP di Situs Leang Jarie, Maros, Sulawesi Selatan. Amerta, 39(1), 17-34.
- Fitriani, T. S., & Saepudin, A. (2022). Midi Sebagai Inovasi dan Alternatif Musik Iringan Tari di Masa Pandemi. Melayu Arts and Performance Journal, 5(1), 85-96.
- Gazali, M. (2017). Lukisan Prasejarah Gua Leang-Leang Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan: Kajian Simbol Sk Langer. Imaji, 15(1), 57-67.
- Hakim, B., Nur, M., Muda, K. T., Harris, A., & Anshari, K. (2022). Strategi adaptasi teknologi artefak litik Toalean di Situs Leang Jarie dan Cappalombo 1, Sulawesi Selatan. Berkala Arkeologi, 42(2), 83-110.
- Hali, M. S., & Anwar, K. (2022). Rudat Dance Show Promotes Mandalika On Moto Gp. International Journal of Social Science, 2(2), 1549-1554.
- Harahap, N. (2020). Penelitian kualitatif. Medan: Wal Ashri Publishing.
- Haruna, I., Caturwati, E., & Rustiyanti, S. (2024). Passompe: Konsep dan Bentuk Rekacipta Tari Terinspirasi Nilai Pappaseng Tellu Cappa Budaya Masyarakat Bugis. Panggung, 34(1), 87-103.
- Haruna, I., Caturwati, E., Rustiayanti, S., Herdiani, E., & Saleh, S. (2024). Soul Of Barekkeng: Transformasi dan Interpretasi Nilai Pangadereng dari Budaya Masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan. Panggung, 34(4), 532-550.
- Hendriyana, H. (2018). Metodologi Penelitian Penciptaan Karya. Bandung: Penerbit Sunan Ambu Press. Isbn, 978-979.
- Ketut, D. Y. N., Sariada, I. K., & Marajaya, I. M. (2024). The Aesthetic Value of the Accompaniment Music of the Dance Drama'The Blessing of Siva-Visvapujita'| Nilai Estetika Musik Iringan Drama Tari “The Blessing of Siva-Visvapujita”. GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 4(3), 265-272.
- Kiswanto, K., Nugroho, W., & Prihatin, W. (2024). Model Pengembangan Iringan Tari Jaran Kepang. Panggung, 34(3), 315-330.
- Mallawi, M. N., & Natsir, N. (2023). Optimalisasi Pengelolaan Taman Prasejarah Leang-Leang Pada Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Maros. JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCE, 4(2), 241-262.
- Mangoensong, H. R. B., & Yanuartuti, S. (2020). Mitis dan Ontologi sebagai Kekayaan Kajian Seni Tari. Gondang, 4(2), 152-160.
- Minton, S. C. (2017). Choreography: a basic approach using improvisation. Human Kinetics.
- Nur, M. (2017). Analisis nilai penting 40 gua prasejarah di Maros, Sulawesi Selatan. Jurnal Konservasi Cagar Budaya, 11(1), 64-73.
- Nurwahidah, N., & Saputra, A. T. (2023). Legitimasi Kedatuan Dalam Tari Pajaga Bone Balla Anaddara Sulessana. Panggung, 33(3), 314-328.
- Perston, Y. L., Burhan, B., Newman, K., Hakim, B., Oktaviana, A. A., & Brumm, A. (2021). Technology, subsistence strategies and cultural diversity in South Sulawesi, Indonesia, during the Toalean Mid-Holocene period: Recent advances in research. Journal of Indo-Pasific Archeology, 45, 1-24.
- Perston, Y. L., Moore, M., Suryatman, Langley, M., Hakim, B., Oktaviana, A. A., & Brumm, A. (2021). A standardised classification scheme for the Mid-Holocene Toalean artefacts of South Sulawesi, Indonesia. PLoS One, 16(5), 1-37.
- Rahma. (2023). Paradoksal Pertunjukan Tari Pakarena Mabbiring Kassi Daeng Serang Dakko (Dalam Perspektif Nilai). Jurnal Pakarena, Jurnal Pakarena, 8(2) 154-164.
- Rustiyanti, S., Listiani, W., Sari, F. D., & Peradantha, I. B. G. S. (2020). Literasi tubuh virtual dalam aplikasi teknologi Augmented Reality PASUA PA. Jurnal Panggung, 30(3), 453-464.
- Saptono, S., Santosa, H., & Sutirtha, I. W. (2024). Struktur Musik Iringan Tari Puspanjali. Panggung, 34(1), 58-69.
- Setiyastuti, B. (2024). Dekonstruksi Tari Bedhaya Murbeng Rat dalam Seni Pertunjukan Tari Bedhaya. Panggung, 34(4), 581-598.
- Smith-Autard, J. M. (2010). Dance composition: A practical guide to creative success in dance making. New York: Bloomsbury Publishing.
- Sukri, A., Prihatini, N. S., Supriyanto, E., & Pamardi, S. (2022). Menjilid Sitaralak: Konsep Garap Penciptaan Tari dari Memori Silek Pak Guru. Panggung, 32(2), 178-189.
- Suryatman, B. H., Mahmud, M. I., Burhan, B., Oktaviana, A. A., & Saiful, A. M. (2019). Artefak batu Preneolitik situs Leang Jarie: Bukti teknologi Maros point tertua di kawasan budaya Toalean, Sulawesi Selatan. Amerta Jurnal Penelitian dan Perkembangan Arkeologi, 37, 1-17.
- Suryatman, nfn, Fakhri, nfn, Sardi, R., & Hakim, B. (2020). Development of Stone Flake Artifact Technology in the Early Half of Holocene at Leang Batti, South Sulawesi. Berkala Arkeologi, 40(2), 195–218.
- Syakhruni, S. (2019). Pembelajaran Seni Tari Sebagai Pendidikan Karakter. Prosiding Seminar Nasional LP2M UNM, 546-550.
- Wardaninggar, B.A. (2019). Artefak batu serpih situs Buttu Batu, perbandingannya dengan industri alat batu di Pulau Sulawesi. Jurnal Ilmu Budaya, 7(2), 334-345.
- Widyastitieningrum, S. R., & Herdiani, E. (2023). Pelestarian Budaya Jawa: Inovasi dalam Bentuk Pertunjukan Wayang Orang Sriwedari. Panggung, 33(1), 58-71.
- Yusriana, Y., Hamda, I. A., Syahrul, M., Rante, M., Rosmawati, R., & Muda, K. T. (2022). Vandalisme Pada Situs Taman Arkeologi Leang-Leang Maros Sebagai Dampak Dari Aktivitas Pariwisata. Jurnal Ilmu Budaya, 10(2), 154-159.
- Yusup, U. M. (2024). Pembelajaran Tari Kreatif Melalui Stimulus Lagu Daerah. Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 2(2), 134-139.
- Zeng, L., Proctor, R. W., & Salvendy, G. (2011). Can traditional divergent thinking tests be trusted in measuring and predicting real-world creativity? Creativity Research Journal, 23(1), 24-37.