Saxophone in the Toba Batak Traditional Wedding Ceremony in Medan: Harmony of Tradition and Modernity
Abstract
The authors aim to discuss the role of the saxophone in the presentation of Toba Batak traditional music in the city of Medan. The development of traditional music ensembles using the saxophone instrument is very rapid. This is caused by the large number of songs used that are popular music. The use of the saxophone instrument is growing rapidly in wedding customs and death ceremonies in the traditional music of the Toba Batak community as a carrier of melodies and 'bunga-bunga'. Usually, at Toba Batak traditional wedding parties, the function of the saxophone can be varied. There is the main melody carrier, carrying a collection of notes that resemble variations (flowers) and harmony with the various instruments used in the ensemble. The method used in this research is a descriptive qualitative method in which researchers conduct observations and unstructured interviews to obtain valid information. The research results show that the saxophone plays a role as power in the Toba Batak gondang ensemble for each song played. Especially when giving ulos to the bride and groom.
Keywords
Saxophone instrument, Toba Batak traditional wedding ceremony, Tradition, Modern
References
- Anugrah A. .et al. (2023). Upaya Pelestarian Tradisi Upacara Accera Kalompang di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Jurnal Panggung, Vol. 34 (4), 614-626
- Batubara, Junita, .et. al. (2021). Pemanfaatan Terapi Musik sebagai Pengobatan Alternatif Korban Penyalahgunaaan Narkoba di Panti Rehabilitasi Mutiara Abadi Binjai. Jurnal Panggung. Vol. 31 (4), 467-477
- Batubara, Junita, .et. al. (2021). Destinasi: Kolaborasi Kreatif Musik Digital, Puisi dan Tari. Jurnal Resital. Vol. 22 (1), 1-11
- Cindy.et.al. (2023). Kolaborasi Alat Musik tradisional dan Alat Musik Modern dalam Mengiringi Ibadah Minggu di Huria Kristen Batak Protestan Tanjung Sari Medan. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), Vol. 1 (3), 170-177
- Ehrich, R. (2017). The culture problem in Neolithic Archaeology: examples and possible solutions in the Middle Yangzi River Region. Journal University of California, Los Angeles.
- Henik, Nur. (2023). Harmoni Spiritualitas dan Modernitas: Dinamika Pendidikan Agama Islam di Era Digital. Jurnal Social Academic, Vol. 2 (1), 147-152
- Hutagaol, Widawaty & Erfina. (2021). Etnografi Komunikasi Tradisi Pariban Dalam Pernikahan Adat Suku Batak Toba. Jurnal Komunikasi, Vol.2 (2), 141-156.
- Merriam, A. P. (1955). The Use of Music in the Study of a Problem of Acculturation. American Anthropologist, Libly Online Lyrery 57(1), 28-34.
- Mulyadi, Mohammad. (2011). Penelitian kuantitatif dan kualitatif serta pemikiran dasar menggabungkannya. Jurnal Studi Komunikasi dan Media
- Naiborhu, Torang. (2022). Dinamika Musik Tiup (Brass Band) pada Masyarakat Batak Toba di Kota Medan. Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA). Vol. 5. No. 5.
- Novelita, Ruth et.al. (2019). Komunikasi Budaya Melalui Prosesi Perkawinan Adat Pada Suku Batak Toba. Jurnal Komuikatio, Vo. 5 (2), 35-40.
- Nakagawa, Shin. (2000). Musik dan kosmos: sebuah pengantar etnomusikologi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
- Panggabean, A. & Batubara. J, .et. al. (2022). Kajian Struktur dan Bentuk Musik Piano Hungarian Rhapsody No. 2 Karya Frans Liszt Dimainkan oleh Yannie Tan. Jurnal Panggung. Vol. 32 (4), 503-514
- Purba, Mauly. (2000). Gereja dan Adat: Kasus Gondang Sabangunan dan Tortor. Journal Antropologi Indonesia
- Purba, Mauly. (2014). Musik Tiup dan Upacara Adat: Kasus Pengayaan Identitas Kebudayaan Musikal pada Masyarakat Batak Toba di Kota Medan. Jurnal Panggung, Vol 24 (3)
- Riyanto, Dahlia. (2015). pengaruh musik instrumen dan musik bersyair terhadap kemampuan ingatan primer berbentuk angka. Jurnal Repositori Universitas Jember. Vol. 02, No. 03
- Simaremare, Liston. (2017). Perubahan Budaya Musik Dari Perspektif Teori Kebudayaan. Jurnal Seni Nasional Cikini 1.1: 7-25.
- Sumarsono & Sukotjo. (2024). Musik Etnik di Era Modern: Inovasi dan Tradisi dalam Karya Kreatif. Jurnal Promusika, Vol. 12 (2), 77-89.
- Sunarto, S. (2016). Estetika Musik: Autonomis versus Heteronomis dan Konteks Sejarah Musik. PROMUSIKA, 4 (2), 102-116.
- Simanjuntak, Jamister.et.al. (2025). Penerapan Musik Pengiring Saxophone dan Keyboard Pada Ibadah Sekolah Minggu GPdI Lumbanrang Kecamatan SIpahutar Kabupaten Tapanuli Utara, Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, Vol.4 (2), 3963-3977
- Simanjuntak, Ferdinan.et.al. (2025). Analisis Permainan Saxophone Alto Pada Lagu Buku Ende No.204, Ndang Tadingkononkuu Ho I di Gereja HKBP Hutabayuraja. Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, Vol. 4 (2), 3881-3894.
- Simarmata, Suryadi.et.al. (2024). Penyajian Musik Pada Prosesi Penyerahan Tintin Marangkup dan Ulos Passamot Dalam Upacara Adat Pernikahan Batak Toba di Kota Medan. Jurnal Pemikiran dan Kajian Pendidikan, Vol.8 (6), 19-24
- Situmorang & Robert Sibarani. (2021). Tradisi Budaya dan Kearifan Lokal Paulak Une dan Maningkir Tangga Pada Pernikahan Batak Toba di Desa Sigapiton Kecamatan Ajibata: Kajian Antropolonguistik. Jurnal Kompetensi, Vol 14 (2), 52-58
- Tika, Dewi Lestari. (2020). Membangun Harmoni Sosial Melalui Musik dalam Ekspresi Budaya Orang Basudara di Maluku. Jurnal Panggung, Vol. 3 (3), 375-391.
- William, Joshua S. (2018). Eksistensi Gondang Batak Dalam Upacara Pernikahan Adat Batak di Surabaya Sebagai Upaya Pelestarian Warisan Budaya. Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan, Vol. 7 (1), 1-14