Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Tari Wayang Karakter Satria Ladak

Abstract

Wayang dance is a dance expressing events in the stories of wayang. The events here among oth- ers are dances revealing the background of the story, theme, the name of the dance, characters, and philosophical elements. Of those various elements, the scope in this study is limited into matters of satria ladak character.

Wayang dance satria ladak character living in several areas contains some significant differences in several aspects. The term differing the specialty of wayang dance is called sejak. The scope of se- jak is more for one’s style in dancing dance genre from the same ethnic. Therefore, the term sejak is firstly come out when seeing one’s performance in dancing, either referred to her/his choreography or to her/his specialty in performing the dance. Then, sejak owned by the individual is spread among his/her surrounding, so that it can be an icon in respective areas.

The quantity of Wayang dance satria ladak is varied in each areas, such as sejak Sumedang is Dipati Karna dance. While Sejak Garut is Bambang Somantri dance, and sejak Bandung is Arayana dance. These materials are chosen as samples for comparative and interpretative study.

Keywords: Wayang Dance, Satria Ladak, Sejak, comparative, interpretative.

 

 

PDF

References

  1. A.A.M. Djelantik
  2. Estetika: Sebuah Pengantar. Ban- dung: MSPI.
  3. Anya Peterson
  4. Antropologi Tari. Terj. FX Widar- yanto. Bandung: Sunan Ambu Press.
  5. Ariyono Suyono
  6. Kamus Antropologi. Jakarta: Akade- mika Pressindo.
  7. Atik Soepandi, dkk.
  8. Tari Wayang Jawa Barat, Proyek Pengembangan IKI Sub proyek ASTI Bandung.
  9. ---------------,
  10. Pagelaran Wayang Golek Purwa Gaya Priangan. Bandung: Pustaka Bua- na.
  11. Burhan Bungin
  12. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, E- konomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Fajar Inter- Pratama
  13. Edi Sedyawati
  14. Tari sebagai Salah Satu Pernyataan Budaya, dalam Pengetahuan Ele- menter Tari dan Beberapa Masalah Tari. Jakarta: Dirkes Proyek Pe- ngembangan Kesenian.
  15. ---------------,
  16. Perkembangan Seni Pertunjukan. Ja- karta: Sinar Harapan
  17. Eka Sudarmika,
  18. “Tinjauan Deskriptif Tentang Ko-
  19. reografi Tari Abimanyu Karya O-
  20. no Lesmana di Kabupaten Sume- dangâ€, ASTI Bandung, Bandung.
  21. Endang Caturwati dan Sri Sujatmi
  22. / Tata Rias Tari Sunda, Proyek Pe- ningkatan/ Pengembangan ASTI Bandung.
  23. Endo Suanda
  24. Wayang wong di desa Suranenggala
  25. Lor. Bandung: ASTI.
  26. Enoch Atmadibrata dan Atik Soepandi
  27. Khasanah Kesenian Jawa Barat. Ban- dung: Pelita Masa.
  28. Ernst Cassirer
  29. Manusia dan Kebudayaan. Terj. Alo- is A. Nugraha. Jakarta: Gramedia.
  30. Hazim Amir
  31. Nilai-Nilai Etis Dalam Wayang. Ja- karta: Pustaka Sinar Harapan.
  32. Heddy Shri Ahimsa Putra
  33. Strukturalisme Levi-Straus: Mitos dan Karya Sastra. Yogyakarta: Ga- lang Press.
  34. Herbert Read
  35. Seni, Arti, dan Problematikanya, ter- jemahan Soedarso SP. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
  36. Irawati Durban
  37. Peranan BKI (Badan Kesenian Indo- nesia) Dalam Perkembangan Tari Sunda. Bandung: MSPI.
  38. Iyus Rusliana,
  39. Sekelumit Tari Wayang Jawa Barat.
  40. Bandung: ASTI.
  41. ---------------,
  42. Khasanah Tari Wayang. Bandung: STSI Press.
  43. ---------------,
  44. “Pesona Tari Tradisi Sunda dalam Tari Kekinianâ€, Makalah Seminar Karya Tari Inovatif, Jurusan Tari STSI Bandung.
  45. ---------------,
  46. Tari Wayang Priangan Dalam Per- bandingan. Jurnal Panggung STSI Bandung no. XXXVI Bandung.
  47. Jaeni B. Wastap,
  48. “Diktat Mata Kuliah Perbandingan
  49. Seniâ€, STSI Bandung.
  50. Jakobus Sumardjo,
  51. Filsafat Seni. Bandung: ITB.
  52. James P. Chaplin
  53. Kamus Lengkap Psikologi, terj.
  54. Kartini Kartono. Jakarta: Raja Gra- findo persada.
  55. Kusnaka Adimiharja
  56. Dinamika Budaya Lokal. Bandung: Indra Prahasta & LBPB.
  57. Lelli Herliani
  58. “Tinjauan Deskriptif Tentang Ko- reografi Tari Gandamanahâ€, ASTI Bandung.
  59. M. Dwi Marianto
  60. “Berpikir dengan Rasaâ€, dalam Kembang Setaman: Persembahan Un- tuk Sang Mahaguru. Yogyakarta: A- rindo Nusa Media.
  61. ---------------,
  62. Seni Kritik Seni. Yogyakarta: ISI
  63. Yogyakarta.
  64. Nurhayati,
  65. “Tinjauan Deskriptif Tentang Ta- ri Jakasona Karya Ono Lesmanaâ€, ASTI Bandung.
  66. Onong Nugraha
  67. Tata Busana Tari Sunda. Proyek Pe- ngembangan IKIP Bandung.
  68. Risman Suratman
  69. “Tinjauan Deskriptif Tentang Ko- reografi Tari Jayengrana karya R. Ono Lesmana dan Tari Jayengrana karya R. Yuyunâ€, ASTI Bandung.
  70. R.M. Soedarsono
  71. Metodologi Penelitian Seni pertun- jukan dan Seni Rupa. Bandung: MS- PI.
  72. ---------------,
  73. Seni Pertunjukan di Era Globalisasi.
  74. Yogyakarta: Gadjahmada Univer- sity Press.
  75. Soetarno
  76. Pertunjukan Wayang & Makna Sim- bolisme. Surakarta: STSI Press.
  77. Sumandiyo Hadi
  78. Sosiologi Tari. Yogyakarta: Pustaka.
  79. Th. Pigeaud,
  80. Javaanse Volksvertoningen Bijdrage tot de Beschrijving van Land en Volk. Batavia: Uitgave Volkslectuur, .
  81. Ummy Karman,
  82. Ensiklopedi Nasional Indonesia, jilid
  83. , PT Cipta Adi Pusaka, Jakarta.